
Bolmut, Sulutnews.com – Pemkab Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) dan masyarakat adat menunggu kedatangan pasangan kepala daerah Dr. Sirajudin Lasena (SJL) dan Moh. Aditya Pontoh (MAP) periode 2025-2030, setelah dilantik di Istana Presiden oleh Prabowo Subianto pada tanggal 20 Februari 2025. Jumat (21/02/2025).
Terlihat di teras kantor bupati bertebaran ucapan selamat atas dilantiknya pemimpin daerah yang terpilih secara demokratis di Pilkada Bolmong Utara 2024.


Assisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Rachmat R Pontoh, SH.M.Si, mengatakan proses kedatangan bupati dan wakil bupati sesuai jadwal dari Kementerian Dalam Negeri RI Nomor 100.2.1.3/644/SJ tertanggal 11 Februari 2025.
Menurut Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto menyampaikan para kepala daerah saja yang akan mengikuti agenda retret selama sepekan penuh di Magelang pada 21 hingga 28 Februari 2025. Sementara para wakilnya hanya diminta hadir sehari menjelang penutupan.
Kedatangan Wakil Bupati Bolmong Utara Moh. Aditya Pontoh sesuai musyawarah adat akan melaksanakan prosesi adat “mopohabaru” (memberi khabar) adalah prosesi adat yang dilaksanakan oleh Aliansi Lembaga Adat Kabupaten Bolaang Mongondow Utara menjelang Puasa Ramadhan dan Idul Fitri.

Dalam prosesi adat tersebut, Aliansi Lembaga Adat Kabupaten Bolmut akan memberitahukan atau menyampaikan kabar kepada Bupati Bolmut dan Wakil Bupati (Ki Doni Pangulu) tentang awal berpuasa ramadhan.
Berdasarkan kalender Islam Hijriah tahun 2025 yang diterbitkan oleh Kemenag, 1 Ramadhan 1446 H diperkirakan akan jatuh antara tanggal 28 Februari atau 1 Maret 2025. Namun, tanggal pasti masih menunggu hasil sidang isbat yang akan dilaksanakan mendekati akhir bulan Syaban.
Ketua Harian Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Kaidipang Romi Lantapa, kedatangan Wakil Bupati Bolmong Utara Moh. Aditya Pontoh adalah simbol Ki Doni Pangulu sebagai pemegang adat istiadat masyarakatnya.
“Bagi masyarakat adat Bolmong Utara, kepala daerah dan wakil kepala daerah adalah cerminan pemerintah formal yang memimpin masyarakatnya di bawah nilai-nilai adat,” ujarnya. *** GG





