Kupang,Sulutnews.com – Dewan Pimpinan Provinsi (DPP) Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar Rapat Kerja dan Konsultasi Provinsi (Rakerkonprov) 2025 di Hotel Harper Kupang. Pertemuan yang mengusung tema “Pengusaha Bersatu, Bangun NTT” ini bertujuan untuk memperkuat kolaborasi antara dunia usaha dan pemerintah demi mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di NTT.

Acara ini mendapat dukungan penuh dari Gubernur NTT, yang menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan pengusaha dalam memajukan perekonomian daerah. Dalam sambutannya, Gubernur menyampaikan apresiasi atas inisiatif Apindo NTT dalam mengadakan Rakerkonprov ini.
Sejumlah pengusaha dari berbagai sektor industri di NTT turut hadir dalam acara tersebut. Diskusi yang berlangsung hangat menyoroti berbagai isu strategis terkait pengembangan ekonomi daerah. Salah satu poin utama yang ditekankan adalah perlunya NTT mengurangi ketergantungan pada produk-produk dari luar daerah.

“Setiap tahun kita belanja pinang sampai Rp1 triliun, dan sebagian besar bukan dari daerah kita. Ini menunjukkan bahwa potensi lokal belum digarap secara maksimal,” ujar salah seorang peserta diskusi.
Pemotongan transfer dana dari pusat ke daerah juga menjadi perhatian serius. Hal ini menjadi pengingat bagi pemerintah dan dunia usaha untuk lebih kreatif dan solid dalam mencari solusi peningkatan ekonomi. Salah satu langkah yang dianggap penting adalah memperkuat hilirisasi dan mendorong lahirnya produk-produk unggulan dari tingkat desa, kelurahan, komunitas, sekolah, hingga kampus.
“Jika lebih dari 3.000 desa dan kelurahan di NTT memiliki produk unggulan masing-masing, maka ekonomi kita akan bergerak dari bawah, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.
Selain itu, dunia usaha juga didorong untuk lebih proaktif dalam membaca peluang yang ada. Program bedah rumah yang akan dilaksanakan tahun depan, dengan target lebih dari 31.000 unit, diharapkan dapat dimanfaatkan oleh industri lokal, terutama dalam penyediaan semen dan bahan bangunan.
NTT juga tengah menjajaki kerja sama ekonomi dengan provinsi tetangga, yaitu Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Bali. Selain itu, penjajakan kerja sama di bidang energi terbarukan dengan Prancis juga menjadi agenda penting dalam upaya diversifikasi sumber energi dan pembangunan berkelanjutan.

Di sektor keuangan, pembenahan Bank NTT terus dilakukan dengan fokus pada penguatan tata kelola dan melibatkan tenaga profesional. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kinerja dan daya saing Bank NTT dalam mendukung pembangunan ekonomi daerah.
“Yang utama saat ini adalah fokus kita pada ekonomi. Politik kita simpan dulu. Mari bekerja sama untuk menumbuhkan ekonomi daerah dan membuka peluang seluas-luasnya bagi masyarakat NTT,” pungkasnya.
Rakerkonprov DPP Apindo NTT 2025 ini diharapkan dapat menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara pengusaha dan pemerintah, serta mendorong inovasi dan kreativitas dalam mengembangkan potensi ekonomi daerah demi kesejahteraan masyarakat NTT.
Reporter: Dance Henukh





