Menu

Mode Gelap
Ferdinand Gansalangi Resmi Dilantik Menteri Diktisaintek sebagai Direktur Polnustar Periode 2026–2030 BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan

Manado · 28 Mei 2024 22:34 WITA ·

Walikota Tomohon Hadiri Kegiatan Penilaian Kinerja Tahun 2024 Terhadap Hasil Kinerja 8 Aksi Konvergensi Percepatan Penurunan Stunting Tahun 2023 di Sulut


Walikota Tomohon Hadiri Kegiatan Penilaian Kinerja Tahun 2024 Terhadap Hasil Kinerja 8 Aksi Konvergensi Percepatan Penurunan Stunting Tahun 2023 di Sulut Perbesar

Manado,Sulutnews.com – Walikota Tomohon Caroll J A Senduk SH menghadiri kegiatan penilaian Kinerja Tahun 2024 Terhadap Hasil Kinerja 8 Aksi Konvergensi Percepatan Penurunan Stunting Tahun 2023 Di Sulawesi Utara, bertempat di The Sentra Hotel Manado. Selasa, (28/5/2024).

Capaian prevalensi stunting Kota Tomohon tahun 2023 adalah 10,5%, mengalami penurunan dari 13,7% pada tahun 2022 (turun sebesar 3,2%). Pencapaian ini melampaui target Nasional sebesar 14%.

Wakil Gubernur (Wagub) Provinsi Sulawesi Utara Drs. Steven O E Kandouw menyampaikan bahwa upaya menekan stunting di tiap daerah sudah dilakukan secara maksimal. Namun dari hasil penilaian, ada beberapa Daerah yang prevalensi stuntingnya mengalami kenaikan.

Diharapkan pihak terkait di Sulawesi Utara untuk lebih bersemangat dalam upaya percepatan penurunan stunting di Daerah se-Sulawesi Utara Terlebih Kabupaten/Kota yang mengalami kenaikan prevalensi stunting. Sementara daerah yang sukses menurunkan angka stunting, diminta tidak lengah dan tetap fokus.

“Masalah stunting harus lebih gencar dilakukan dengan melibatkan semua unsur terkait. Kita harus Lebih fokus lagi dan bekerja lebih keras”, ujarnya.

Kegiatan ini dibuka dengan pemukulan Gong Oleh Wakil Gubernur Sulawesi Utara Drs. Steven O E Kandouw di dampingi oleh Walikota Tomohon,Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah se-Sulawesi Utara.

Dilanjutkan dengan Presentasi  oleh Walikota Tomohon dan Ketua TP-PKK Kota Tomohon drg. Jeand’arc Senduk-Karundeng dengan judul Pelaksanaan konvergensi percepatan penurunan Stunting Kota Tomohon, antara lain :

  • Langkah Strategi Penurunan Stunting di Kota Tomohon adalah
  • Sinkronisasi program-program kegiatan dalam upaya percepatan penurunan stunting
  • Penguatan dan peningkatan kompetensi serta kapasitas SOM para kader yang ada (pelatihan, workshop, orientasi, advokasi, dan komunikasi).

Kemudahan akses layanan kesehatan berupa POKBANG (kalompok penimbangan) dimana Balita ditimbang langsung di rumah yang orang tuanya berhalangen. langsung ke Posyandu, PSC 118 (Penjemputan pasien dan rumah menuju pusat kesehatan). Kunungan langsung petugas kesehatan ke rumah pasien

Kegiatan Strategis Penurunan Stunting :

Intervensi Sensitif:

  • Program Air Bersih dan sanitas Bantuan
  • pangan non tunai Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)
  • Program Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)
  • Program Keluarga Harapen (PKH)
  • Bina Keluarga Balita (BKB)
  • Program Kampung Pangan
  • Program Pembinaan Keluarga Berencana
  • Program Pemberdayaan dan Peningkatan Kesejahteraan Keluarga
  • Kegiatan Pemberdayaan Masyarakat
  • Program Peningkatan Diversifikasi dan ketahanan pangan masyarakat
  • Pelaksaan Monitoring dan Evaluasi lain

Intervensi Spesifik :

  • Promosi dan Konseling Menyusul ASI Ekslusif
  • Promosi dan Konseling Pemberian Makanan perda Bayi dan Anak (PMBA)
  • Pemantauan Pertumbuhan dan Perkembangan
  • Pemberian Suplementasi TTD Ibu Hamil dan Remaja, serta Pemberian Kapsul Vitamin A
  • Penanganan Masalah Gizi dengan Pemberian Makanan Tambahan (PMT)
  • Tatalaksana Gizi Buruk.

Inovasi Daerah Aksi MAPALUS ( bersaMA Pantau,tindAk Layani dan turUnkan Stunting). Memantau secara rutin perkembangan ibu Hamil KEK, Balita stunting serta keluarga yang beresiko stunting untuk tindakan selanjutnya

Proses Inovasi :

  • pemetaan kasus Stunting
  • perencanaan upays penurunan stunting dengan memperhatikan intervensispesifik dan intervensi serisitif
  • Rapat kordinasi TPPS untuk penanganan masalah bumil KEK dan balita stunting.

Pelaksanaan Inovasi : OPD memantau keluarga sasaran dan bertindak untuk melayani sesuat, kebutuhan keluarga yang bersangkutan (pemberian bantuan sosial berupa bahan makanan, pembinaan, penyuluhan can edukasi, perbaikanjamban sehat, pelayanan pemberian makanan sehat untuk balita stunting.

Turut hadir tim penilai stunting, Kepala BKKBN Perwakilan Sulut, Kepala Bappeda Sulut, Ketua dan pengurus TP-PKK Kabupaten/Kota.(*/Merson)

Artikel ini telah dibaca 1,353 kali

Baca Lainnya

Ruben Saerang : Perlu Revisi Tata Gereja GMIM Untuk Alokasikan Dana Pendidikan 5 Persen

17 Juli 2026 - 23:36 WITA

Wakil Duta Besar Kerajaan Belanda Kunjungi Tomohon, Buka Peluang Kerja Sama Bidang Pendidikan, Pertanian, dan Energi Terbarukan

17 Juli 2026 - 21:12 WITA

MPLS Ramah di Manado Berjalan Lancar Hingga Hari Keempat Siswa Tetap Semangat Tanpa Kekerasan

17 Juli 2026 - 13:57 WITA

1.608 Calon Mahasiswa Jalur Mandiri T2 Lulus di Unsrat, Masih Buka Gelombang II Untuk 28 Prodi di 8 Fakultas Kouta 1.318 Maba

16 Juli 2026 - 23:29 WITA

KADIN Pusat Jadikan Tomohon Mitra Strategis, TIFF 2026 Dibuka sebagai Pintu Masuk Investasi Beragam Sektor

16 Juli 2026 - 22:10 WITA

Wilayah Tempat Tinggal Terancam, Warga Makawidei Berorasi di Kantor DPRD Suiut

16 Juli 2026 - 10:20 WITA

Trending di Manado