Rote Ndao, Sulutnews.com – Anggaran untuk media di Kabupaten Rote Ndao selalu meninggalkan bayangan pertanyaan yang tebal di kalangan wartawan lokal yang bekerja di tanah Rote. Bahkan, informasi mengenai anggaran ini seringkali tersembunyi rapat, jauh dari jangkauan pandang media yang seharusnya mendapat akses yang jelas.
Ironisnya, angka yang tak kecil – Tiga Ratus Juta Rupiah – untuk anggaran Pers tahun 2025 kini seperti menghilang tanpa jejak. Tidak ada satu pun klarifikasi yang keluar dari mulut Bupati, maupun dari Kepala Bagian (Kabag) Umum dan Karungga yang bertugas mengelola anggaran tersebut di Sekretariat Daerah (Setda) kabupaten Rote Ndao. Semua terasa sunyi, seolah-olah persoalan ini tidak pernah ada.
Hari demi hari, media telah berusaha menggali informasi melalui berbagai cara. Mulai dari pesan WhatsApp yang terkirim berkali-kali, panggilan telepon yang kadang terjawab kadang tidak, hingga temu langsung yang dilakukan di kantor. Namun, jawaban yang selalu diterima adalah sama: masih menunggu petunjuk dari Bupati. Alasan itu terasa tak pantas, karena siapa pun tahu bahwa anggaran Pers ini adalah uang negara – milik semua warga – bukan uang pribadi Bupati, Kabag Umum, atau Karungga.
Waktu terus berlalu cepat. Saat ini, bulan Desember 2025 telah tiba, dan hanya tinggal beberapa hari lagi tahun akan berakhir. Namun, tidak ada satupun penjelasan yang menyakinkan mengenai kapan anggaran itu akan dicairkan atau bagaimana ia akan digunakan. Bupati Rote Ndao Paulus Henuk diminta jangan lagi menutup mata atau bersikap bisu, seolah tidak mengetahui apa yang terjadi di kalangan pers yang bekerja keras meliput perkembangan daerah.
“Di Kabupaten Rote Ndao yang di pimpin Bupati, Bupati tidak ada alasan untuk membisu, mengulur-ulur, dan menghambat anggaran Pers untuk media yang berkompeten di daerahnya,” tegas keterangan yang diterima, mengungkapkan kekesalan yang tumbuh.
Ketika dikonfirmasi pada 7 Desember 2025, Kabag Umum Setda Rote Ndao Romy Laapen hanya mampu memberikan pesan singkat: “Kita masih tunggu Bupati, setelah pimpinan berada di Rote. Masih lanjut Kabag Umum.” Bisa kasih info apabila pimpinan saudah kasih petunjuk, karena bta snd mau bergerak sebelum pimpinan kasih petunjuk. “kk bisa mengerti posisi kita sebagai staf, pasti pimpinan akan kasih petunjuk yang terbaik kk” Pesan itu hanya menambah kebingungan, tanpa memberikan jawaban yang sesungguhnya.
Reporter: Dance Henukh





