Manado, Sulutnews.com – Sebanyak 6.000 anak di Kota Manado putus sekolah akibat kemiskinan dan ketidakberdayaan di kota berpenduduk sekitar 500 ribu jiwa tersebut.
Ribuan anak yang membutuhkan uluran tangan para donatur itu tersebar di lingkungan sekolah yang ada di 11 kecamatan.
Hal tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Manado, dr. Richard Sualang, saat menghadiri acara peluncuran dan sosialisasi serta penandatanganan Komitmen Dukungan Aplikasi GEMAMAKASE atau Gerakan Masyarakat Manado Kembalikan Anak Bersekolah, Kamis (1/10), di Gedung Serba Guna Pemkot Manado.
“Pemerintah Kota Manado bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Kota Manado telah menciptakan GEMAMAKASE sebagai solusi pengumpulan data sekaligus upaya penanganan agar 6.000 anak ini punya harapan bisa kembali mengenyam pendidikan,” ujar dr. Richard Sualang.
Ia menambahkan, aplikasi GEMAMAKASE tersebut diharapkan dapat digunakan seluruh elemen masyarakat, termasuk DPRD, akademisi, tokoh agama, dan pemerhati pendidikan, untuk berkolaborasi sebagai orang tua angkat dan donatur.
“Acara penandatanganan dan komitmen Gerakan Masyarakat Manado Kembalikan Anak Bersekolah memiliki beberapa fokus utama. Namun, target 6.000 anak putus sekolah bisa mengenyam pendidikan kembali dapat tercapai melalui peran serta masyarakat,” ucapnya.
Acara tersebut diwarnai dengan penandatanganan komitmen kesepakatan bersama oleh Wakil Wali Kota Manado dr. Richard Sualang, Asisten Pemerintahan dan Kesra Julises Oehlers, S.H., Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Manado Peter Karl Bart Asa, S.T., M.Sc., Anggota DPRD Kota Manado A. Jimi Gosal dan Iqbal Anshari, para Kepala SKPD se-Kota Manado, camat, lurah, ketua lingkungan, LPM kelurahan, kepala sekolah SD, SMP, dan TK Negeri, perwakilan media, tokoh agama, serta lainnya.(Yayuk)






