Bolmong Utara, Sulutnews.com – Asisten II Pemkab Bolmong Utara DR. Hi. Abdul Nazarudin Maloho, S.Pd, M.Si membuka secara resmi Penyusunan Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) untuk Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bolaang Mongondow Utara tahun 2025-2029. Acara ini berlangsung di Aula Kantor Lingkungan Hidup, bertujuan untuk mengintegrasikan pertimbangan lingkungan ke dalam perencanaan pembangunan daerah. Rabu (04/06/2025).
KLHS RPJMD merupakan analisis sistematis, menyeluruh, dan partisipatif yang menjadi dasar untuk memastikan bahwa pembangunan berkelanjutan terintegrasi dalam RPJMD.
“Konsultasi Publik II dalam penyusunan KLHS RPJMD (Kajian Lingkungan Hidup Strategis Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah) Bolmong Utara adalah sebuah proses partisipatif yang penting. Guna memastikan bahwa proses penyusunan perencanaan pembangunan daerah melibatkan berbagai pihak yang terkait, termasuk masyarakat dan ahli, sehingga menghasilkan perencanaan yang lebih komprehensif, berkelanjutan, dan berwawasan lingkungan,” ungkap Maloho.
Pemandu acara ini Dr. Veybi Djoharam, S.Si, dalam jabatan sebagai Analis Sistem Mutu dan Lingkup, Dinas Lingkungan Hidup Bolmong Utara sebagai pembuka dialog peran konsultasi publik merupakan wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan masukan, saran, dan aspirasi terkait perencanaan pembangunan daerah. Ini memastikan bahwa perencanaan tidak hanya berbasis kebijakan pemerintah, tetapi juga mempertimbangkan kebutuhan dan kepentingan masyarakat secara langsung.
Menurut Kadis Lingkungan Hidup Bolmong Utara DR. Moh. Hadiyat Panigoro, M.Si mengungkapkan, KLHS bertujuan untuk mengintegrasikan pertimbangan lingkungan ke dalam seluruh aspek perencanaan pembangunan. Konsultasi publik II ini membantu memastikan bahwa pembangunan daerah tidak hanya fokus pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga mempertimbangkan dampak lingkungan dan sosial.
“Konsultasi publik II juga berfungsi untuk menyempurnakan dan memvalidasi hasil KLHS yang telah disusun. Masukan dari para ahli dan peserta konsultasi dapat digunakan untuk memperbaiki kualitas dokumen KLHS, sehingga menghasilkan perencanaan yang lebih akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.” Ungkapnya.
Tim ahli yang membantu KLHS RPJMD Prof. DR. Syawarni Canon, M.Si (Ahli Ekonomi) Universitas Negeri Gorontalo dalam program harus mengintegrasikan tujuan pembangunan berkelanjutan (TPB) yang berkaitan dengan lingkungan, ekonomi, dan sosial. Konsultasi publik ini bertujuan untuk memastikan bahwa tujuan TPB ini dapat terwujud dalam perencanaan pembangunan daerah.
“Konsultasi publik juga dapat memperkuat koordinasi antar OPD (Organisasi Perangkat Daerah) dalam perencanaan pembangunan berkelanjutan. Dengan adanya koordinasi yang baik, diharapkan dapat menghindari dampak negatif kebijakan atau program terhadap lingkungan hidup,” ujarnya.
Konsultasi publik membantu menciptakan dokumen perencanaan yang berkualitas, yang mengakomodir kepentingan seluruh masyarakat dan dapat diimplementasikan untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan.
Dalam konsultasi publik II di Bolmong Utara 2025 misalnya, berbagai pihak yang terlibat dapat memberikan masukan mengenai bagaimana pembangunan industri dapat dilakukan dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan, atau bagaimana pembangunan infrastruktur dapat dilakukan tanpa mengorbankan ruang terbuka hijau. Masukan-masukan tersebut akan digunakan untuk menyempurnakan dokumen KLHS RPJMD sehingga dapat menjadi dasar bagi perencanaan pembangunan daerah yang berkelanjutan.
Dengan kata lain, Konsultasi Publik II Tahun 2025 adalah untuk menciptakan proses perencanaan yang lebih transparan, partisipatif, dan berkelanjutan.
Konsultasi ini memastikan bahwa pembangunan daerah tidak hanya fokus pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga mempertimbangkan kepentingan lingkungan dan sosial, sehingga dapat mencapai pembangunan yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan.
“Kelemahan UMKM umumnya mencakup keterbatasan modal, manajemen, SDM, dan akses pasar, serta kurangnya inovasi dan adaptasi teknologi. Selain itu, persaingan mekanisme pasar yang ketat, sehingga produk UMKM lebih mahal dari pruduk di pasar swalayan. Banyak UMKM di Gorontalo gulung tikar,” ungkap Prof. Sawarni Canon.
Dari sudut pandang berbeda, Tim Ahli Sistim Informasi Geografis dari UNG, DR. Eng. Sri Maryati, S.Si, dalam Sistem Informasi Geografis (SIG) berfokus pada pemahaman dan penerapan data spasial untuk memahami dan mengelola dunia di sekitar kita. SIG memungkinkan visualisasi, analisis, dan pemodelan informasi geografis, membantu kita memahami hubungan antara manusia dan lingkungan, serta membantu dalam pengambilan keputusan untuk berbagai masalah.
SIG memvisualisasikan data geografis dalam bentuk peta, sehingga kita bisa melihat dan memahami hubungan antara fenomena-fenomena geografis seperti topografi, penggunaan lahan, dan fasilitas publik.
Dalam integrasi data dalam SIG memungkinkan penggabungan data dari berbagai sumber, baik data spasial (peta, citra satelit) maupun data atribut (data non-spasial) seperti data statistik, data demografi, dan data sosial, untuk memberikan gambaran yang lebih komprehensif tentang suatu wilayah.
Isu Lingkungan menjadi fokus dialog ini meliputi degradasi lahan akibat kegiatan budidaya, kurang optimalnya progam adaptasi dan mitigasi mengahadapi perubahan iklim dan penanganan kebencanaan, kurangnya Ruang Terbuka Hijau, penurunan kualitas air, penurunan kuantitas/ debit air baku, pengelolaan persampahan dan limbah B3 belum optimal, pelayanan air minum dan sanitasi belum optimal.
Isu Sosial antara lain adanya konflik masyarakat. Isu ekonomi terdapat angka kemiskinan dan permukiman kumuh, adanya kesenjangan, permasalahan ketenagakerjaan, kerentanan ketahanan pangan.
Kerusakan Lahan Akibat Pertambangan Dan Penggalian Ilegal, Pengolahan Limbah B3 yang belum optimal, minim ketersediaan dan distribusi air minum.
Presentasi Sekda Bolmong Utara tentang IPM Bolaang Mongondow Utara tumbuh secara konsisten dan semakin membaik. IPM tahun 2024 mencapai 71,66 atau tumbuh 0,97 persen dibandingkan tahun 2023. Pertumbuhan IPM 2024 lebih tinggi dibandingkan tahun 2023 dan merupakan pertumbuhan tertinggi selama tahun 2020-2024. Peningkatan ini didukung oleh perbaikan di seluruh indikator pembentuknya.
“IPM tahun 2024 Bolmong Utara masuk dalam kategori tinggi, yaitu pada rentang 70 – 80,” kata Sekda Jusnan. *** GG











