Ilustrasi Foto
Reporter : Dance Henukh
Sulutnews.com – ROTE NDAO – Eko Suhartono membantah tegas pemberitaan yang menyebut lokasi tambak garam di Rote Ndao merupakan tempat prostitusi yang menghancurkan masa depan gadis-gadis. Ia menegaskan seluruh tuduhan itu tidak memiliki dasar kebenaran sama sekali.
“Tidak pernah ada hal seperti yang diberitakan. Tidak pernah ada cewek-cewek mendatangi tambak garam, apalagi datang tiga hari dan bermalam tiga hari. Itu tidak benar!” tegas Eko.
Bantahan itu muncul menyusul unggahan anonim di grup Anak Rote Anti Koruptor yang menyebut banyak wanita rajin mendatangi lokasi yang secara lokal dikenal sebagai “tambak garam” hingga menginap berhari-hari dengan anggapan aman. Unggahan itu kemudian berkembang menjadi narasi luas yang menghubungkan lokasi tersebut dengan praktik prostitusi terselubung.
Menanggapi merebaknya isu yang memecah perhatian publik ini, jajaran kepolisian resmi angkat bicara. Dikonfirmasi melalui Kasat Reskrim Polres Rote Ndao AKP Rifai, S.H. atas instruksi Kapolres Rote Ndao AKBP Mardiono, S.ST., M.K.P., pihaknya menegaskan akan segera menindaklanjuti laporan dan informasi yang beredar.
“Terkait isu prostitusi di tambak garam yang sedang ramai dibicarakan, kami segera turun ke lapangan untuk mengecek kebenaran informasi tersebut secara menyeluruh,” jelas Kasat Reskrim.
Dengan adanya bantahan dari pihak terkait sekaligus komitmen aparat untuk melakukan pengecekan fakta, masyarakat diminta untuk sementara tidak mudah menyebarkan informasi yang belum terverifikasi dan menunggu hasil penyelidikan resmi kepolisian.





