Tahuna, Sulutnews.com – Harapan masyarakat terhadap kelanjutan pembangunan Boulevar di kota Tahuna, Kabupaten Kepulauan Sangihe akhirnya terwujud. Setelah hampir satu dekade terhenti, proyek strategis yang menghubungkan kawasan Tidore hingga Santiago itu kini sedang di kerjakan di era kepemimpinan Bupati Michael Thungari.
Program pembangunan Boulevar sejatinya telah dirintis sejak masa kepemimpinan Bupati A.J.Th. Makaminan, dilanjutkan oleh Winsulangi Salindeho dan H.R. Makagansa. Namun, proyek tersebut mengalami stagnasi panjang sejak era Bupati Jabes Ezar Gaghana.

Bahkan, pada masa pejabat bupati seperti John Heit Palandung, Rinny Tamuntuan, hingga Albert Wounde, pembangunan Boulevar tak kunjung mengalami perkembangan berarti. Padahal, proyek ini sempat digadang-gadang sebagai program multi years yang akan menjadi salah satu wajah pembangunan daerah.
Akibatnya, hampir sepuluh tahun lamanya proyek tersebut terdiam tanpa kepastian, meninggalkan harapan masyarakat yang tak kunjung terwujud.
Kini, di bawah kepemimpinan Bupati Michael Thungari, angin segar mulai berhembus.
Pemerintah pusat melalui APBN Tahun Anggaran 2026 mengalokasikan dana sebesar Rp17,3 miliar untuk melanjutkan pembangunan Boulevar dari kawasan Tanjung Apes menuju Kelurahan Bungalawang.
Bupati Michael Thungari menyampaikan bahwa kelanjutan proyek ini merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam menjawab kebutuhan infrastruktur dan membuka akses ekonomi baru bagi masyarakat.
“Pembangunan Boulevar ini bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga tentang membuka peluang ekonomi, mempercantik wajah kota, dan meningkatkan konektivitas wilayah. Kami bersyukur pemerintah pusat memberikan perhatian melalui dukungan anggaran ini,” ujar Thungari.
Sementara itu, tokoh masyarakat Sangihe, Jack Seba, menyambut baik dimulainya kembali proyek tersebut. Menurutnya, Boulevar merupakan salah satu proyek strategis yang telah lama dinantikan masyarakat.

“Sudah terlalu lama masyarakat menunggu kelanjutan pembangunan ini. Kami mengapresiasi langkah pemerintah di era Bupati Thungari yang mampu menghidupkan kembali proyek yang sempat mati suri,” ungkap Jack Seba.
Ia berharap pembangunan Boulevar dapat terus berlanjut hingga tuntas dan menjadi ikon baru Kabupaten Kepulauan Sangihe, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi serta sektor pariwisata di daerah tersebut.
Dengan dimulainya kembali pembangunan ini, masyarakat pun berharap Boulevar Sangihe tidak lagi menjadi proyek mangkrak, melainkan benar-benar terwujud sebagai kebanggaan daerah. (Andy Gansalangi)







