Menu ✖

Mode Gelap
Breaking News : Polnustar Kembali Mewisuda 136 Mahasiswa Ferdinand Gansalangi Resmi Dilantik Menteri Diktisaintek sebagai Direktur Polnustar Periode 2026–2030 BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau

Internasional · 1 Okt 2026 07:40 WITA ·

Rote Ndao Keluar dari Daerah Tertinggal, Kini Bidik Pertumbuhan Ekonomi Berbasis Produksi


Rote Ndao Keluar dari Daerah Tertinggal, Kini Bidik Pertumbuhan Ekonomi Berbasis Produksi Perbesar

Reporter:Dance Henukh

Sulutnews.com . JAKARTA — Keluar dari status daerah tertinggal bukan menjadi garis akhir pembangunan Kabupaten Rote Ndao. Capaian tersebut justru menjadi titik awal bagi daerah paling selatan Indonesia itu untuk memasuki fase baru: mendorong pertumbuhan ekonomi yang semakin berbasis produksi, membuka lapangan kerja, dan menciptakan nilai tambah bagi masyarakat lokal.Arah baru pembangunan tersebut disampaikan Bupati Rote Ndao dalam forum Penyerahan Penghargaan Pembangunan Daerah dan Knowledge Sharing Pembangunan Daerah 2026, setelah Rote Ndao meraih penghargaan sebagai Kabupaten Terentaskan Paling Progresif.

Dalam forum tersebut, Bupati Rote Ndao tampil sebagai narasumber bersama sejumlah kepala daerah lainnya, di antaranya Wali Kota Surabaya, Bupati Kendal, serta Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.Bupati menegaskan, status terentaskan dari daerah tertinggal tidak berarti seluruh persoalan pembangunan telah selesai.
Justru setelah mencapai capaian tersebut, pemerintah daerah menghadapi tantangan baru untuk memastikan pertumbuhan ekonomi tidak hanya tercermin dalam angka, tetapi mampu dirasakan secara lebih luas oleh masyarakat.
“Pertumbuhan ekonomi harus diarahkan agar semakin memberikan manfaat bagi masyarakat, menciptakan lapangan kerja, meningkatkan nilai tambah produk lokal, memperkuat PAD, serta membuka ruang yang lebih besar bagi UMKM dan pelaku ekonomi lokal,” demikian garis besar arah pembangunan yang disampaikan dalam forum tersebut.
Dari Investment Driven Growth ke Production Driven Growth Salah satu indikator penting perubahan tersebut terlihat dari pertumbuhan ekonomi Rote Ndao yang mencapai 7,96 persen pada 2025.

Namun, angka pertumbuhan tersebut dipandang sebagai momentum transisi.
Aktivitas investasi yang berlangsung (Investment Driven Growth) perlu didorong agar berkembang menjadi Production Driven Growth, yakni pertumbuhan yang semakin ditopang aktivitas produksi berkelanjutan dan mampu menciptakan lapangan kerja tetap bagi masyarakat.Dengan demikian, pembangunan tidak berhenti pada masuknya investasi, pembangunan infrastruktur, maupun konstruksi kawasan.
Tahap berikutnya adalah memastikan investasi tersebut menghasilkan produksi, menggerakkan rantai ekonomi lokal, menyerap tenaga kerja, dan memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi daerah.
K-SIGN Jadi Bagian Strategi Transformasi Ekonomi.

Dalam strategi tersebut, Kawasan Sentra Industri Garam Nasional (K-SIGN) menjadi salah satu sektor yang dipandang penting dalam transformasi ekonomi Rote Ndao.
Sebagai daerah kepulauan dan wilayah perbatasan negara, Rote Ndao memiliki tantangan geografis tersendiri. Namun, di balik tantangan tersebut terdapat potensi ekonomi yang besar, mulai dari pariwisata, pertanian dan peternakan, perikanan, hingga industri garam.
K-SIGN diharapkan tidak berhenti sebagai proyek investasi dan pembangunan kawasan.
Tahap yang lebih penting adalah bagaimana kawasan tersebut segera memasuki fase produksi garam secara berkelanjutan, sehingga mampu menyerap tenaga kerja, menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat, serta menciptakan nilai tambah bagi Rote Ndao.
Pengembangan tersebut membutuhkan kerja bersama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, kementerian dan lembaga, dunia usaha, masyarakat, serta seluruh pemangku kepentingan.

