Menu

Mode Gelap
Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe Pangdam XIII/Merdeka Gelar Coffee Morning Bersama Insan Media Sulut, Sampaikan Konsep Pentahelix Akhirnya, Bupati Sangihe Lakukan Ground Breaking Jalan Lenganeng–Bawongkulu

Manado · 18 Okt 2024 21:49 WITA ·

Analisa Hukum Kasus Korupsi dana GD-OTA, Status Terdakwa Membayangi E2L


Oplus_131072 Perbesar

Oplus_131072

MANADO,Sulutnews.com – Melihat amar putusan Perkara No. 06/Pid.Sus/ 2011/PN.Mdo yang bunyinya menerima keberatan penasihat hukum terdakwa dan menyatakan tuntutan penuntut umum tidak dapat diterima, karena putusan perkara di atas tidak bisa di akses di Direktori Putusan Mahkamah Agung jadi analisa hukum dalam putusan MA Nomor 741 K/Pid.Sus/2013 bukan putusan Bebas atau Lepas, sehingga diasumsikan perkara terdapat Eksepsi / keberatan dari Penasihat Hukum Terdakwa tetapi bukan pada agenda eksepsi surat dakwaan melainkan penasihat hukum menuangkan eksepsi dalam Pledoi atau pembelaan, sehingga terjadi putusan sela yang di putus di putusan akhir. Melihat uraian tuntutan dari penuntut umum dapat disimpulkan perkara No. 06/Pid.Sus/2011/PN.Mdo telah dilakukan pemeriksaan saksi dan terdakwa, sehingga perkara a-quo sudah masuk pada pokok namun amar putusan PN berupa putusan sela jadi belum ada putusan terkait pokok perkara.

“Terhadap Putusan MA nomor 741 K/Pid.Sus/2013 Seharusnya MA melakukan perbaikan dengan mengadili sendiri atas putusan PN Manado alasanya karena amar putusan PN Manado adalah putusan akhir yang berisi putusan sela sebagaimana di atur dalam pasal 253 ayat (1) kuhap,” jelas Reyner Timothy Danielt, SH, Koordinator Koalisi Advokat Bela Negara Sulut

Juga dijelaskan Reyner, kesimpulan putusan Korupsi E2L dalam Putusan PN Manado Nomor 06/Pid.Sus/2011/PN.Mdo dan Putusan Kasasi Nomo 741 K/Pid.Sus/2013 bukanlah putusan *bebas atau lepas* karena belum terdapat putusan terkait dengan perbutan materil yang sudah diperiksa sehingga yang menjadi pertanyaan jika perkara ini diajukan kembali apakah akan ne bis in idem atau tidak,” ungkap Reyner sambil menambahkan untuk kejelasan dan kepastian hukum terhadap kasus ini harus ada pendapat Fatwa Mahkamah Agung.(josh tinungki)

Artikel ini telah dibaca 1,306 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

2 Ronde Penentu Langkah GABMO Menuju Final GBOT 6

2 Mei 2026 - 08:24 WITA

Dikda Sulut Berikan Apresiasi 36 Sekolah Ikut SMK Expo Banyak Karya Siswa Berkualitas Yang Dipamerkan

1 Mei 2026 - 23:02 WITA

Momentum Hardiknas 2026 Dikda Sulut Lakukan SMK Expo dan Lomba Seni Budaya Serta Olahraga

30 April 2026 - 23:23 WITA

Staf Khusus Gubernur Bidang Pendidikan Prof Grevo Gerung: Membangun Kualitas Pendidikan Harus Dari PAUD dan Perlu Kolaborasi Semua Pihak

30 April 2026 - 23:14 WITA

Kepsek Meryanti Taengetan Banga 458 Siswa SMK Negeri 2 Kota Bitung Dinyatakan Berkompeten Usai Ikut UKK 12 Program Keahlian

30 April 2026 - 11:05 WITA

Pusat Studi Kepolisian Polda Sulut Gelar FGD Implementasi Penerapan UU KUHP dan KUHAP Baru

30 April 2026 - 07:35 WITA

Trending di Hukrim