Menu

Mode Gelap
BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe

Sangihe · 10 Jun 2026 19:24 WITA ·

Siswahto Ajak Petugas Sensus Ekonomi 2026 Bekerja Penuh Tanggung Jawab


Siswahto Ajak Petugas Sensus Ekonomi 2026 Bekerja Penuh Tanggung Jawab Perbesar

Tahuna, Sulutnews.com – Pelatihan Petugas Sensus Ekonomi (SE) 2026 di Kabupaten Kepulauan Sangihe resmi ditutup pada Rabu (10/6/2026) bertempat di Tahuna Beach Hotel. Kegiatan selama tiga hari menjadi wadah membentuk dan menyiapkan tenaga petugas lapangan sebagai ujung tombak sensus ekonomi.


Pelatihan dilaksanakan dalam dua gelombang. Gelombang pertama diikuti oleh 78 peserta, sedangkan gelombang kedua diikuti oleh 94 peserta. Jumlah tersebut sudah termasuk panitia dan peserta sit-in. Pada masing-masing gelombang, peserta dibagi ke dalam tiga kelas pelatihan guna memastikan proses pembelajaran berjalan efektif.

Pelatihan ini bertujuan membekali petugas dengan pemahaman yang komprehensif mengenai konsep, definisi, serta prosedur pendataan Sensus Ekonomi 2026. Dengan bekal tersebut, para petugas diharapkan mampu melaksanakan tugas secara profesional, akurat, dan sesuai standar yang telah ditetapkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS).

Kepala BPS Kabupaten Kepulauan Sangihe, Eko Siswahto, menegaskan bahwa kualitas data yang dihasilkan dalam Sensus Ekonomi 2026 sangat bergantung pada kesiapan dan kompetensi petugas lapangan.

“Petugas lapangan merupakan ujung tombak keberhasilan Sensus Ekonomi 2026. Data yang dikumpulkan nantinya akan menjadi dasar bagi pemerintah dalam merumuskan berbagai kebijakan pembangunan ekonomi. Karena itu saya mengajak seluruh petugas untuk bekerja dengan penuh tanggung jawab, menjunjung tinggi integritas, menjaga kualitas data, serta melaksanakan tugas sesuai pedoman yang telah diberikan selama pelatihan,” ujar Siswahto.

Pada kesempatan penutupan, Siswahto juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah mengikuti pelatihan dengan baik. Ia berharap ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama pelatihan dapat diterapkan secara maksimal saat pelaksanaan pendataan di lapangan.

“Saya berharap seluruh petugas dapat menjaga semangat, disiplin, dan profesionalisme ketika bertugas. Jadilah petugas yang mampu membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat serta menghasilkan data yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan. Keberhasilan sensus ini bukan hanya keberhasilan BPS, tetapi juga kontribusi nyata bagi pembangunan daerah dan bangsa,” tambahnya.

Salah satu peserta pelatihan, Nalla Aulya Ponto, mengaku pelatihan yang diikuti sangat bermanfaat dalam mempersiapkan petugas sebelum turun ke lapangan.

“Kami merasa lebih siap menghadapi pelaksanaan sensus. Materi yang diberikan sangat bermanfaat bagi kami sebagai petugas pencacah lapangan karena sudah memberikan bekal yang cukup, baik dari sisi mental maupun teknis pendataan. Kami juga menjadi lebih memahami bagaimana proses pendataan yang akan dilakukan nantinya di lapangan,” katanya.

Hal senada disampaikan peserta lainnya, Meychindy Riane Takaheghesang. Menurutnya, pelatihan selama tiga hari memberikan pemahaman yang jelas mengenai tugas dan tanggung jawab petugas saat melakukan pendataan usaha.

“Setelah mengikuti pelatihan ini, kami lebih memahami apa yang harus dilakukan ketika turun ke lapangan untuk mendata usaha-usaha yang ada. Materi yang diberikan sangat membantu dan memudahkan kami dalam melaksanakan pendataan nantinya,” ujarnya.

Sementara itu, Jenie Oktavin Rahmawati Monok mengaku memperoleh banyak pengetahuan baru selama mengikuti pelatihan.

“Sebelum mengikuti pelatihan, kami belum memahami secara utuh konsep-konsep dalam Sensus Ekonomi. Namun setelah mendapatkan materi selama tiga hari, kami menjadi lebih paham mengenai prinsip-prinsip penting yang harus diterapkan saat melakukan pendataan. Kami belajar bagaimana mendata rumah tangga usaha, usaha online maupun usaha non-online secara benar sesuai konsep yang telah ditetapkan,” ungkapnya.

Menurut Jenie, hasil pendataan yang baik nantinya akan menjadi aset penting bagi pemerintah dalam melihat perkembangan dunia usaha di Kabupaten Kepulauan Sangihe.

“Kami berharap melalui pendataan ini berbagai potensi usaha yang ada di daerah dapat terdata dengan baik sehingga menjadi dasar bagi pemerintah untuk melakukan pembinaan dan pengembangan usaha masyarakat. Kabupaten Kepulauan Sangihe memiliki banyak peluang usaha yang perlu mendapat perhatian dan dukungan agar dapat berkembang lebih baik di masa mendatang,” tuturnya.

Dengan berakhirnya pelatihan tersebut, para petugas kini siap memasuki tahapan pendataan lapangan yang akan menjadi bagian penting dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Kabupaten Kepulauan Sangihe. (Andy Gansalangi)

Artikel ini telah dibaca 39 kali

Baca Lainnya

BMKG Verifikasi Data Tsunami di Talengen

10 Juni 2026 - 22:34 WITA

Gubernur Disorot Usai Gempa Sangihe, Tokoh Masyarakat Pertanyakan Empatinya

10 Juni 2026 - 13:54 WITA

BNPB Rilis Dampak Gempa M 7,7 di Sangihe, Pemkab Tetapkan Status Tanggap Darurat

10 Juni 2026 - 10:03 WITA

BPS Sangihe Latih 155 Petugas Sensus Ekonomi 2026

9 Juni 2026 - 16:55 WITA

Bupati dan Forkopimda Bahas Dampak Gempa Bumi dan Siapkan Aksi Bantu Warga Perbatasan

9 Juni 2026 - 16:42 WITA

Gempa Susulan Masih Terjadi, Ratusan Bangunan di Kecamatan Kepulauan Marore Terdampak

9 Juni 2026 - 12:26 WITA

Trending di Sangihe