Menu

Mode Gelap
Walikota Tomohon Caroll Senduk Didampingi Sekot Edwin Roring Hadiri Dialog Publik “Masyarakat Bertanya Walikota Menjawab” Pelestarian Laut Dukung Peningkatan Pariwisata, Suzuki Indonesia Adakan Bersih-Bersih Pantai Bunaken Dengan Ratusan Pelajar Wagub Steven Kandouw Lantik Wounde Sebagai Penjabat Bupati Sangihe Breaking News Tamuntuan Pergi, Wounde Datang Kecamatan Tatoareng Kepulauan Sangihe Terancam Jatuh Miskin

NTT · 21 Jan 2024 17:26 WIB ·

Skandal Hubungan Tak Pantas Antar Perangkat Desa di Desa Bolatena Terkuak


 Skandal Hubungan Tak Pantas Antar Perangkat Desa di Desa Bolatena Terkuak Perbesar

Kabupaten Rote Ndao,Sulutnews.com – Sebuah skandal mencengangkan melibatkan dua orang perangkat desa yang juga menjabat sebagai penyelenggara Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 di Desa Bolatena, Kecamatan Landu Leko, terungkap pada Rabu (20/01/2024). Kedua sosok tersebut, adalah seorang laki-laki yang menjabat sebagai Ketua Panitia Pemungutan Suara (PPS) dengan berinisial “MM,” serta seorang perempuan berinisial yang sama, mengejutkan warga setempat.

Sesuai pantawan wartawan Sulutnews.com mengungkapkan bahwa ada postingan viral di Facebook yang menunjukkan kedua perangkat tersebut dalam pose berpelukan, bahkan tampak seperti saling mencium.

“Saya Kenal Pasti mereka kami satu desa, mereka adalah Perangkat desa dan juga PPS, mereka tinggal di Desa Sini, Perempuan di RT 6, RW 3, Dusun Ruwinalakan, dan Laki-laki di RT 4 RW 2 Dusun Karafao. Laki-laki sudah ada istri dan anak,” Sesuai pantawan wartawan Sulutnews.com

Sesuai postingan foto tersebut membuat gempar media sosial mereka adalah perangkat desa dan anggota PPS.

“Menurut pantawan wartawan Sulutnews.com Saya dengar pemerintah kecamatan sudah panggil mereka, ini sangat disayangkan pimpinan di Desa tunjukkan hal yang tidak bagus, merusak nama baik Desa Bolatena,” Cerita nya.

Informasi yang diperoleh menyebutkan bahwa Pemerintah Kecamatan Landu Leko telah mengambil langkah untuk memanggil kedua oknum tersebut terkait skandal ini. Skandal ini tentu saja menimbulkan kekhawatiran terhadap integritas penyelenggara Pemilu di tingkat desa dan menciptakan dampak negatif terhadap citra Desa Bolatena.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak berwenang atau kedua perangkat terkait dugaan pelanggaran etika dan norma yang mungkin terjadi. Skandal ini patut dijadikan peringatan bagi seluruh penyelenggara Pemilu untuk menjaga etika dan moralitas dalam menjalankan tugas mereka demi menjaga kepercayaan masyarakat terhadap sistem demokrasi.

(Reporter: Dandry Ledoh)

Artikel ini telah dibaca 812 kali

Baca Lainnya

BPKP NTT Berkomitmen Ungkap Kasus Tipikor di Rote Ndao

4 July 2024 - 10:27 WIB

9 Tahun Berbakti Dan Melayani Masyarakat NTT Jane Natalia Suryanto NTT Adalah Tempat untuk Dirinya Melayani

2 July 2024 - 16:37 WIB

Bungkam BPKP Provinsi NTT Untuk Kerugian Negara Kasus COVID-19 di Rote Ndao

28 June 2024 - 19:08 WIB

Youth Rote Movement: Aksi Bersih Sumber Air Oemau dan Lelain sebagai Bentuk Cinta Rote Ndao

28 June 2024 - 16:33 WIB

Hiskia Simarmata : Kasus Dugaan Penipuan Dan Penyerobotan Tanah oleh Karyawan BUMN, Jenzi Lukius Gasperz Dan Devit Alnabe Terus Berlanjut

24 June 2024 - 19:26 WIB

Gelombang Besar Guncang Kapal Feri Ranaka, Penumpang Panik Putra Henukh Berdoa

23 June 2024 - 22:39 WIB

Trending di NTT