Tahuna, Sulutnews.com – Partai Amanat Nasional (PAN) di Kabupaten Kepulauan Sangihe menunjukkan geliat berbeda menjelang kontestasi politik 2029. Partai besutan Zulkifli Hasan ini kini dipimpin oleh srikandi lokal, Crist Meity Pontoh (CMP), yang dinilai tengah membangun kekuatan secara senyap namun terstruktur.
Sejumlah pengamat politik lokal mulai menangkap sinyal pergerakan PAN yang tidak terlalu mencolok di permukaan, tetapi intens dalam konsolidasi internal dan komunikasi lintas tokoh.
Menurut Ance Kahumata, salah satu pentolan Partai Golkar di Sangihe, kehadiran PAN saat ini tidak bisa dipandang sebelah mata. Ia menilai strategi “diam bergerak” yang diterapkan justru menjadi kekuatan tersendiri.
“PAN ini kelihatannya tenang, tapi sebenarnya mereka sedang menyusun langkah besar. Strategi seperti ini seringkali justru lebih efektif karena lawan tidak mudah membaca arah geraknya. Kalau konsolidasi mereka solid, bukan tidak mungkin akan jadi kuda hitam di 2029,” ujar Kahumata.
Ia juga mengungkapkan bahwa dinamika politik di Sangihe mulai menunjukkan pergeseran, di mana sejumlah kader dari partai besar hingga tokoh masyarakat mulai menjalin komunikasi dengan PAN.
“Sekarang ini saya lihat ada pergerakan yang cukup menarik. Beberapa figur yang selama ini identik dengan partai lain mulai membuka komunikasi. Ini indikasi bahwa PAN sedang membangun poros baru, dan kalau ini terus berkembang, peta politik Sangihe bisa berubah signifikan,” lanjutnya.
Kahumata menambahkan, kepemimpinan CMP dinilai membawa pendekatan berbeda yang sulit ditebak oleh lawan politik.
“Gaya kepemimpinan CMP ini unik. Tidak banyak bicara di publik, tapi kerja di lapangan jalan. Ini yang membuat lawan sulit membaca. Biasanya model seperti ini justru yang bisa menciptakan kejutan,” katanya.
Sementara itu, Ketua PAN Sangihe, Crist Meity Pontoh, menegaskan bahwa dirinya hanya fokus menjalankan amanat partai dan bekerja untuk masyarakat.
“Kami di PAN tidak ingin banyak berisik, yang penting kerja nyata. Amanat partai jelas, bagaimana kami hadir untuk rakyat dan membuka ruang perjuangan yang lebih luas bagi masyarakat Sangihe,” ujarnya.
CMP juga menyinggung posisi strategis kader PAN di tingkat nasional yang menurutnya menjadi modal penting dalam memperjuangkan aspirasi daerah, terutama dengan keterlibatan PAN dalam pemerintahan Prabowo Subianto.
“Keberadaan kader PAN di pusat tentu menjadi jembatan bagi daerah. Ini peluang yang harus dimanfaatkan untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat Sangihe, baik dari sisi pembangunan maupun kebijakan,” tambahnya.
Lebih lanjut, CMP mengungkapkan bahwa pihaknya terus membangun komunikasi dengan berbagai tokoh penting di Sangihe sebagai bagian dari konsolidasi politik.
“Kami membuka ruang komunikasi dengan siapa saja.
Tujuannya bukan sekadar membesarkan partai, tetapi memastikan bahwa perjuangan politik benar-benar berdampak pada kesejahteraan masyarakat. PAN ingin menjadi rumah bersama bagi semua elemen yang punya visi membangun Sangihe,” tutupnya.
(Andy Gansalangi)







