Menu

Mode Gelap
Ferdinand Gansalangi Resmi Dilantik Menteri Diktisaintek sebagai Direktur Polnustar Periode 2026–2030 BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan

Internasional · 24 Jun 2026 11:00 WITA ·

SEMUA FRAKSI DPRD SEPAKAT MENOLAK PENGGABUNGAN DINAS PETERNAKAN DAN PERTANIAN


SEMUA FRAKSI DPRD SEPAKAT MENOLAK PENGGABUNGAN DINAS PETERNAKAN DAN PERTANIAN Perbesar

Reporter: Dance Henukh

Sulutnews.com ,Rote Ndao – Dalam pembahasan Rancangan Peraturan Daerah tentang Penataan Organisasi Perangkat Daerah, seluruh fraksi DPRD Kabupaten Rote Ndao secara tegas dan bulat menyatakan penolakan terhadap rencana penggabungan Dinas Peternakan ke dalam Dinas Pertanian. Keputusan ini diambil berdasarkan pertimbangan mendalam terhadap kondisi ekonomi, karakteristik wilayah, dan kepentingan masyarakat luas.

Sektor Strategis yang Menopang Hidup Masyarakat
Pertanian dan peternakan adalah tulang punggung ekonomi Nusa Tenggara Timur, termasuk Rote Ndao. Kedua sektor ini menjadi sumber pendapatan utama, menjaga ketahanan pangan, dan menyerap tenaga kerja terbanyak di wilayah pedesaan. Pembangunannya harus didukung dengan kelembagaan yang kuat.

Ruang Lingkup dan Keahlian Berbeda
Meskipun saling berkaitan, keduanya memiliki urusan teknis yang terpisah. Peternakan mencakup kesehatan hewan, pengendalian wabah, pembibitan, keamanan pangan asal hewan, dan pengembangan usaha tersendiri — semuanya membutuhkan keahlian khusus, perencanaan, serta anggaran yang fokus.

Penggabungan Tidak Efektif, Justru Berisiko Rugi
Beban kerja Dinas Pertanian saat ini sudah cukup besar. Jika digabung, perhatian terhadap peternakan akan tersisih. Keuntungan efisiensi hanya sekitar Rp159 juta per tahun, namun risikonya jauh lebih besar: berkurangnya akses ke program dan dana khusus dari pemerintah pusat, serta menurunnya kualitas pelayanan.

Sesuai Visi Pembangunan Daerah
Mempertahankan kedua dinas secara terpisah mendukung visi “Mbule Lima” dan “Rote Ndao Bertani”. Kelembagaan mandiri memastikan setiap sektor memiliki program, anggaran, dan target yang jelas sehingga pembangunan berjalan lebih terukur dan cepat.

Berpihak Langsung kepada Peternak
Bagi ribuan keluarga di Rote Ndao, ternak adalah “tabungan hidup” dan sumber gizi utama. Menggabungkan dinas berarti merendahkan peran sektor ini, yang justru berkontribusi nyata pada kesejahteraan dan ketahanan pangan daerah.

Penolakan bersama seluruh fraksi DPRD adalah cerminan aspirasi rakyat. Penataan organisasi tidak boleh hanya mengecilkan struktur, tetapi harus menjamin keberlanjutan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Dinas Peternakan wajib tetap berdiri sendiri sebagai lembaga yang fokus dan bertanggung jawab.

Artikel ini telah dibaca 1,029 kali

Baca Lainnya

Turnamen Futsal Pers Rote Ndao Cup V 2026 Resmi Dibuka oleh Handry Bessie Ketua AFKAB Rote Ndao

24 Agustus 2026 - 20:56 WITA

SMSI Rote Ndao Gelar Turnamen Futsal, 60 Tim Bertanding Rebut Hadiah Rp30 Juta

24 Agustus 2026 - 19:07 WITA

DIDUGA HILDA SIKONE KEPALA BRI CABANG ROTE NDAO ANCAM NASABAH YANG TERLAMBAT BAYAR ANGSURAN

23 Agustus 2026 - 11:25 WITA

Beni Mulik Yang Minta Media Tulis Tambah Resmi Ditahan, Penyidik Polres Rote Ndao Serahkan Tersangka dan Barang Bukti ke Kejaksaan

21 Agustus 2026 - 20:18 WITA

21 Agustus 2026 - 19:52 WITA

Kasus Pembunuhan Di Rote Ndao Masuk Dalam Tahap Dua Tersangka Yusuf Adu Di Serahkan Ke Kejaksaan

20 Agustus 2026 - 16:37 WITA

Trending di Internasional