Menu

Mode Gelap
Ferdinand Gansalangi Resmi Dilantik Menteri Diktisaintek sebagai Direktur Polnustar Periode 2026–2030 BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan

Manado · 23 Jan 2025 08:42 WITA ·

Tawuran Warga Desa Doloduo Dan Desa Uuwan Pecah. Anggota Dewan Sulut Himbau Peran Stakeholder Diintensifkan


Tawuran Warga Desa Doloduo Dan Desa Uuwan Pecah. Anggota Dewan Sulut Himbau Peran Stakeholder Diintensifkan Perbesar

MANADO,Sulutnews.com – Anggota DPRD Sulut Dhea Lumenta mengatakan Tawuran Antar Kampung yang melibatkan warga Desa Doloduo dan Desa Uuwan Kecamatan Dumoga Barat Kabupaten Bolaang Mongondow Sulawesi Utara adalah tindakan kriminal yang harus dihentikan karena tidak hanya berakibat pada proses hukum bagi mereka yang terlibat tetapi juga berdampak kurang baik bagi kehidupan sosial masyarakat. Untuk itu politisi muda partai Gerindra ini berharap peran Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Pemerintah dan Aparat keamanan dapat lebih diefektifkan guna mengedukasi warga atas dampak yang ditimbulkan, menurutnya semua pihak harus bekerjasama melakukan upaya mediasi untuk menyelesaikan konflik yang terjadi.

“Tokoh Agama , Tokoh masyarakat dari kedua Desa, serta pemerintah kiranya dapat memberikan nasehat dan himbauan kepada masyarakat agar permasalahan yang terjadi cepat selesai,” kata Dhea Rabu (22/1/2025).

Ia menambahkan, meskipun saat ini situasi mulai kondusif, koordinasi pemerintah dan pihak keamanan harus terus dilakukan untuk melakukan penjagaan di titik-titik rawan terjadi tawuran.“Berharap warga tidak cepat terprovokasi dan terus menjaga kerukunan. Hidup dalam suasana aman, damai menjauhkan dari sikap emosi adalah cara terbaik untuk menghindar dari tindakan kriminal,”ungkap Dhea

Tawuran Antar Kampung (Tarkam) yang melibatkan dua kelompok masyarakat dari Desa Doloduo dan Desa Uuwan, Dumoga Barat, Kabupaten Bolaang Mongondow terjadi pekan lalu, dimana terjadi aksi saling melempar batu bahkan menyebabkan suasana kedua Desa tersebut tidak kondusif sehingga warga dalam melakukan kegiatan sehari-hari, masih terlihat waspada.(Josh tinungki)

Artikel ini telah dibaca 1,229 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Walikota Andrei Angouw Lantik 25 Pejabat Eselon III Dan IV Di Lingkungan Pemkot Manado

23 Juli 2026 - 13:36 WITA

Pertamina Regional Sulawesi Perluas Penyaluran Biosolar B50, Kini Tersedia di 590 SPBU di Enam Provinsi

22 Juli 2026 - 18:06 WITA

Akademisi Unsrat : Prof Grace Debbie Kandou Telah Memenuhi Seluruh Syarat Administrasi Pemilihan Rektor 2026–2030

22 Juli 2026 - 17:46 WITA

Tingkatkan Kesadaran Hukum Kodam XIII/Merdeka Gelar Penyuluhan “Prajurit TNI Prima Taat Hukum”

22 Juli 2026 - 17:37 WITA

Vionita Kuerah : Perlindungan Perempuan dan Anak Merupakan Upaya Penegakan Hak Asasi Manusia

22 Juli 2026 - 12:59 WITA

Belum Terpenuhi Kuota, Sejumlah SMA dan SMK di Sulawesi Utara Kembali Buka Pendaftaran SPMB Hingga Akhir Agustus 2026

22 Juli 2026 - 10:13 WITA

Trending di Manado