Menu ✖

Mode Gelap
Breaking News : Polnustar Kembali Mewisuda 136 Mahasiswa Ferdinand Gansalangi Resmi Dilantik Menteri Diktisaintek sebagai Direktur Polnustar Periode 2026–2030 BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau

Sangihe · 25 Sep 2026 17:20 WITA ·

Triwulan II Pertumbuhan Ekonomi Sangihe Mengalami Perlambatan


Triwulan II Pertumbuhan Ekonomi Sangihe Mengalami Perlambatan Perbesar

Tahuna, Sulutnews.com – Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kepulauan Sangihe pada Triwulan II Tahun 2026 mengalami perlambatan dibandingkan Triwulan I. Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe tetap optimistis target pertumbuhan ekonomi sebesar 6 persen hingga akhir tahun dapat tercapai melalui berbagai langkah percepatan pembangunan ekonomi dan peningkatan aktivitas sektor-sektor produktif.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sangihe, Eko Siswatho, mengatakan berdasarkan data yang dirilis BPS pada awal September 2026, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kepulauan Sangihe pada Triwulan II tercatat sebesar 5,12 persen, sedikit melambat dibandingkan Triwulan I yang mencapai 5,19 persen.

“Kalau berdasarkan perhitungan kami, ekonomi Kabupaten Kepulauan Sangihe pada Triwulan II mengalami sedikit perlambatan, dari 5,19 persen pada Triwulan I menjadi 5,12 persen pada Triwulan II,” ujar Eko.

Menurutnya, perlambatan tersebut merupakan fenomena yang lazim terjadi secara musiman. Pada Triwulan I terdapat sejumlah momentum keagamaan seperti Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri yang mendorong peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat, terutama pada sektor perdagangan dan transportasi.

“Ketika Ramadan, aktivitas perdagangan meningkat cukup signifikan. Begitu juga pada masa Idul Fitri, sektor transportasi mengalami peningkatan karena mobilitas masyarakat yang lebih tinggi. Setelah memasuki Triwulan II dan kondisi kembali normal, aktivitas ekonomi juga mengalami penyesuaian,” jelasnya.

Selain sektor perdagangan dan transportasi, beberapa komoditas pertanian dan perikanan juga mengalami fluktuasi akibat faktor cuaca serta kondisi produksi di lapangan. Kondisi tersebut turut memengaruhi laju pertumbuhan ekonomi daerah.

Meski mengalami perlambatan, pertumbuhan ekonomi Sangihe masih berada pada level yang relatif baik. Namun capaian tersebut sedikit berada di bawah rata-rata pertumbuhan ekonomi Provinsi Sulawesi Utara yang pada Triwulan II Tahun 2026 tumbuh sebesar 5,42 persen secara tahunan. Pertumbuhan ekonomi Sulawesi Utara juga tercatat sedikit melambat dibanding Triwulan I yang mencapai 5,54 persen.

Eko menilai peluang peningkatan pertumbuhan ekonomi masih terbuka lebar pada Triwulan III dan Triwulan IV. Ia optimistis target pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kepulauan Sangihe sebesar 6 persen pada tahun 2026 masih dapat diwujudkan.

“Masih ada potensi yang cukup besar pada Triwulan III dan Triwulan IV. Pemerintah daerah juga telah membentuk Tim Percepatan Pembangunan Ekonomi yang fokus melakukan intervensi pada sejumlah sektor strategis, terutama sektor administrasi pemerintahan dan percepatan realisasi belanja daerah,” katanya.

Menurut Eko, konsumsi pemerintah memiliki kontribusi yang cukup besar terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Sangihe. Karena itu, percepatan pelaksanaan program dan penyerapan anggaran diyakini dapat memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

“Jika tim ini dapat bekerja secara efektif dan terkoordinasi, maka masih ada ruang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi agar lebih baik dibandingkan capaian sebelumnya,” tambahnya.

Ia juga menjelaskan bahwa secara historis aktivitas ekonomi pada Triwulan IV biasanya mengalami peningkatan, terutama menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru).

“Secara musiman, Triwulan IV biasanya terjadi peningkatan aktivitas ekonomi, baik di sektor perdagangan, transportasi dan pergudangan, maupun administrasi pemerintahan. Momentum Natal dan Tahun Baru akan menjadi salah satu faktor pendorong pertumbuhan ekonomi pada akhir tahun,” ujarnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah, Johanis Pilat, selaku Ketua Tim Percepatan Pembangunan Ekonomi Daerah, menjelaskan bahwa perlambatan pertumbuhan ekonomi pada Triwulan II dipengaruhi oleh sejumlah faktor eksternal maupun internal.

