Bolmut, Sulutnews.com – Bupati Bolaang Mongondow Utara yang diwakili Sekretaris Daerah Kabupaten dr. Jusnan. C. Mokoginta.,MARS bertindak sebagai pembina upacara pada Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun ke-230 Bolang Itang Tahun 2023, bertempat di Lapangan Sogi Bolangitang.
Rabu (23/11/2023).

Sejarah Bolangitang berdasarkan beberapa manuskrip kuno pada abad ke-8 Masehi , tepat pada tanggal 21 November 1793 adalah awal dimulainya Pemerintahan Bolangitang sekaligus tanggal lahirnya Bolangitang yang dimulai dari masa pemerintahan kerajaan sampai dengan saat ini menjadi Kecamatan Bolangitang Barat dan Kecamatan Bolangitang Timur yang dikepalai oleh camat.

Dalam sambutan Penjabat Bupati Bolaang Mongondow Utara yang disampaikan Sekretaris Daerah tentang momentum hari lahir ini wajib kita bersyukur dan mengingat kembali bahwa setiap pencapaian pembangunan yang diraih saat ini adalah berkat kerja keras para pendahulu kita, sebagai generasi penerus kita jadikan sejarah sebagai sebuah untaian peristiwa penuh makna dan hikmah.
Pada awal upacara ini, Sekcam Bolang Itang Muhammad Yunus, SPd, MM, membacakan riwayat singkat sejarah lahirnya Bolangitang disertai nama nama para wedana dan camat yang pernah memimpin Bolangitang.
Hal yang sama dari berbagai sumber selaras dengan penulis sejarah dan kebudayaan Ridwan Lasamano yang dilansir dari 230 Tahun Bulangita, Berikut Urutan Para Raja, Kepala Distrik, Asisten Wedana, dan Camat. InfoTotabuan.com

Tanggal 21 November 1793 sebagai awal waktu dimulainya pemerintahan Kerajaan Bolangitang. Sehingga tanggal ini menjadi Ulang Tahun Bolangitang yang terus diperingati setiap tahunnya. dan pada Tanggal 21 November 2023 ini, wilayah Bolangitang telah berusia 229 tahun.
Masih dalam catatan Prof. H.T. Usup, Sejak tahun 1793 Bolangitang diperintah oleh Raja-raja yaitu :
Raja Salmon Muda Pontoh Memerintah sebagai Raja Bolangitang, dari tahun 1793 sampai dengan 1823, ibukota kerajaan terletak di Sonuo. Gelar Ombuina Kinumilato
Raja Daud Pontoh Daud Pontoh merupakan putera dari Raja Salmon Muda Pontoh, memerintah selama 40 tahun, dari tahun 1823 sampai dengan 1863. Di masa pemerintahan Raja Daud Pontoh, Agama islam mulai masuk dari Gorontalo dan menyebar di masyarakat. Gelar Ombuina ko Takabiru
Raja Philips Pontoh Raja Philips Pontoh merupakan saudara dari Raja Daud Pontoh, dilantik sebagai raja, namun tidak memerintah lama, karena mengalami sakit hingga wafat di Manado (Singkil), diangkat sebagai raja pada tahun 1863 dan wafat dalam tahun yang sama. Gelar Ombuina ko Singgilo
Raja Israel Pontoh Raja Israel Pontoh merupakan putera dari Raja Daud Pontoh, memerintah selama 17 Tahun, dari Tahun.1863 hingga 1880 Gelar Ombuina pinodunungo (penghibur rakyat).
Raja Togupat Pontoh Raja Togupat Pontoh adalah Putera dari Piantai Pontoh, memerintah selama 8 bulan di Tahun 1880.
Raja Pade Pontoh Raja Pade Pontoh merupakan putera dari Piantai Pontoh (saudara seayah dengan Raja Togupat, dari ibundanya Boki Linggakoa). Memerintah selama 9 bulan, dari tahun 1881 sampai dengan 1882. Gelar Ombuina ko Monaru.

Raja Suit Pontoh Raja Suit Pontoh merupakan putera dari Sogosa Pontoh, memerintah selama 18 Bulan, dari tahun 1882 sampai 1883. Gelar Ombuina ko Milumilungo
Raja Bonji Pontoh
Raja Bonji Pontoh merupakan putera dari raja Philips Pontoh, memerintah selama 23 Tahun, yaitu tahun 1883 sampai 1906.
Gelar Ombuina ko Jamala:ngo.
Usai pemerintahan Raja Bonji Pontoh ini terjadi penggabungan kerajaan Kaidipang dan Bolangitang dengan rajanya yaitu Paduka Raja Ram Suit Pontoh yang memerintah dari tahun 1912 sampai dengan 1950.

