MANADO Sulutnews.Com – Sukses pemerintahan OD-SK menjadikan Sulawesi Utara menjadi Hebat di hampir 10 tahun memimpin, ternyata belum diikuti keberhasilan management Bank SulutGo yang saat ini diawaki oleh jajaran Direksi dibawah kepemimpinan Direktur Utama Revino M Pepah. Ini terbukti dari peryataan Gubernur Olly Dondokamney saat menyampaikan laporannya terkait KUA PPAS APBD Sulut tahun 2025 pada rapat paripurna DPRD Sulut Senin (22/7/2024) yang menyampaikan jika kondisi Bank SulutGo dilevel mengkuatirkan akibat modal yang disyaratkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mewajibkan Bank kebanggaan masyarakat Sulut ini harus memiliki Modal sebesar Rp 3 Triliun dengan batas waktu hingga tahun 2024 ini belum terpenuhi.
“Saya juga melaporkan diksempatan baik ini, terkait Bank SulutGo. Karna peraturan OJK menyatakan bahwa Bank Pembangunan Daerah sampai dengan berakhir tahun 2024 harus memiliki modal penyertaan sebesar Rp 3 Triliun, namun sampai saat ini Bank SulutGo baru sampai Rp,1,7 Triliun jadi kita masih kekurangan Rp.1,3 Triliun,” ungkap Dondokambey.
Gubernur juga mengatakan dengan kondisi tersebut pemerintah Sulawesi Itara sebagai pemegang saham tertinggi harus berupaya untuk memenuhi peraturan otoritas jasa keuangan.” Saya berharap Bapak Ibu Pimpinan DPRD mohon ini menjadi catatan agar semua tidaj dibelanjakan dan ikut menambah penyertaan modal. Karena jika tidak memenuhi target, Bank SulutGo akan menjadi Bank Pembangunan Rakyat,” kata Dondokambey.
Sementara itu saat dikonrirmasih lewat WastApp, Direktur Utama Bank SulutGo Revino S Pepah menyatakan pihaknya sudah melakukan upaya agar syarat OJK dapat terpenuhi sesuai batas waktu.”Dengan adanya KUB, maka batas waktu tidak berlaku lagi,” jawab Pepah singkat.(josh tinungki)







