Manado, sulutnews.com – Sekretaris Persatuan Wartawan Indonesia Provinsi Sulawesi Utara (PWI-Sulut) Merson Simbolon resmi mendaftar sebagai bakal calon Ketua PWI-Sulut masa bakti 2026–2031, dengan misi peningkatan SDM dan kompetensi wartawan untuk menjaga marwah pers serta memajukan kebebasan pers yang bertanggung jawab.
“Saya maju dengan menekankan aspek konsolidasi internal, peningkatan kompetensi, serta penguatan etika dan independensi pers, untuk memperkuat organisasi,” ujar Simbolon usai menyerahkan berkas pendaftaran ke Sekretariat Panitia Konferensi PWI Sulut pada Kamis (19/3/2026).
Ia menyampaikan bahwa hingga saat ini telah menerima dukungan dari berbagai Kabupaten dan Kota se-Sulut, yang menjadi modal untuk menghadapi Konferensi PWI Sulut yang direncanakan digelar pada 31 Maret 2026 di Manado.
Beberapa ketua PWI Kabupaten/Kota menilai Simbolon memahami pentingnya peningkatan kompetensi wartawan, mengingat pengalamannya sebagai Wakil Ketua Bidang Pendidikan 2015-2020, Sekretaris PWI Sulut 2021-2026, serta Asesor Uji Kompetensi Lembaga Uji PWI.
“Saya sangat bersemangat untuk meningkatkan kompetensi wartawan. Sejak tahun 1996 saya datang ke Manado, bersama Kakak membuka lembaga pendidikan yang kini menjadi Universitas Parnaraya dan bergabung dengan PWI sejak tahun 2000. Saya ingin memastikan peningkatan kompetensi wartawan mendapat perhatian lebih besar,” katanya.
Dalam visinya, Simbolon akan mewujudkan jurnalisme berkualitas, berintegritas, dan profesional serta menjaga NKRI dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika, dengan menjadikan pers sebagai pilar demokrasi yang profesional, independen, dan bertanggung jawab.
Ia juga menjelaskan bahwa saat mengikuti program di Lemhanas, ia meneliti peran uji kompetensi wartawan (UKW) dalam menjaga persatuan Indonesia. “Adaptasi teknologi juga penting, termasuk digitalisasi kelembagaan PWI dan literasi jurnalisme berbasis AI sesuai hasil penelitian disertasi saya,” tambahnya.
Ketua Dewan Kehormatan PWI Pusat Atal S. Depari menyampaikan bahwa konferensi PWI bukan sekadar memilih ketua, melainkan menentukan arah integritas organisasi. “Rekam jejak etik harus jadi tolak ukur utama. PWI membutuhkan pemimpin yang kuat dan teguh menjaga etika agar kepercayaan publik tidak tergerus. Selamat memilih ketua baru,” ucap Atal.
Direktur UKW PWI Pusat Aat Surya Safaat mendukung Simbolon. “Saya mendukung Dr. Merson Simbolon karena integritas, kompetensi, dan profesionalismenya tidak diragukan. Salam takzim,” ucapnya.







