Menu

Mode Gelap
BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe

NTT · 22 Nov 2024 22:07 WITA ·

Lapangan Holoama Dipenuhi Sampah Usai Kegiatan Paket Lentera, Warga Kecewa


Lapangan Holoama Dipenuhi Sampah Usai Kegiatan Paket Lentera, Warga Kecewa Perbesar

Rote ndao,Sulutnews.com – Kamis, 22 November 2024 Lapangan Holoama yang memiliki luas 8.400 meter persegi, sering menjadi tempat berlangsungnya berbagai kegiatan besar. Dengan kapasitas daya tampung sekitar 16.800 orang dalam kondisi penuh, lapangan ini menjadi lokasi strategis untuk acara publik. Namun, warga Holoama mengungkapkan kekecewaan mendalam setelah kegiatan dari tim pemenangan Paket Lentera meninggalkan lapangan dalam kondisi penuh sampah.

Salah seorang warga Holoama yang tidak ingin disebutkan namanya mengungkapkan, “Kalau setiap orang membutuhkan 0,5 meter persegi, kapasitas lapangan sekitar 16.800 orang. Tapi kalau hanya sepertiga yang digunakan, daya tampung maksimal sekitar 6.000 hingga 7.000 orang. Sayangnya, lapangan ini malah ditinggalkan dengan tumpukan sampah berserakan tanpa dibersihkan.”

Menurut warga, hal ini mencerminkan kurangnya tanggung jawab dari pihak yang menggunakan fasilitas tersebut. “Paket Lentera dan seluruh tim pengurusnya seharusnya lebih peduli. Ketika sudah menggunakan lapangan ini untuk kepentingan mereka, mestinya mereka bertanggung jawab membersihkan. Kalau seperti ini, apa kata dunia?” ucap warga dengan nada kesal.

Kekecewaan masyarakat tidak hanya terkait kebersihan, tetapi juga soal kepedulian terhadap lingkungan. Sebagai ruang publik, Lapangan Holoama memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat, dan perlakuan seperti ini dianggap merugikan semua pihak.

Warga berharap ke depannya ada regulasi atau aturan yang mengharuskan setiap penyelenggara acara bertanggung jawab membersihkan lapangan setelah digunakan. “Jangan hanya memanfaatkan, tapi lupa menjaga,” tegas warga lain yang turut prihatin.

Pihak pengurus lapangan dan masyarakat setempat kini tengah mempertimbangkan langkah lebih tegas untuk mencegah insiden serupa terjadi lagi di masa mendatang.

Reporter ; Dance henukh

Artikel ini telah dibaca 1,467 kali

Baca Lainnya

Resmi Dua Juni Pengumuman Kelulusan: Momen Berharga bagi Siswa UPTD SMP Negeri 2 Lobalain

28 Mei 2026 - 19:10 WITA

Di Rumah Jabatan Bupati Rote Ndao Segera Diadakan Festival Keluarga Malole: Wujudkan Pengasuhan Penuh Kasih dan Disiplin Positif

22 Mei 2026 - 17:25 WITA

Anggaran Rp927 Juta untuk Tenaga Outsourcing Rumah Jabatan

21 Mei 2026 - 00:15 WITA

Melayani Profesional Terpercaya Azis Barawasi Berikan Kepastian Hukum Hak Tanah Masyarakat

20 Mei 2026 - 17:19 WITA

Proses Penerbitan Sertipikat Tanah di Kantor Pertanahan Rote Ndao

20 Mei 2026 - 16:41 WITA

Merasa Kebal Hukum Tarik Motor yang Hampir Lunas, Konsumen Diarahkan Kredit Baru Pakai Nama Orang Lain

20 Mei 2026 - 16:04 WITA

Trending di Internasional