Usai Proklamasi 17 Agustus 1945, kerajaan-kerajaan di Indonesi bergabung dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Tanggal 23 Maret 1954, Atas keputusan pemerintah pusat di Jakarta, Bolaang Mongondow menjadi Kabupaten, maka sejak saat itu, Wilayah Kaidipang Besar menjadi wilayah Kewedanaan Kaidipang diperintah oleh Kepala Pemerintahan Negeri (KPN) dan Bolangitang menjadi wilayah Asisten Kewedanaan yang diperintah oleh Asisten Wedana (AW).
Adapun urutan Kepala Distrik dan Asisten Wedana dan Wedana/Camat yang pernah memimpin di wilayah Bolangitang sejak tahun 1945. yaitu :
1. S.M. Pontoh, Kepala Distrik (1950)
2. E. S. Pontoh, Asisten Wedana (1950 – 1953)
3. S. M. Pontoh, Asisten.Wedana (1953 – 1956)
4. E.S. Pontoh, Asisten Wedana (1956 – 1959)
5. T. H. Patadjenu, Asisten Wedana (1959 – 1960)
6. E. S. Pontoh, Asisten Wedana (1960 – 1962)
7. Yakin S. Manopo, Asisten Wedana (1962 – 1965)
8. S. M. Pontoh, Asisten Wedana (1965 – 1967)
9. Condrat O. Ph. Pontoh, Kepala Kecamatan (1967 – 1969)
10. Hem A. Pasambuna, Kepala Kecamatan (1969 – 1970)
11. Pares Podomi, BA., Kepala Kecamatan (1970 – 1975)
12. Asrin Kadulah, BA., Kepala Kecamatan (1975 – 1980)
13. M.S. Tungkagi, Camat 1980 – 1984
14. R.A. Dolot, BA, Camat 1984 – 1987
15. M.B. Lauma, Camat 1987 – 1989
16. Drs. S.I. Mokoagow, Camat 1989 – 1993
17. W. Damopolii, BA, Camat 1993 – 2001
18. Drs. Sehan Mokoagow, Camat 1999 – 2001
19. Hariono Sugeha, S.H, Camat 2001 – 2003
20. Dj. Latamu, SmH, Camat 2003 – 2009
21. Hi. Tonny Talibo, Camat 2009 – 2010
22. Drs. Halifax Olii, Camat 2010 – 2015
23. Fadly Usup, SE, MM Camat 2015 – 2017
24. Usman Djarumia, S.Pd Camat 2017 – 2019
25. Supriadi Goma, S.Pd Camat 2019 – 2022
26. Kamil Pontoh, S.Sos Camat 2022 – sekarang.
Camat Bolangitang Barat Kamil Pontoh, S.Sos, sesudah upacara mengucapkan syukur atas suksesnya penyelenggaraan ini.
“Kepada panitia, seluruh sangadi (kepala desa), para mantan camat, tokoh adat, kepala sekolah dan dewan guru termasuk protokoler sekda, serta para siswa yang telah menampilkan produk makanan tradisional keripik daun kelor, tampilan marching band SMA 1 Bolangitang yang telah memukau para hadirin dan undangan serta tari kreasi dari para pelajar, saya ucapkan banyak terima kasih,”ujarnya.

Ditambahkannya, apabila dalam tertib acara ini masih terdapat kejanggalan tumpang tindihnya acara ini, camat meminta maaf. Semoga acara tahun depan menjadi evaluasi kita bersama.
Turut Hadir ; Wakapolres Bolmong Utara Kompol Saiful Tamu, Anggota DPRD Bolmut Budi S. Kohongia,
Yahya Husen S. Pontoh, Kacabdin Provinsi Sulut Patra Kapido, mantan staf khusus Bupati Bolmut Drs. Eddy Pontoh, Pabung 1303 BM (mewakili) Ketua Pengadilan Agama Boroko (mewakili), Kepala OPD, Camat/Sangadi se Kec. Bolangitang Barat, Para Mantan Camat Bolangitang dan Tokoh Masyarakat.
Redaktur (**/Gandhi Goma)







