Menu

Mode Gelap
Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe Pangdam XIII/Merdeka Gelar Coffee Morning Bersama Insan Media Sulut, Sampaikan Konsep Pentahelix

NTT · 14 Feb 2025 14:47 WITA ·

Sengketa Akses Jalan di Bo’a, Erasmus Frans: Saya Dilaporkan, Tapi Justru Mereka yang Menutup Jalan!


Sengketa Akses Jalan di Bo’a, Erasmus Frans: Saya Dilaporkan, Tapi Justru Mereka yang Menutup Jalan! Perbesar

Rote Ndao,Sulutnews.com – Mantan Anggota DPRD Rote Ndao dua periode, Erasmus Fras, mempertanyakan dasar pelaporan terhadap dirinya yang dilakukan oleh seseorang bernama Syamsul. Ia mengaku tidak mengenal Syamsul, tetapi yang bersangkutan mendapat kuasa dari PT Bo’a Development untuk melaporkannya. “Saya tidak kenal dia, tapi dia mendapat kuasa dari PT Bo’a Development untuk melaporkan saya. Itu aneh!” ungkap Erasmus. Yang biasa di sapa Mus.

Erasmus menjelaskan bahwa sengketa ini bermula dari proses penyelesaian yang telah dilakukan hingga empat tahap di tingkat desa, namun tidak mencapai titik temu. “Tanggal 23 Desember 2024 terjadi pergantian kepala desa, dan kepala desa yang baru belum mengambil langkah apa pun. Saya merasa perjuangan ini tidak boleh terhenti karena jalan itu ditutup. Maka saya memutuskan untuk menyampaikan kronologi permasalahan ini ke publik melalui media sosial,” ujarnya.

Lebih lanjut, Erasmus menegaskan bahwa jika dirinya dilaporkan ke pihak berwenang, ia siap menghadapinya demi mendapatkan kejelasan hukum. “Silakan, ini negara hukum. Kalau saya dilaporkan, justru lebih baik agar persoalan ini bisa lebih jelas,” tegasnya.

Ia juga menepis tuduhan bahwa akses jalan yang dipermasalahkan bukanlah jalan desa. Menurutnya, bukti dokumentasi menunjukkan bahwa jalan tersebut telah digunakan masyarakat sejak 1997 sebagai akses resmi. “Masyarakat telah menggunakan jalan itu secara swadaya, dan pemerintah juga telah mengintervensi lewat program kegiatan. Pada 2018, masyarakat diminta membuat pernyataan agar jalan lingkar sepanjang 250 meter dikerjakan kembali, tetapi dengan syarat pemerintah harus membuka akses ke pantai. Sampai sekarang, akses itu belum dibuka,” jelasnya.

Erasmus juga menyoroti keberadaan jalan di sebelah SD yang sebelumnya disewakan oleh seorang warga negara asing kepada pemilik tanah sebagai akses ke lokasi usahanya. Namun, akses tersebut kemudian dikembalikan ke desa. “Mereka secara sepihak menutup akses tersebut dan mengatakan itu bukan jalan desa, padahal semua sertifikat tanah di sekitarnya berbatasan dengan jalan desa. Seharusnya saya yang melaporkan mereka karena mencoba merampas dan menggelapkan akses desa,” ungkapnya.

Dampak dari penutupan jalan ini juga dirasakan oleh pelaku usaha lokal, termasuk pemilik usaha penyewaan motor dan mobil. “Seluruh homestay dan resort yang ada di desa ini tamunya bermain di Bo’a dan Nemberala. Bagaimana UKM bisa beroperasi kalau tamu harus berjalan satu kilometer karena akses ditutup?” tanyanya.

Sebagai bentuk perlawanan, pada 1 Februari 2025, para pemuda Bo’a menginisiasi pengumpulan pendapat masyarakat yang kemudian menghasilkan surat petisi kepada Pemerintah Daerah. “Surat itu meminta pemerintah turun tangan untuk mengembalikan akses masyarakat. Isi surat itu sama dengan yang saya posting di media sosial. Artinya, hari ini mereka bukan hanya melawan saya, tetapi melawan masyarakat,” pungkas Erasmus.

Dalam petisi tersebut, sekitar 100 orang menandatangani dan menyatakan bahwa jalan tersebut memang telah ditutup. Erasmus pun menantang pihak yang menyebutnya berbohong untuk membuktikan klaim mereka. “Siapa yang berbohong? Ada 100 saksi yang sudah tanda tangan petisi bahwa jalan itu benar-benar ditutup,” tegasnya.

Reporter : Dance henukh

Artikel ini telah dibaca 2,046 kali

Baca Lainnya

Resmi Dua Juni Pengumuman Kelulusan: Momen Berharga bagi Siswa UPTD SMP Negeri 2 Lobalain

28 Mei 2026 - 19:10 WITA

Di Rumah Jabatan Bupati Rote Ndao Segera Diadakan Festival Keluarga Malole: Wujudkan Pengasuhan Penuh Kasih dan Disiplin Positif

22 Mei 2026 - 17:25 WITA

Anggaran Rp927 Juta untuk Tenaga Outsourcing Rumah Jabatan

21 Mei 2026 - 00:15 WITA

Melayani Profesional Terpercaya Azis Barawasi Berikan Kepastian Hukum Hak Tanah Masyarakat

20 Mei 2026 - 17:19 WITA

Proses Penerbitan Sertipikat Tanah di Kantor Pertanahan Rote Ndao

20 Mei 2026 - 16:41 WITA

Merasa Kebal Hukum Tarik Motor yang Hampir Lunas, Konsumen Diarahkan Kredit Baru Pakai Nama Orang Lain

20 Mei 2026 - 16:04 WITA

Trending di Internasional