Manado, Sulutnews.com – Sinode Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) pada Rabu, 30 September 2026, akan merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) bersinode ke-92 tahun. Sepanjang pelayanan hingga saat ini, berbagai program dan pelayanan telah dijalankan oleh pimpinan Sinode GMIM, yang selama ini diemban oleh laki-laki.
Ke depan, sudah saatnya mempertimbangkan unsur perempuan untuk didukung menjadi pimpinan Sinode GMIM dalam proses pemilihan yang akan berlangsung sekitar Maret 2027.
Hal tersebut disampaikan Drs. Ruben Saerang, salah satu mantan pimpinan Pemuda Sinode GMIM tahun 1990-an, kepada wartawan Sulutnews.com, Selasa (29/9/2026), di Manado.
Ruben yang juga pernah menjabat sebagai Pelayan Khusus (Pelsus) beberapa periode di Jemaat GMIM Torsina Tuminting, Manado, menegaskan bahwa sudah waktunya mengusung unsur perempuan untuk menjadi pimpinan Sinode GMIM.
Menurutnya, banyak data menunjukkan bahwa pendeta perempuan memenuhi kriteria sesuai Tata Gereja GMIM 2026 yang baru ditetapkan dalam Sidang Majelis Sinode Istimewa (SMSI) GMIM pada 24–26 September 2026 di Wilayah Manado Barat Daya, Manado.
Kriteria utama untuk menjadi Pimpinan Sinode adalah berusia 60 tahun dan memiliki masa jabatan tertentu. Ruben menyebut, banyak pendeta perempuan yang masih berusia di bawah 60 tahun, telah bergelar Doktor, serta memiliki pengalaman pelayanan yang memadai.
“Memang yang akan memilih adalah peserta Sidang dalam proses pemilihan. Unsur perempuan patut kita pertimbangkan karena sudah 92 tahun GMIM bersinode, belum pernah ada perempuan yang menjadi Ketua Sinode GMIM,” ujar Ruben Saerang, yang juga mantan Anggota DPRD Sulawesi Utara.
Ruben mengakui bahwa banyak laki-laki juga memenuhi syarat untuk memimpin Sinode GMIM yang memiliki 150 wilayah dan 1.089 jemaat. Namun, saat ini ia mendorong pengusungan unsur perempuan karena banyak pendeta perempuan telah teruji, baik sebagai Ketua Jemaat maupun Ketua Wilayah, dan sukses menjalankan tugas.
“Jadi, apa salahnya kita pertimbangkan unsur perempuan menjadi Ketua Sinode ke depan,” kata Ruben, yang juga mantan pimpinan KNPI Sulawesi Utara.
Berdasarkan data yang ada, Ruben menyebut beberapa pendeta perempuan bergelar Doktor yang layak dipertimbangkan, antara lain Pdt. Dr. Stien Rondonuwu, M.Th., Pdt. Dr. Meita Mailangkay, M.Th., dan Pdt. Dr. Feybe Lumanauw, S.Th., M.Pc. Selain itu, terdapat beberapa nama lain yang berusia di bawah 60 tahun dan memenuhi syarat.
Ruben berharap proses pemilihan pimpinan Sinode GMIM pada Maret 2027 dapat menghasilkan pimpinan Sinode yang membawa GMIM lebih maju, terutama dalam pelayanan kepada seluruh jemaat yang tersebar hingga luar Sulawesi Utara, termasuk di luar negeri. (Fanny)






