Menu ✖

Mode Gelap
Breaking News : Polnustar Kembali Mewisuda 136 Mahasiswa Ferdinand Gansalangi Resmi Dilantik Menteri Diktisaintek sebagai Direktur Polnustar Periode 2026–2030 BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau

Internasional · 1 Okt 2026 07:24 WITA ·

Rote Ndao Tinggalkan Status Daerah Tertinggal, 7,96% Jadi Modal Baru Kejar Ekonomi Berbasis Produksi


Rote Ndao Tinggalkan Status Daerah Tertinggal, 7,96% Jadi Modal Baru Kejar Ekonomi Berbasis Produksi Perbesar

Reporter : Dance Henukh

Sulutnews.cim . JAKARTA — Kabupaten Rote Ndao memasuki babak baru pembangunan setelah berhasil keluar dari status daerah tertinggal. Pertumbuhan ekonomi yang mencapai 7,96 persen pada 2025 kini menjadi salah satu modal untuk mendorong transformasi ekonomi daerah dari yang bertumpu pada investasi menuju ekonomi berbasis produksi yang mampu menciptakan lapangan kerja dan nilai tambah bagi masyarakat.

Arah pembangunan tersebut disampaikan Bupati Rote Ndao dalam rangkaian Penyerahan Penghargaan Pembangunan Daerah dan Knowledge Sharing Pembangunan Daerah 2026 di Jakarta.Rote Ndao dalam kegiatan tersebut meraih penghargaan sebagai Kabupaten Terentaskan Paling Progresif.
Bupati Rote Ndao juga tampil sebagai narasumber bersama sejumlah kepala daerah lainnya, di antaranya Wali Kota Surabaya, Bupati Kendal, serta Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

Dalam forum tersebut, Bupati menekankan bahwa keberhasilan keluar dari status daerah tertinggal bukan berarti seluruh pekerjaan pembangunan telah selesai.Sebaliknya, capaian tersebut menjadi titik awal untuk menghadapi agenda pembangunan yang lebih besar, yakni menjaga keberlanjutan pertumbuhan ekonomi dan memastikan manfaatnya semakin luas dirasakan masyarakat.

7,96 Persen Jadi Momentum Transformasi
Pertumbuhan ekonomi Rote Ndao sebesar 7,96 persen pada 2025 menjadi bagian penting dari momentum transformasi tersebut.
Namun, pemerintah daerah melihat pertumbuhan itu perlu diarahkan agar tidak berhenti pada aktivitas investasi.
Dari Investment Driven Growth, Rote Ndao didorong menuju Production Driven Growth—pertumbuhan yang semakin ditopang oleh aktivitas produksi berkelanjutan, menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan memperkuat ekonomi daerah.
Dengan pendekatan tersebut, investasi yang masuk diharapkan tidak hanya menghasilkan pembangunan fisik, tetapi juga menggerakkan produksi, rantai pasok lokal, UMKM, tenaga kerja, dan berbagai sektor ekonomi masyarakat.
K-SIGN Jadi Salah Satu Mesin Pertumbuhan
Sebagai daerah kepulauan dan perbatasan negara, Rote Ndao memiliki tantangan pembangunan yang khas. Namun, daerah ini juga memiliki sejumlah potensi ekonomi yang dapat menjadi sumber pertumbuhan baru.
Potensi tersebut mencakup pariwisata, pertanian dan peternakan, perikanan, hingga industri garam melalui Kawasan Sentra Industri Garam Nasional (K-SIGN).

K-SIGN menjadi salah satu bagian penting dari strategi transformasi ekonomi Rote Ndao.
Pembangunan kawasan tersebut tidak cukup berhenti pada investasi dan konstruksi. Tantangan berikutnya adalah memastikan kawasan masuk ke tahap produksi garam secara berkelanjutan, mampu menyerap tenaga kerja, menciptakan nilai tambah, serta memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.Pengembangan sektor tersebut membutuhkan kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, kementerian dan lembaga, dunia usaha, masyarakat, serta pemangku kepentingan lainnya.

Hal tersebut sejalan dengan Peraturan Presiden Nomor 17 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembangunan Pergaraman Nasional.Bukan Sekadar Keluar dari Status Tertinggal.Capaian Rote Ndao tidak hanya ditunjukkan melalui pertumbuhan ekonomi.
Sejumlah indikator pembangunan daerah juga menunjukkan perkembangan, antara lain penurunan kemiskinan, peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), pembangunan dan peningkatan kualitas infrastruktur, serta perkembangan desa.

Berbagai capaian tersebut menjadi modal untuk memperkuat pembangunan pada tahap berikutnya.Pemerintah daerah menilai, tantangan Rote Ndao kini telah bergeser.
Jika sebelumnya fokus utama adalah bagaimana keluar dari status daerah tertinggal, maka agenda berikutnya adalah bagaimana mempertahankan capaian tersebut dan mengubah pertumbuhan ekonomi menjadi kekuatan produksi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Karena itu, penguatan lapangan kerja, peningkatan nilai tambah produk lokal, pengembangan UMKM, serta peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) menjadi bagian penting dari agenda pembangunan ke depan.
Semangat unity, menjaga harmoni, dan memperkuat kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, serta seluruh pemangku kepentingan dinilai menjadi modal penting dalam menjaga keberlanjutan pembangunan.

Penghargaan sebagai Kabupaten Terentaskan Paling Progresif pun bukan dipandang sebagai titik akhir.Bagi Rote Ndao, penghargaan tersebut menjadi energi baru untuk menjaga capaian, memperkuat produksi, membuka lebih banyak kesempatan ekonomi, dan memastikan pertumbuhan 7,96 persen tidak berhenti sebagai angka, tetapi diterjemahkan menjadi kesejahteraan yang semakin luas bagi masyarakat.

Artikel ini telah dibaca 1,336 kali

Baca Lainnya

Dana Revitalisasi SMAN 1 Rote Selatan Disorot, Marny Saudale Pilih Bungkam Publik Mendesak Buka Pengelolaan Anggaran

1 Oktober 2026 - 15:46 WITA

Kadis Pendidikan NTT Tegas: Kepala Sekolah SMA Rote Selatan Jangan Abaikan Ketua Panitia Revitalisasi, “Fatal Ketua Panitia Hanya di Kertas ”

1 Oktober 2026 - 14:55 WITA

Rote Ndao Jadi Modal Baru, Bupati Langsung Diundang Jadi Narasumber Nasional Momen yang Dinanti Masyarakat

1 Oktober 2026 - 10:13 WITA

Ketua P2SP Cuma ‘Nama di Kertas’, Siapa Rakus Kendalikan Dana Revitalisasi SMAN Rote Selatan?

1 Oktober 2026 - 08:21 WITA

Rote Ndao Keluar dari Daerah Tertinggal, Kini Bidik Pertumbuhan Ekonomi Berbasis Produksi

1 Oktober 2026 - 07:40 WITA

Bupati Rote Ndao Raih Penghargaan Bappenas, Pertumbuhan Ekonomi Tembus 7,96 Persen

1 Oktober 2026 - 04:12 WITA

Trending di Internasional