Menu

Mode Gelap
Ferdinand Gansalangi Resmi Dilantik Menteri Diktisaintek sebagai Direktur Polnustar Periode 2026–2030 BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan

Hukrim · 22 Agu 2024 05:40 WITA ·

Dugaan “Uang Pelicin” di Balik Pengiriman Tahanan Malam Hari : Kornelis Keli Diduga Terima Pelicin Di Balik Tembok Penjara


Dugaan “Uang Pelicin” di Balik Pengiriman Tahanan Malam Hari : Kornelis Keli Diduga Terima Pelicin Di Balik Tembok Penjara Perbesar

Rote Ndao,Sulutnews.com – Sebuah dugaan kuat mencuat terkait praktik tidak wajar yang dilakukan oleh Kornelis Keli, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas III Ba’a. Kornelis Keli diduga terlibat dalam praktik penerimaan uang “pelicin” yang berkaitan dengan pengiriman tahanan dari Kejaksaan Negeri Rote Ndao pada malam hari, di luar jam kerja resmi.

Peristiwa yang menimbulkan tanda tanya ini terjadi pada beberapa kesempatan, di mana tahanan titipan dari Kejaksaan diterima di Lapas Ba’a pada malam hari, antara pukul 8 hingga 10 malam. Kejadian ini bukan hanya terjadi sekali, tetapi telah terpantau oleh media sejak beberapa bulan terakhir, yakni pada bulan Juli, dan Agustus 2024 Dalam kurun waktu tersebut, tercatat beberapa tahanan titipan Kejaksaan kerap diantar ke Lapas Ba’a pada jam-jam yang tidak lazim, yang mana seharusnya proses administrasi seperti ini dilakukan pada jam kerja resmi.

Pada Kamis malam,  sebuah kejadian serupa kembali terjadi, di mana tim Pidana Umum (Pidum) Kejaksaan Negeri Rote Ndao mengantar sembilan tahanan lagi ke Lapas Rote Ndao menggunakan mobil tahanan resmi milik Kejaksaan. Kondisi ini semakin menguatkan dugaan adanya “uang pelicin” yang diterima oleh Kornelis Keli untuk menerima tahanan di luar jam kerja normal.

Sementara itu, masyarakat dan berbagai pihak mulai mempertanyakan integritas Kornelis Keli sebagai Plt Kalapas Ba’a. Apakah tindakan menerima tahanan di luar jam kerja ini merupakan bagian dari prosedur yang sah atau justru bentuk penyimpangan? Mengapa pihak Kejaksaan Negeri Rote Ndao bersikeras mengirim tahanan pada jam-jam malam hari? Pertanyaan-pertanyaan ini semakin memperkeruh situasi dan menimbulkan spekulasi bahwa praktik-praktik tidak wajar sedang terjadi di balik dinding Lapas Ba’a.

Dalam konteks ini, Marciana Dominika Jone, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), didesak untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja Kornelis Keli. Publik meminta agar setiap dugaan pelanggaran yang dilakukan segera ditindaklanjuti, dan bila terbukti, maka tindakan tegas harus diambil untuk menjaga integritas institusi hukum.

Di sisi lain, meskipun berbagai pihak telah berusaha untuk mengkonfirmasi dugaan ini, Kornelis Keli hingga saat ini masih belum memberikan respons apa pun. Berulang kali konfirmasi dilakukan, namun Plt Kalapas Rote Ndao ini memilih bungkam, menambah kecurigaan publik akan adanya sesuatu yang disembunyikan.

Berita ini juga menarik perhatian sejumlah aktivis anti-korupsi di wilayah Rote Ndao dan NTT. Mereka mendesak pemerintah pusat untuk turun tangan, memastikan bahwa hukum ditegakkan tanpa pandang bulu, terutama di lingkungan lembaga pemasyarakatan yang seharusnya menjadi benteng terakhir keadilan.

Jika dugaan ini benar, maka kasus ini bukan hanya mencoreng nama baik lembaga pemasyarakatan, tetapi juga mengikis kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum di daerah tersebut. Masyarakat berharap, kasus ini segera ditindaklanjuti dengan transparansi dan keadilan.

Reporter: Dance Henukh

Artikel ini telah dibaca 1,758 kali

Baca Lainnya

Beni Mulik Yang Minta Media Tulis Tambah Resmi Ditahan, Penyidik Polres Rote Ndao Serahkan Tersangka dan Barang Bukti ke Kejaksaan

21 Agustus 2026 - 20:18 WITA

Curi Rp33 Juta di BRILink Kendari, T.B. Akui 33 TKP Pencurian Sejak 2019

21 Agustus 2026 - 19:55 WITA

Brigadir Yasir Mukhtadi Lubis Batal Jadi Tersangka, Umar Sagala : Kajari Labuhanbatu Selatan Punya Integritas dan Semua Sudah Berjalan Dengan Proses Hukum

10 Agustus 2026 - 16:48 WITA

Mantan AKBP Achirudin Hasibuan Dilaporkan ke Polda Sumut Usai Aniyaya Wartawan

27 Juni 2026 - 21:39 WITA

Polres Asahan Amankan 9 Kg Sabu dan Dua Kurir Dibekuk

15 Juni 2026 - 23:51 WITA

Resmi Dua Juni Pengumuman Kelulusan: Momen Berharga bagi Siswa UPTD SMP Negeri 2 Lobalain

28 Mei 2026 - 19:10 WITA

Trending di NTT