Menurutnya, kebijakan efisiensi anggaran pemerintah pusat berdampak pada berkurangnya alokasi dana transfer ke daerah. Kondisi tersebut berimbas pada melambatnya realisasi belanja pemerintah yang selama ini menjadi salah satu motor penggerak ekonomi daerah.

Selain itu, faktor cuaca ekstrem yang dipengaruhi fenomena El Nino juga berdampak terhadap sektor pertanian dan perikanan. Beberapa komoditas mengalami penurunan produksi bahkan gagal panen di sejumlah wilayah, sehingga memengaruhi pendapatan masyarakat dan daya beli rumah tangga.

“Perlambatan ini tidak hanya terjadi di Sangihe. Secara umum banyak daerah menghadapi tantangan yang sama akibat penyesuaian fiskal, cuaca yang kurang bersahabat, serta perlambatan aktivitas ekonomi pada beberapa sektor usaha. Namun kami tetap optimistis karena berbagai indikator menunjukkan peluang perbaikan pada semester kedua masih cukup besar,” kata Pilat.

Ia menambahkan bahwa sektor swasta juga menghadapi tantangan akibat meningkatnya biaya produksi dan ketidakpastian pasar. Kondisi tersebut menyebabkan sebagian pelaku usaha menahan ekspansi bisnisnya pada semester pertama tahun ini.

Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Sangihe terus melakukan berbagai langkah untuk menjaga daya beli masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Beberapa program yang telah dan sedang dilaksanakan antara lain pasar murah, operasi pangan murah, pengendalian inflasi daerah, percepatan realisasi belanja pemerintah, peningkatan investasi daerah, pemberdayaan UMKM, penguatan sektor perikanan dan pertanian, serta percepatan pelaksanaan proyek-proyek infrastruktur yang memiliki dampak langsung terhadap perekonomian masyarakat.

Selain itu, pemerintah daerah juga mendorong peningkatan kunjungan wisata, memperluas akses pasar bagi produk lokal, mempercepat penyaluran bantuan kepada kelompok produktif, serta memperkuat kolaborasi dengan pelaku usaha guna menciptakan peluang ekonomi baru di wilayah perbatasan.

“Fokus kami saat ini adalah mempercepat perputaran uang di daerah, meningkatkan produktivitas masyarakat, dan memastikan seluruh program pembangunan berjalan sesuai target. Dengan begitu pertumbuhan ekonomi dapat kembali meningkat pada semester kedua,” ujar Pilat.

Tim Percepatan Pembangunan Ekonomi sendiri dibentuk berdasarkan arahan pemerintah pusat dan melibatkan berbagai perangkat daerah terkait. Tim tersebut bertugas melakukan pemantauan terhadap indikator ekonomi daerah, mengidentifikasi hambatan pembangunan, serta merumuskan langkah-langkah strategis untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi.

Melalui tim tersebut, pemerintah daerah terus berupaya mempercepat pelaksanaan program pembangunan, meningkatkan investasi, mendorong pertumbuhan sektor-sektor produktif, serta mempercepat realisasi belanja pemerintah guna menjaga momentum pertumbuhan ekonomi.

Dengan berbagai langkah strategis yang tengah dilakukan, Pemerintah Sangihe berharap laju pertumbuhan ekonomi dapat terus meningkat pada semester kedua tahun ini sehingga target pertumbuhan ekonomi sebesar 6 persen dapat tercapai. (Andy Gansalangi)

Artikel ini telah dibaca 20 kali

Baca Lainnya

Akankah Penyelundupan Sianida di Perbatasan Sangihe-Filipina Berakhir?

25 September 2026 - 15:27 WITA

Ketua DPC, DRT: PDIP Sangihe Solid Sambut Kedatangan Ketum Megawati

25 September 2026 - 09:34 WITA

Drama KM Tampungan Lawo Bernilai Rp11 Miliar Kini Rp600 Juta, Kejari Diminta Turun Tangan

24 September 2026 - 13:26 WITA

PDAM Ake U Banua Ekstra Time Layani Masyarakat Kekurangan Air Bersih

23 September 2026 - 18:52 WITA

RADS 2026 Digelar di Tamako, Jadi Ruang Syukur dan Seruan Jaga Tanah Leluhur Sangihe

23 September 2026 - 15:58 WITA

Pemkab Sangihe dan DPRD Bergerak, 55 Wilayah Low Signal dan Blankspot Didorong Segera Tertangani

22 September 2026 - 13:57 WITA

Trending di Sangihe