Menu

Mode Gelap
Ferdinand Gansalangi Resmi Dilantik Menteri Diktisaintek sebagai Direktur Polnustar Periode 2026–2030 BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan

Sangihe · 30 Apr 2026 23:44 WITA ·

Walet dan Listrik Jadi Sorotan di Kalama, Bupati Sangihe Janjikan Solusi Bertahap


Walet dan Listrik Jadi Sorotan di Kalama, Bupati Sangihe Janjikan Solusi Bertahap Perbesar

Tahuna, Sulutnews.com – Isu pembagian hasil sarang burung walet dan keterbatasan listrik menjadi sorotan utama dalam kunjungan kerja Bupati Kepulauan Sangihe, Michael Thungari, di Pulau Kalama, Kamis (30/04/2026).

Dalam tatap muka bersama warga, Bupati mendengarkan langsung berbagai aspirasi masyarakat, khususnya terkait pengelolaan sarang burung walet yang selama ini menjadi salah satu sumber ekonomi utama warga.

Masyarakat menilai skema pembagian hasil 60 persen untuk pemerintah dan 40 persen untuk warga belum mampu menjawab kebutuhan hidup. Mereka berharap Peraturan Daerah (Perda) Nomor 7 Tahun 2009 tentang pengelolaan sarang burung walet dapat ditinjau kembali agar lebih berpihak kepada masyarakat.

Selain itu, warga juga mengeluhkan keterbatasan pasokan listrik yang saat ini hanya tersedia sekitar enam jam per hari. Kondisi tersebut dinilai menghambat aktivitas ekonomi, terutama bagi nelayan yang membutuhkan listrik untuk menyimpan hasil tangkapan.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Michael Thungari menjelaskan bahwa pemerintah tengah mengupayakan peningkatan layanan listrik di wilayah kepulauan sebagai bagian dari program prioritas nasional.

“Sudah ada tim survei yang turun langsung ke Pulau Kalama untuk meninjau lokasi pembangunan pembangkit listrik tenaga hibrida. Siang hari akan menggunakan panel surya, sementara malam hari menggunakan mesin,” ujar Thungari.

Terkait permintaan revisi perda, Bupati menegaskan bahwa proses perubahan regulasi membutuhkan waktu dan harus melalui mekanisme bersama antara legislatif, eksekutif, dan masyarakat.

“Perubahan perda tidak bisa dilakukan dalam waktu singkat, namun akan kami kaji terlebih dahulu untuk melihat kemungkinan revisi,” katanya.

Sebagai langkah awal, pemerintah daerah berencana membangun pos jaga di sekitar lokasi sarang burung walet. Pembangunan tersebut akan dibiayai dari bagian hasil yang menjadi porsi pemerintah daerah.
Langkah itu disambut positif oleh masyarakat yang berharap adanya perhatian berkelanjutan dari pemerintah terhadap kebutuhan dasar dan kesejahteraan warga di wilayah kepulauan. (Andy Gansalangi)

Artikel ini telah dibaca 1,213 kali

Baca Lainnya

Siap-siap 12 Hari Internet dan Jaringan Telekomunikasi Terganggu

23 Juli 2026 - 19:11 WITA

Bupati Sangihe Buka Bimtek Pembelajaran Mendalam, Perkuat Peningkatan Mutu Pendidikan

22 Juli 2026 - 23:59 WITA

Curah Hujan Tinggi Picu Banjir dan Longsor di Sangihe, Warga Diminta Mengungsi ke Lokasi Aman

22 Juli 2026 - 21:52 WITA

Kominfo Sangihe Imbau Admin Grup Facebook Tolak Postingan dari Akun Palsu dan Anonim

22 Juli 2026 - 10:20 WITA

Kominfo Sangihe Petakan 43 Titik Blank Spot dan Low Signal, Masyarakat Diajak Aktif Laporkan Kondisi Jaringan

21 Juli 2026 - 08:23 WITA

Indonesia–Mindanao Perkuat Kerja Sama Ekonomi, Dukung Pembukaan Kembali Rute Davao–Manado

20 Juli 2026 - 23:23 WITA

Trending di Internasional