Menu

Mode Gelap
Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe Pangdam XIII/Merdeka Gelar Coffee Morning Bersama Insan Media Sulut, Sampaikan Konsep Pentahelix Akhirnya, Bupati Sangihe Lakukan Ground Breaking Jalan Lenganeng–Bawongkulu Dihadiri 500 Lebih Ekonom, Pleno ISEI Ke-XXIV Serukan Penguatan Peran Negara Hadapi Tantangan Ekonomi Global Breaking : Guru SMP di Rote Ndao Diduga Lakukan Pelecehan Seksual di Depan Siswa Lain, Rok Korban Sampai Robek!

Rote Ndao · 17 Apr 2026 06:45 WITA ·

Masa Robohkan Pintu Gerbang DPRD Rote Ndao Dan Memporak-poranda Ruang Sidang Paripurna


Masa Robohkan Pintu Gerbang DPRD Rote Ndao Dan Memporak-poranda Ruang Sidang Paripurna Perbesar

Reporter : Dance Henukh

Rote Ndao.Sulutnews.com – Suasana yang semula tenang di kompleks Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Rote Ndao berubah menjadi heboh dan tegang, ketika gelombang massa datang dengan amarah yang meluap-luap. Dalam aksi yang penuh emosi, pintu gerbang utama yang menjadi simbol batas kekuasaan legislatif itu akhirnya roboh diterjang desakan massa, sementara kerusakan juga terjadi hingga ke dalam ruang sidang paripurna yang menjadi jantung pembahasan kebijakan daerah.

Peristiwa ini terjadi pada Senin, 13 April 2026, ketika sekelompok masyarakat yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Pesisir Barat Rote, didukung oleh elemen mahasiswa, bergerak menuju kantor DPRD. Aksi ini merupakan kelanjutan dari tuntutan yang sebelumnya ditujukan kepada eksekutif, namun karena tidak mendapatkan respons yang memuaskan, maka kemarahan dialihkan kepada lembaga perwakilan rakyat.

Massa yang berkumpul di depan gerbang tidak lagi sabar menunggu. Teriakan tuntutan bergema keras, meminta agar wakil rakyat keluar dan mendengar aspirasi mereka. Ketika pintu tetap tertutup dan tidak ada upaya dialog yang memadai, suasana semakin memanas. Dengan kekuatan bersama, gerbang besi yang kokoh itu akhirnya didorong hingga ambruk dan terlepas dari engselnya. Suara dentuman besi beradu dengan teriakan massa menandai titik balik aksi yang semakin tak terkendali.

Tidak berhenti di situ, massa kemudian menerobos masuk ke halaman dan gedung kantor DPRD. Kemarahan yang terpendam meledak, menyebabkan kerusakan di berbagai titik, termasuk di dalam ruang sidang paripurna. Meja, kursi, dan peralatan yang ada di dalam ruangan tersebut menjadi sasaran amarah, hingga kondisi ruangan yang biasanya tertib dan formal itu kini terlihat porak-poranda. Bagi para pengunjuk rasa, tindakan ini bukan sekadar perusakan, melainkan bentuk protes ekstrem terhadap apa yang mereka anggap sebagai ketidakpedulian dan kegagalan wakil rakyat dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat, khususnya warga pesisir.

Dalam situasi kacau tersebut, sebagian anggota DPRD akhirnya keluar dan mencoba berdialog, meski suasana tetap tegang. Salah satu nama yang menjadi sorotan dan ditanyakan keberadaannya oleh massa adalah Wakil Ketua DPRD, Denison Moy, yang saat itu tidak hadir dan dianggap “menghilang” dari tanggung jawabnya.

Peristiwa robohnya gerbang dan kerusakan di ruang paripurna ini menjadi catatan kelam sekaligus peringatan keras. Ini menunjukkan bahwa ketika saluran komunikasi tertutup dan aspirasi tidak didengar, maka ketidakpuasan masyarakat bisa meledak menjadi aksi yang merusak. Gedung DPRD seharusnya menjadi rumah bagi seluruh rakyat, tempat di mana suara mereka didengar dan diakomodasi. Namun, ketika bangunan itu justru terlihat seperti benteng yang tertutup rapat, maka tidak heran jika rakyat akhirnya mengambil jalan sendiri untuk memecahkan kebisuan tersebut.

Artikel ini telah dibaca 1,226 kali

Baca Lainnya

Dimana Wibawa dan Fungsi Pengamanan Polres Rote Ndao?

17 April 2026 - 14:55 WITA

Misteri di Balik Kerusuhan: Siapa Oknum yang Teriakkan Nama Denison Moy?

17 April 2026 - 14:37 WITA

Sidang DPRD Rote Ndao Tertunda Akibat Aksi Demonstrasi yang Merusak Ruang Paripurna

17 April 2026 - 14:14 WITA

Jantung Kesejahteraan Masyarakat Rote Ndao: Legislatif di Porak-poranda oleh Oknum yang Mementingkan Individu

17 April 2026 - 12:37 WITA

Stok Aman, Serapan Jadi Tantangan: Pemda Rote Ndao Dorong Petani Maksimalkan Penebusan Pupuk Bersubsidi

16 April 2026 - 16:48 WITA

Rote Ndao Fokus ke Serapan Pupuk Bersubsidi, Bukan Stok

16 April 2026 - 16:35 WITA

Trending di Rote Ndao