Menu

Mode Gelap
DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe Pangdam XIII/Merdeka Gelar Coffee Morning Bersama Insan Media Sulut, Sampaikan Konsep Pentahelix Akhirnya, Bupati Sangihe Lakukan Ground Breaking Jalan Lenganeng–Bawongkulu Dihadiri 500 Lebih Ekonom, Pleno ISEI Ke-XXIV Serukan Penguatan Peran Negara Hadapi Tantangan Ekonomi Global

NTT · 10 Jun 2025 10:28 WITA ·

Kebohongan Anggaran: Dugaan Penyelewengan Dana Bantuan Irigasi di Rote Ndao


Foto : Kabid Kelembagaan, Sarana dan Prasarana Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Rote Ndao, Folkes Panie. Perbesar

Foto : Kabid Kelembagaan, Sarana dan Prasarana Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Rote Ndao, Folkes Panie.

Rote Ndao,Sulutnews.com — Kasus dugaan penyelewengan dana bantuan irigasi mesin perpompaan di Kelurahan Mokdale, Kecamatan Lobalain, Kabupaten Rote Ndao, semakin menguat. Bantuan yang seharusnya meningkatkan produktivitas pertanian, justru terindikasi disalahgunakan oleh oknum Kabit Pertanian Folkes Panie Alias Fol Panie.

Pada tahun 2024, Kelompok Tani Sejahtera yang dipimpin Bapak Frans Otto menerima bantuan irigasi perpompaan dari Kementerian Pertanian Pusat. ” Informasi bantuan disampaikan oleh Folkes Panie, Kabid Pertanian Kabupaten Rote Ndao. Bantuan senilai lebih dari Rp 200 juta tersebut meliputi mesin pompa Kubota 8.5 HP, lebih dari 100 batang pipa berukuran 3 dim, sambungan pipa, stop kran, dan biaya upah kerja (HOK) untuk pembangunan rumah pompa.

Namun, kenyataan pahit justru dialami Kelompok Tani Sejahtera. ” Mesin dan aksesorisnya tidak berfungsi dengan baik. Lebih mengejutkan lagi, “kelompok tani mengaku sama sekali tidak dilibatkan dalam proses pengadaan. Bapak Frans Otto .”menegaskan bahwa kelompoknya hanya menerima barang yang sudah jadi,” dan itu pun dalam kondisi tidak layak pakai. Dugaan kuat mengarah pada Folkes Panie Alias Fol Panie yang diduga terlibat dalam proses pengadaan yang tidak transparan.

Ketidakjelasan ini menimbulkan kecurigaan kuat adanya penyelewengan dana. Kemana larinya dana ratusan juta rupiah tersebut? Pertanyaan ini mendesak untuk dijawab. Transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana bantuan menjadi krusial. Proses pengadaan yang diduga dilakukan oleh Folkes Panie dan Frid Suek perlu diinvestigasi secara menyeluruh.

Pemerintah Kabupaten Rote Ndao dan aparat penegak hukum harus segera bertindak. Investigasi yang independen dan transparan sangat diperlukan untuk mengungkap kebenaran, memperoleh keadilan bagi Kelompok Tani Sejahtera, dan memberikan efek jera bagi pelaku. Kasus ini menjadi bukti nyata perlunya pengawasan yang lebih ketat dalam penyaluran dana bantuan pemerintah agar tepat sasaran dan tidak disalahgunakan. Kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah akan semakin tergerus jika kasus seperti ini dibiarkan tanpa penyelesaian yang adil dan tuntas.

Folkes Panie alias Fol Panie di konfirmasi Senin 9 Juni hingga dengan selasa 10 Juni 2025 tidak merespon pertanyaan media hingga berita ini di tayangkan.

Reporter: Danche Henukh

Artikel ini telah dibaca 5,075 kali

Baca Lainnya

Bertemu Kapolda NTT, Memacu Bripka Sumantri Untuk Terus Bekerja Maksimal

14 April 2026 - 11:15 WITA

Debat Pandangan Ammy Amelia Plt Bupati Cilacap: Haruskah KPK Memberi Peringatan Sebelum Melakukan OTT?

4 April 2026 - 08:18 WITA

Bupati Paulus Henuk Bersama Dirjen KKP Dan Perwakilan PLN Pertamina Patra Niaga Energi, Garam, dan Harapan dari Timur

2 April 2026 - 07:59 WITA

Usman Husin Dorong Perhutanan Sosial NTT Sebagai Motor Perekonomian Masyarakat

1 April 2026 - 17:49 WITA

Di Balik Jubah Pdt. David Selan Di duga ada perbuatan melawan hukum Dengan Salah satu Pengerja

31 Maret 2026 - 12:07 WITA

DIDUGA WM STAF PUSKESMAS OELE HINA TETANGGA, DILAPORKAN KE POLSEK ROTE SELATAN

30 Maret 2026 - 19:48 WITA

Trending di Hukrim