Manado, Sulutnews.com – Tata Gereja GMIM perlu direvisi terutama mengatur alokasi dana lima persen untuk mendukung sektor pendidikan baik dari Pendidikan Usia Dini ( PAUD) TK, SD, SMP hinga SMA dan SMK bahkan sampai Perguruan Tinggi (PT).
Karena pendidikan penting sebagai investasi masa depan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) terutama Jemaat GMIM yang ada di 1.088 Jemaat saat ini. Tanpa dukungan dana dari institusi Gereja rasanya berat kita bersaing diera mendatang kalau SDM lemah.
Tetapi kalau SDM Jemaat kita baik dan berkualitas kita tidak akan kalah bersaing terutama menuju Indonesia Emas 2045. Hal tersebut dikatakan Drs Ruben Saerang Mantan Pimpinan Pemuda Sinode GMIM kepada wartawan Sulutnews com Jumat (17/7/26) di Manado.
Ruben Saerang yang juga mantan Pelsus beberapa periode di Jemaat GMIM Torsina Tuminting Manado mengatakan, kondisi sekolah sekolah milik GMIM baik PAUD , SD hinga SMP dan SMA serta SMK perlu dukungan dana untuk rehabilitasi dan juga honor atau gaji guru guru karena tidak semua guru guru dari Aparat Sjpil Negara (ASN).
Ruben Saerang yang juga mantan Anggota DPRD Sulut itu minta Sinode GMIM sudah saatnya mengevaluasi program bidang pendidikan karena sektor ini penting. Memang pemerintah dalam undang undang mengatur 20 persen angaran baik lewat APBN secara Nasional juga dalam APBD di Provinsi dan Kabupaten Kota.
Meski pemerintah sudah mengalokasikan dana 20 persen untuk sektor pendidikan. GMIM sebagai institusi Gereja terbesar di Sulut yang memiliki sekitar 700 – an lebih satuan pendidikan dari PAUD, SD, SMP dan SMA serta SMK dan ada Kampus UKIT di Tomohon tetap juga harus alokasikan dana lima persen dan itu harus ditata dalam Tata Gereja GMIM.
Ruben usulkan agar dalam Sidang Majelis Sinode Istimewa GMIM yang rencana akan dilaksanakan di Wilayah GMIM Manado Barat Daya di Bahu Kota Manado pada tangal 6 hinga 8 Agustus 2026 harus membahas juga alokasi dana pendidikan.
Peserta Sidang Sinode GMIM dari perutusan Jemaat dan Wilayah GMIM harus berani mengusulkan angaran pendidikan lima persen untuk sektor pendidikan.
Menjadi Pergumulan
Saat ini kata Ruben kondisi sarana dan prasarana pendidikan dilingkungan GMIM tidak semua baik. Ini menjadi pergumulan kita semua Jemaat GMIM. Karena bila itu tidak kita tunjang dengan angaran maka dugaan saya pendidikan di GMIM akan tertingal.” Saat ini sangat tepat untuk kita bahas bersama alokasi dana pendidikan” tegas Ruben Saerang. Alokasi dana lima persen itu juga berlaku hinga Angaran di setiap Jemaat. Artinya angaran yang ada di Jemaat harus ditata juga lima persen. Karena sebagian besar Jemaat memiliki sekolah.
GMIM sejak lama sudah berperan dalam membangun sektor pendidikan. Bahkan baru baru ini 12 Juni 2026 hari ulang tahun Pekabaran Injil dan Pendidikan Kristen ke- 195 . Ini berarti sudah lama peranya dalam pendidikan.
Tetapi kondisi sarana dan prasarana pendidikan di GMIM diakui sudah perlu pembenahan dan juga soal guru guru yang terbatas gaji dan honor. ” Ini menjadi pergumulan kata Ruben Saerang yang juga Mantan Pengurus KNPI Sulut. (Fanny)





