Menu

Mode Gelap
Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe Pangdam XIII/Merdeka Gelar Coffee Morning Bersama Insan Media Sulut, Sampaikan Konsep Pentahelix

NTT · 22 Jun 2025 14:34 WITA ·

Rote Ndao Berduka: Jejak Salem Manuain, Sang Pena Yang Tak Lekang oleh Waktu


Rote Ndao Berduka: Jejak Salem Manuain, Sang Pena Yang Tak Lekang oleh Waktu Perbesar

Rote Ndao,Sulutnews.com –  Kabupaten Rote Ndao diselimuti duka mendalam. Pagi Minggu, 22 Juni 2025, pukul enam pagi, sebuah kabar pilu datang mengabarkan kepergian Salem Manuain, wartawan yang namanya begitu lekat dengan sejarah jurnalistik di Rote Ndao. Sosok yang dikenal ramah dan murah senyum itu telah berpulang ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa setelah berjuang melawan penyakit stroke dan komplikasi kesehatan lainnya selama kurang lebih tiga hingga empat bulan.

Rumah duka dipenuhi kesedihan. Tangis keluarga dan kerabat mengiringi kepergian sosok yang begitu dicintai. Bayangan wajah almarhum yang selalu ceria, penuh semangat, dan siap berbagi cerita, kini hanya tinggal kenangan. Namun, kenangan itu begitu kuat, terukir indah dalam hati setiap orang yang pernah mengenal Salem Manuain.

Jenazah almarhum disemayamkan dan akan dimakamkan pada hari yang sama, Minggu, 22 Juni 2025, pukul tiga sore, setelah sholat ashar. Upacara pemakaman akan menjadi momen perpisahan terakhir, sekaligus penghormatan terakhir bagi seorang jurnalis yang telah mengabdikan hidupnya untuk menyampaikan kebenaran melalui tulisan-tulisannya.

Selama bertahun-tahun berkiprah di dunia jurnalistik, Salem Manuain dikenal sebagai sosok yang teguh memegang prinsip. Dedikasi dan integritasnya tak perlu diragukan lagi. Setiap laporan yang ia tulis selalu mengedepankan akurasi dan kebenaran, mencerminkan komitmennya pada profesi yang ia geluti. Ia bukan hanya seorang wartawan, tetapi juga seorang pencerita yang mampu menyampaikan informasi dengan lugas dan mudah dipahami.

Kepergiannya meninggalkan duka yang mendalam bagi keluarga, rekan-rekan sejawat, dan seluruh masyarakat Rote Ndao. Ia meninggalkan seorang istri dan beberapa anak yang kini harus melanjutkan hidup tanpa kehadiran sosok ayah dan suami yang begitu mereka cintai. Semoga Tuhan Yang Mahakuasa memberikan kekuatan dan ketabahan bagi keluarga yang ditinggalkan untuk melewati masa-masa sulit ini.

Selamat jalan, Pak Salem. Karya-karya dan dedikasi Anda akan selalu dikenang, dan semangat juang Anda akan terus menginspirasi generasi jurnalis selanjutnya di Rote Ndao. Nama Anda akan selalu terukir dalam sejarah jurnalistik daerah ini.

Reporter: Dance Henukh

Artikel ini telah dibaca 1,550 kali

Baca Lainnya

Usman Husin: Melukis Sejarah Peningkatan Produktivitas Padi di Rote Ndao

11 Mei 2026 - 19:50 WITA

Hari Pertama Ujian Semester SD Negeri Nduadi: Semangat Mandiri dan Harmoni Melampaui Jarak

11 Mei 2026 - 13:15 WITA

Bupati Rote Ndao Didampingi Asisten Satu dan Prof Yusuf Henuk Pantau Pekerjaan Tambak Garam Proses Masih Tahap Penyelesaian dan Uji Coba

9 Mei 2026 - 20:59 WITA

Tiga Poin Krusial Di Reses Perdana Yunus Panie Demi Kesehatan, Pendidikan dan Ekonomi Warga

9 Mei 2026 - 13:42 WITA

Janji Bupati Bangun Sekolah SMP: Masyarakat Desa Lidor Minta di Reses Perdana Yunus Panie

9 Mei 2026 - 11:07 WITA

Yunus Panie Gelar Reses Perdana di Desa Lidor: Bawa Pelayanan Kesehatan, Bantuan Langsung, dan Tampung Aspirasi Warga

8 Mei 2026 - 23:20 WITA

Trending di Entertainment