Kupang,Sulutnews.com – Program One Village One Product (OVOP) di Nusa Tenggara Timur (NTT) terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan perekonomian lokal melalui percepatan hilirisasi produk desa. Pada tahun 2025 ini, fokus utama OVOP adalah mengoptimalkan nilai tambah produk lokal dengan menerapkan pola “tanam, panen, olah, kemas, dan jual”. Dengan pendekatan ini, diharapkan produk-produk unggulan masyarakat NTT dapat lebih kompetitif dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

NTT Mart, sebagai salah satu pilar penting dalam ekosistem OVOP, siap menjadi wadah pemasaran bagi produk-produk hasil hilirisasi tersebut. Selain itu, program One School One Product (OSOP) dan One Church One Product (OCOP) juga terus didorong untuk menggali dan mengembangkan potensi unik yang ada di sekolah, gereja, dan komunitas-komunitas di seluruh NTT.

Namun, seiring dengan implementasi program OVOP 2025, muncul pertanyaan mengenai hasil evaluasi program sejauh ini. Apakah target-target yang ditetapkan telah tercapai? Tantangan-tantangan apa saja yang dihadapi dalam proses percepatan hilirisasi produk desa? Evaluasi yang komprehensif akan memberikan gambaran yang jelas mengenai efektivitas program dan langkah-langkah perbaikan yang perlu diambil untuk mencapai tujuan yang diharapkan.
Reporter: Dance Henukh





