Menu ✖

Mode Gelap
Breaking News : Polnustar Kembali Mewisuda 136 Mahasiswa Ferdinand Gansalangi Resmi Dilantik Menteri Diktisaintek sebagai Direktur Polnustar Periode 2026–2030 BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau

Sangihe · 23 Sep 2026 18:52 WITA ·

PDAM Ake U Banua Ekstra Time Layani Masyarakat Kekurangan Air Bersih


PDAM Ake U Banua Ekstra Time Layani Masyarakat Kekurangan Air Bersih Perbesar

Tahuna, Sulutnews.com – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Ake U Banua terus melakukan pelayanan ekstra untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat yang terdampak krisis air akibat musim kemarau panjang yang melanda Kabupaten Kepulauan Sangihe.

Hal tersebut disampaikan Direktur PDAM Ake U Banua, Teguh Salainti, saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (23/09/2026).

Menurut Salainti, kegiatan penyaluran air bersih kepada masyarakat telah dilakukan secara intensif selama dua bulan terakhir. Langkah tersebut diambil sebagai respons terhadap dampak fenomena El Nino yang menyebabkan berkurangnya debit air di sejumlah wilayah, sehingga banyak warga mengalami kesulitan memperoleh air bersih.

“Kami berupaya semaksimal mungkin untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat. Karena itu, petugas PDAM harus bekerja ekstra, bahkan lembur, untuk memastikan suplai air bersih tetap tersedia bagi warga yang membutuhkan. Ini merupakan bentuk tanggung jawab kami sebagai perusahaan pelayanan publik,” ujar Salainti.

Ia mengakui bahwa kegiatan distribusi air bersih secara langsung ke masyarakat berdampak pada meningkatnya biaya operasional perusahaan. Namun demikian, pihaknya tetap berkomitmen untuk mengutamakan pelayanan kepada masyarakat.

“Memang ada konsekuensi berupa bertambahnya biaya operasional, mulai dari penggunaan bahan bakar hingga jam kerja petugas yang lebih panjang. Tetapi kami tidak bisa menutup mata terhadap kebutuhan masyarakat. Air bersih merupakan kebutuhan dasar dan hak masyarakat, sehingga PDAM tetap berkomitmen memberikan pelayanan terbaik,” tambahnya.

Salainti menjelaskan, wilayah yang paling terdampak kekurangan air bersih berada di Kecamatan Tahuna Timur. Untuk itu, distribusi air menggunakan mobil tangki terus dilakukan sesuai kebutuhan masyarakat di wilayah tersebut.

Sementara itu, Maikel, salah satu sopir mobil tangki PDAM, mengaku harus bekerja lebih keras dibandingkan hari-hari biasa. Ia harus berulang kali kembali ke kantor untuk mengisi air sebelum mendistribusikannya ke lokasi yang membutuhkan.

“Kami harus bolak-balik mengangkut air sesuai permintaan masyarakat. Jadwalnya tidak menentu karena kami menyesuaikan dengan kebutuhan di lapangan. Kadang sejak pagi sampai malam hari masih ada permintaan yang harus dilayani. Meski cukup melelahkan, kami tetap berusaha memberikan pelayanan terbaik karena masyarakat sangat membutuhkan air bersih,” kata Maikel.

PDAM Ake U Banua berharap kondisi cuaca segera membaik sehingga ketersediaan sumber air dapat kembali normal. Meski demikian, perusahaan memastikan pelayanan distribusi air bersih kepada masyarakat terdampak akan terus dilakukan selama kondisi kekeringan masih berlangsung. (Andy Gansalangi)

Artikel ini telah dibaca 933 kali

Baca Lainnya

Drama KM Tampungan Lawo Bernilai Rp11 Miliar Kini Rp600 Juta, Kejari Diminta Turun Tangan

24 September 2026 - 13:26 WITA

RADS 2026 Digelar di Tamako, Jadi Ruang Syukur dan Seruan Jaga Tanah Leluhur Sangihe

23 September 2026 - 15:58 WITA

Pemkab Sangihe dan DPRD Bergerak, 55 Wilayah Low Signal dan Blankspot Didorong Segera Tertangani

22 September 2026 - 13:57 WITA

Wabup TB, Ajak Jemaat GMIST Sion Sawang Jauh Bersama Bangun Sangihe

19 September 2026 - 11:17 WITA

DPRD Sangihe Kawal Usulan Infrastruktur dan Pengamanan Pantai dalam Konsultasi dengan BWS Sulawesi I

18 September 2026 - 15:46 WITA

6 Tahun Jaringan Listrik Terpasang di Kahakitang, Kini Banyak yang Rusak

18 September 2026 - 13:07 WITA

Trending di Sangihe