Menu

Mode Gelap
Walikota Tomohon Caroll Senduk Didampingi Sekot Edwin Roring Hadiri Dialog Publik “Masyarakat Bertanya Walikota Menjawab” Pelestarian Laut Dukung Peningkatan Pariwisata, Suzuki Indonesia Adakan Bersih-Bersih Pantai Bunaken Dengan Ratusan Pelajar Wagub Steven Kandouw Lantik Wounde Sebagai Penjabat Bupati Sangihe Breaking News Tamuntuan Pergi, Wounde Datang Kecamatan Tatoareng Kepulauan Sangihe Terancam Jatuh Miskin

NTT · 9 Jun 2024 23:59 WIB ·

Dugaan Martinus Kay, Calon Legislatif Terpilih dari Partai NasDem, Terlibat dalam Kasus Perampasan Tanah


 Foto : Mesak Kay pemilik Tanah Perbesar

Foto : Mesak Kay pemilik Tanah

Rote Ndao,Sulutnews.com – Di tengah euforia kemenangan Martinus Kay dalam pemilihan legislatif dari Partai NasDem untuk periode 2024 – 2029, tersiar kabar yang menghebohkan mengenai dirinya.

Martinus Kay diduga terlibat dalam kasus perampasan tanah yang menyeret namanya ke dalam kontroversi.

Mesak Kay, warga Desa Sedeoen, Kecamatan Rote Barat, Kabupaten Rote Ndao, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), mengungkapkan bahwa tanah miliknya seluas 1.450 meter persegi diduga dirampas oleh Martinus Kay. Tanah yang kini telah disertifikat baru atas nama Martinus Kay tersebut sebelumnya dimiliki oleh Mesak, yang mendapatkannya dari ayahnya, Hanok Kay, pada tahun 2005.

Dalam pernyataannya kepada media yang diterima dalam bentuk rekaman suara pada Minggu, 9 Juni 2024, Mesak menjelaskan bahwa dia berulang kali meminta Martinus Kay untuk berkoordinasi dengan pihak pertanahan ATR/BPN Kabupaten Rote Ndao.

Tujuan permintaan ini adalah untuk mengembalikan ukuran tanahnya yang telah dirampas dan telah diterbitkan sertifikat baru atas nama Martinus Kay dengan bantuan oknum pegawai Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Rote Ndao.

“Tanah saya ini saya dapat dari almarhum Bapak saya, Hanok Kay, yang membeli dari almarhum Agustinus Sine pada tahun 2005 dengan ukuran 1.450 meter persegi. Sejauh ini aman-aman saja, tapi pada bulan April 2024, saat kami ke notaris, ketahuan dari aplikasi bahwa tanah saya ada masalah karena sudah ada sertifikat di atas sertifikat,” jelas Mesak Kay.

Foto : Martinus Kay . Dokumen Pribadi

Menurut Mesak, tanahnya yang berbentuk segitiga dirampas oleh Martinus Kay sekitar 20 meter persegi.

“Waktu saya tahu, saya langsung hubungi Martinus Kay. Saya bilang ada ukur bawa dengan tanah milik saya dan Martinus Kay bilang, ‘Oh itu gampang, nanti kita koordinasi dengan pertanahan datang ukur kembali dan kembalikan ke batas semula,'” kata Mesak menirukan ucapan Martinus.

Walaupun Mesak dalam kondisi sakit karena mengalami stroke ringan, dia tetap mendatangi kantor BPN Kabupaten Rote Ndao untuk mengadukan persoalan yang dihadapinya.

Namun, ia merasa tidak mendapat respon yang memuaskan dari pihak pertanahan. “Kami ke pertanahan minggu lalu, tapi disuruh tunggu oleh piket karena katanya petugas ada keluar. Kami.Tunggu dari jam 10 pagi sampai jam 2 sore, kemudian datang satpam dan bilang tunggu petugas masih makan. Sampai jam 3 sore kami dipanggil ke dalam dan ketemu dengan seorang pegawai bernama Taufiq. Namun, karena tidak dapat respon yang memuaskan, akhirnya kami pulang,” ungkap Mesak dengan penuh harapan.

Mesak juga telah berulang kali memohon kepada Martinus Kay untuk menyelesaikan masalah perampasan tanahnya. Martinus Kay berjanji akan menyelesaikan masalah ini, namun hingga saat ini belum ada kepastian atau kejelasan mengenai tanah miliknya yang telah dirampas dan diterbitkan sertifikat baru atas nama Martinus Kay.

Saat dikonfirmasi oleh media pada Minggu, 9 Juni 2024, Martinus Kay menyatakan dirinya sedang ada rapat kegiatan di Gereja dan tidak mau menjawab pertanyaan media dengan alasan tersebut. “Saya sedang ada kegiatan rapat di Gereja,” kata Martinus Kay.

Hingga berita ini ditayangkan, Kepala Kantor ATR/BPN Kabupaten Rote Ndao, Lalu Harisandi, S.ST.M.H, yang dikonfirmasi melalui telepon belum merespon hingga berita ini ditayangkan.

Kasus ini semakin menarik perhatian publik dan menimbulkan pertanyaan mengenai integritas Martinus Kay sebagai calon legislatif terpilih.

Bagaimana nasib tanah Mesak Kay dan apakah Martinus Kay akan memberikan penjelasan yang memuaskan? Hanya waktu yang akan menjawabnya.

Reporter: Dance Henukh

Artikel ini telah dibaca 1,772 kali

Baca Lainnya

Regina Menyambangi Badan Reserse Kriminal Polres Rote Ndao Buat Laporan Polisi Terkait Dugaan Tindak Pidana Pemalsuan Tanda Tangan

22 June 2024 - 08:48 WIB

Masyarakat Dua Desa Di Kabupaten Rote Ndao Desak Menteri Agus Harimurti Yudhoyono Tindak Tegas Oknum Pegawai Pertanahan Rote

20 June 2024 - 23:02 WIB

Pemilik Tanah Kristian Feoh Warga Desa Mboeain Minta Polda NTT Selesaikan Kasus Dugaan Penyerobotan Tanah oleh Jenzi Lukius Gasperz

19 June 2024 - 19:48 WIB

Dihadapan Paulus Henuk Bakal Calon Bupati Rote Ndao, Warga Masyarakat Desa Nusakdale : Apapun Penyakit Itu Paracetamol Obatnya

17 June 2024 - 23:29 WIB

Paulus Henuk Dihadapan Warga Dua Desa: Janji Politik dan Harapan Pembangunan Infrastruktur

17 June 2024 - 08:54 WIB

Dihadapan Pendukung, Balon Bupati Rote Ndao Paulus Henuk Janji Segera Umumkan Bakal Calon Wakilnya

16 June 2024 - 23:32 WIB

Trending di NTT