Arah tersebut sejalan dengan Peraturan Presiden Nomor 17 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembangunan Pergaraman Nasional.Capaian Lama Menjadi Modal Pembangunan Baru
Perubahan arah ekonomi tersebut tidak berdiri sendiri.Rote Ndao telah mencatat berbagai perkembangan pembangunan, antara lain penurunan kemiskinan, peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), pembangunan dan peningkatan kualitas infrastruktur, serta perkembangan desa.

Capaian tersebut menjadi modal untuk memasuki tahapan pembangunan berikutnya.
Bagi pemerintah daerah, penghargaan Kabupaten Terentaskan Paling Progresif menjadi pengakuan atas proses panjang pembangunan Rote Ndao sekaligus menjadi dorongan untuk menjaga keberlanjutan capaian.Pemerintah daerah juga memberikan apresiasi kepada para pejuang pendirian Rote Ndao sebagai daerah otonomi baru, seluruh masyarakat Rote Ndao, jajaran Pemerintah Kabupaten Rote Ndao, para pemimpin Rote Ndao terdahulu, serta seluruh pihak yang telah mengambil bagian dalam perjalanan pembangunan daerah.

Kini tantangan Rote Ndao bukan lagi sekadar bagaimana keluar dari status daerah tertinggal.
Tantangan berikutnya adalah bagaimana memastikan pertumbuhan ekonomi menjadi mesin produksi yang menciptakan pekerjaan, memperkuat usaha masyarakat, meningkatkan PAD, dan memperluas kesejahteraan.
Karena itu, penghargaan tersebut bukan titik akhir.

Bagi Rote Ndao, penghargaan itu menjadi energi baru untuk menjaga capaian, memperkuat produksi, memperluas kesempatan ekonomi, dan memastikan pembangunan benar-benar menghadirkan kesejahteraan yang semakin merata bagi masyarakat.Kalau ingin dibuat lebih “meledak” untuk headline nasional, judul alternatif yang kuat: “Rote Ndao Tinggalkan Status Daerah Tertinggal, 7,96% Jadi Modal Baru Kejar Ekonomi Berbasis Produksi”.

Artikel ini telah dibaca 1,261 kali

Baca Lainnya

Dana Revitalisasi SMAN 1 Rote Selatan Disorot, Marny Saudale Pilih Bungkam Publik Mendesak Buka Pengelolaan Anggaran

1 Oktober 2026 - 15:46 WITA

Kadis Pendidikan NTT Tegas: Kepala Sekolah SMA Rote Selatan Jangan Abaikan Ketua Panitia Revitalisasi, “Fatal Ketua Panitia Hanya di Kertas ”

1 Oktober 2026 - 14:55 WITA

Rote Ndao Jadi Modal Baru, Bupati Langsung Diundang Jadi Narasumber Nasional Momen yang Dinanti Masyarakat

1 Oktober 2026 - 10:13 WITA

Ketua P2SP Cuma ‘Nama di Kertas’, Siapa Rakus Kendalikan Dana Revitalisasi SMAN Rote Selatan?

1 Oktober 2026 - 08:21 WITA

Rote Ndao Tinggalkan Status Daerah Tertinggal, 7,96% Jadi Modal Baru Kejar Ekonomi Berbasis Produksi

1 Oktober 2026 - 07:24 WITA

Bupati Rote Ndao Raih Penghargaan Bappenas, Pertumbuhan Ekonomi Tembus 7,96 Persen

1 Oktober 2026 - 04:12 WITA

Trending di Internasional