Menu ✖

Mode Gelap
Breaking News : Polnustar Kembali Mewisuda 136 Mahasiswa Ferdinand Gansalangi Resmi Dilantik Menteri Diktisaintek sebagai Direktur Polnustar Periode 2026–2030 BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau

Internasional · 1 Okt 2026 10:13 WITA ·

Rote Ndao Jadi Modal Baru, Bupati Langsung Diundang Jadi Narasumber Nasional Momen yang Dinanti Masyarakat


Rote Ndao Jadi Modal Baru, Bupati Langsung Diundang Jadi Narasumber Nasional Momen yang Dinanti Masyarakat Perbesar

Reporter : Dance Henukh

Sulutnews.com . JAKARTA — Capaian Kabupaten Rote Ndao keluar dari status daerah tertinggal membuka babak baru bagi daerah paling selatan Indonesia itu. Tidak berhenti pada pencapaian tersebut, pengalaman pembangunan Rote Ndao kini mendapat ruang untuk dibagikan dalam forum pembangunan tingkat nasional.Bupati Rote Ndao Paulus Henuk langsung diundang menjadi salah satu narasumber dalam forum tersebut, bersama sejumlah kepala daerah lainnya, di antaranya Wali Kota Surabaya, Bupati Kendal, serta Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

Bagi masyarakat Rote Ndao, tampilnya kepala daerah mereka dalam forum bersama sejumlah kepala daerah dari daerah lain menjadi momentum yang dinanti. Capaian Rote Ndao tidak hanya menjadi kebanggaan daerah, tetapi juga menjadi pengalaman pembangunan yang dibawa ke panggung nasional.Pesan yang disampaikan Bupati menjadi penting: keluar dari daerah tertinggal bukan akhir perjalanan, melainkan modal baru untuk membangun ekonomi yang lebih produktif dan berkelanjutan.

Sebagai daerah kepulauan dan perbatasan negara, Rote Ndao memiliki tantangan pembangunan yang tidak ringan. Namun di balik tantangan tersebut tersimpan potensi besar, mulai dari pariwisata, pertanian dan peternakan, perikanan hingga pengembangan industri garam melalui Kawasan Sentra Industri Garam Nasional (K-SIGN).Kini tantangannya adalah bagaimana capaian tersebut diterjemahkan menjadi pertumbuhan ekonomi yang benar-benar dirasakan masyarakat.
Penguatan lapangan kerja, peningkatan nilai tambah produk lokal, pengembangan UMKM, peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), serta keterlibatan masyarakat lokal menjadi agenda penting dalam fase pembangunan berikutnya.

Dengan demikian, status terentaskan dari daerah tertinggal bukan sekadar sebuah predikat. Bagi Rote Ndao, capaian tersebut dapat menjadi modal baru untuk melompat lebih jauh—dari daerah yang mengejar ketertinggalan menjadi daerah yang membangun kekuatan ekonominya sendiri.
Dan ketika pengalaman itu kemudian dibawa langsung oleh Bupati Rote Ndao ke forum nasional sebagai narasumber, momentum tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan baru Rote Ndao.

Artikel ini telah dibaca 1,893 kali

Baca Lainnya

Dana Revitalisasi SMAN 1 Rote Selatan Disorot, Marny Saudale Pilih Bungkam Publik Mendesak Buka Pengelolaan Anggaran

1 Oktober 2026 - 15:46 WITA

Kadis Pendidikan NTT Tegas: Kepala Sekolah SMA Rote Selatan Jangan Abaikan Ketua Panitia Revitalisasi, “Fatal Ketua Panitia Hanya di Kertas ”

1 Oktober 2026 - 14:55 WITA

Ketua P2SP Cuma ‘Nama di Kertas’, Siapa Rakus Kendalikan Dana Revitalisasi SMAN Rote Selatan?

1 Oktober 2026 - 08:21 WITA

Rote Ndao Keluar dari Daerah Tertinggal, Kini Bidik Pertumbuhan Ekonomi Berbasis Produksi

1 Oktober 2026 - 07:40 WITA

Rote Ndao Tinggalkan Status Daerah Tertinggal, 7,96% Jadi Modal Baru Kejar Ekonomi Berbasis Produksi

1 Oktober 2026 - 07:24 WITA

Bupati Rote Ndao Raih Penghargaan Bappenas, Pertumbuhan Ekonomi Tembus 7,96 Persen

1 Oktober 2026 - 04:12 WITA

Trending di Internasional