Manado, Sulutnews.com – Sebanyak 1.608 calon Mahasiswa jalur Mandiri Tumou Tou (T2) 2026, dinyatakan lulus masuk Unsrat setelah ikut ujian pada 6 juli hinga 10 juli 2026 lalu. Hal tersebut dikatakan Humas Unsrat Manado Dr Max Rembang M Si kepada Wartawan Sulutnews.com Kamis (16/7/26) di Manado.
1.608 yang lulus lewat jalur Mandiri T2 itu merupakan bagian dari 3.330 calon mahasiswa yang mendaftar lewat jalur Mandiri T2. Pengumuman hasil ujian dilakukan Unsrat lewat panitia pada Rabu (15/7/26) secara online.
Menurut Max Rembang, 1.608 mahasiswa baru yang lulus ujian lewat jalur Mandiri T2 itu nantimya mereka kuliah di 12 Fakultas sesuai program studi ( Prodi) yang mereka pilih. Mereka yang lulus akan segera melapor atau daftar lagi secara online. Dan sesuai jadwal yang diperoleh Sulutnews.com mulai Senin 20 Juli hinga 31 Juli 2026 mulai pembayaran Uang Kuliah Tungal ( UKT) bagi mahasiswa baru jalur Mandiri T2.
Buka Gelombang II Kouta 1.318 Maba
Menurut Max Rembang yang juga Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik ( FISIP) Unsrat itu , tiga jalur penerimaan masuk di Perguruan Tingi Negeri ( PTN) Unsrat baik jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi ( SNBP) , jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes ( SNBP) dan terakhir jalur Mandiri T2 sudah selesai dilakukan.
Namun menurut Max Rembang masih ada 28 Program Studi ( Prodi) di 8 Fakultas dari 12 Fakultas di Unsrat belum terpenuhi koutanya sekitar 1.318 Mahasiswa Baru ( Maba) yang masih dibutuhkan.
Karena belum terpenuhi koutanya Unsrat lewat panitia akan gelombang II untuk 28 Prodi di 8 Fakultas mulai 16 hinga 24 Juli 2026 untuk program Sarjana S1″ Jadi siswa lulusan SMA, SMK dan MA serta sekolah sederajat silakan mendaftar” kata Max Rembang. Pendaftaran lewat online.

Foto – Dekan FISIP Unsrat Dr Ferry Liando S.IP. M.Si
FISIP 4 Prodi
Sementara itu Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik ( FISIP) Unsrat Manado Dr Ferry Liando S.IP M.Si kepada Wartawan Sulutnews com Kamis (16/7/26) malam di Manado mengatakan, untuk FISIP ada 4 Prodi yang belum terpenuhi kouta Maba dari 8 Prodi yang ada.
Empat Prodi itu antara lain Prodi Ilmu Politik ter kouta 26, Prodi Sosioligi kouta 39, Prodi Ilmu Perpustakaan kouta 47 dan Prodi Antropologi Sosial kouta 38 Maba.
Sementara 4 Prodi yang sudah melebihi kouta yakni Prodi Pemerintahan, Prodi Administrasi Negara, Pridi Administrasi Bisnis dan Prodi Komunikasi.
Sedangkan Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat Prof Dr dr Vennetia Danes Ph D kepada wartawan Sulutnews com Kamis (16/7/26) malam lewat telepon mengatakan FKM hanya satu Prodi yakni Ilmu Kesehatan Masyarakat ( IKM) dengan kouta sekitar 200 lebih.
8 Fakultas Dengan 28 Prodi
Data yang diperoleh Wartawan Sulutnews com 8 Fakultas yang 28 Prodi dengan koutanya 1 318 Maba Program Sarjana S1 belum terpenuhi antara lain.
- Fakultas Pertanian dengan delapan Prodi antara lain Prodi Teknik Pertanian, Teknologi Pangan,Agribisnis, Agroteknologi, Ilmu Kehutanan, Ilmu Tanah, dan Proteksi Tanaman.
- Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Prodi yang koutanya masih kurang Prodi Ilmu Kelautan, Manajemen Sumberdaya Perairan, Budidaya Perairan, Teknologi Hasil Perikanan, Agrobisnis Perikanan, Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan.
- Fakultas Ilmu Budaya Prodi Sastra Jerman, Sastra Indonesia, Ilmu Sejarah.
- Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Prodi Matematika,Fisika, Biologi, dan Kimia.
- FISIP Prodi Ilmu Politik, Sosiologi, Ilmu Perpustakaan, dan Antropologi Sosial.
- Fakultas Peternakan Prodi Peternakan.
- Fakultas Teknik Prodi Perencanaan Wilayah dan Kota.
- Fakultas Ekonomi dan Bisnis Prodi Ekonomi Pembangunan. (Fanny)





