Tahuna, Sulutnews.com – Aktivitas tambang di Desa Bowone, Kecamatan Tabukan Selatan Tengah, menelan korban. Berdasarkan informasi sementara yang dihimpun, dua orang pekerja dilaporkan tertimbun material galian saat melakukan aktivitas di lokasi tambang, Jumat (22/08/2025).

Peristiwa nahas tersebut terjadi ketika sebagian area galian mengalami longsor. Kondisi tanah yang labil akibat pengerukan diduga menjadi penyebab utama runtuhnya material. Hingga kini, tim gabungan bersama masyarakat setempat masih berupaya melakukan pencarian dan evakuasi korban.

Warga sekitar menuturkan, aktivitas tambang di Bowone sudah lama menimbulkan kekhawatiran. Selain membahayakan pekerja, pengerukan tanah yang masif juga telah menyebabkan kerusakan lingkungan, seperti lereng yang terjal dan aliran air yang tercemar.
“Kalau dibiarkan, tambang ini bisa terus memakan korban. Tanahnya sudah rusak parah,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.
Pemerintah daerah diminta segera turun tangan untuk melakukan evaluasi, sekaligus mengambil langkah tegas terkait keberadaan tambang tersebut. Pasalnya, kondisi di lapangan menunjukkan potensi ancaman yang bisa kembali merenggut nyawa kapan saja jika tidak segera ditangani.

Hingga berita ini diturunkan, proses evakuasi masih berlangsung dan pihak berwenang belum merilis identitas resmi dua korban yang tertimbun. (Andy Gansalangi)





