Menu

Mode Gelap
Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe Pangdam XIII/Merdeka Gelar Coffee Morning Bersama Insan Media Sulut, Sampaikan Konsep Pentahelix

NTT · 22 Nov 2025 22:09 WITA ·

Rote Ndao Gelar Rakor Percepatan Penurunan Stunting, Bupati Tekankan Sinergi


Rote Ndao Gelar Rakor Percepatan Penurunan Stunting, Bupati Tekankan Sinergi Perbesar

Rote Ndao,Sulutnews.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rote Ndao terus menunjukkan komitmennya dalam upaya percepatan penurunan angka stunting di wilayahnya. Hal ini diwujudkan melalui Rapat Koordinasi Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) yang digelar di Aula Kantor Bappelitbangda Rote Ndao, Jumat (21/11/2025).

Rapat ini membahas Diseminasi Laporan TPPS Kabupaten Rote Ndao Semester I dan II, serta Evaluasi Inputan pada Aplikasi Mai Fali tahun 2025. Bupati Rote Ndao, Paulus Henuk, SH, melalui Plt. Asisten Pemerintah dan Kesra Drs. Benay Forah, menekankan pentingnya sinergi dan langkah-langkah konkret dari seluruh pihak terkait dalam upaya percepatan penurunan angka stunting.

Drs. Benay Forah menyampaikan apresiasinya terhadap penyelenggaraan Rakor TPPS ini sebagai wujud upaya meningkatkan koordinasi dan konvergensi percepatan penurunan stunting. Ia juga menyoroti pentingnya keterlibatan berbagai pemangku kepentingan secara kolaboratif dan berkesinambungan.

Rakor ini bertujuan untuk mengkoordinasikan Laporan TPPS Rote Ndao semester I dan II tahun 2025, serta memastikan akurasi data dalam sistem E-Bangda. Aplikasi Mai Fali memiliki peran sentral dalam mengintegrasikan dan memverifikasi data dasar perencanaan percepatan penurunan stunting.

“Rakor ini juga mensinergikan hasil intervensi spesifik dalam ketepatan pelayanan dan pemberian nutrisi bagi pemulihan status gizi balita. Selain itu, juga membahas intervensi sensitif untuk pencegahan stunting, seperti penanganan kemiskinan ekstrim, sanitasi berbasis masyarakat, penyediaan sumber air bersih, dan publikasi data stunting,” jelas Plt. Asisten Pemerintahan dan Kesra Benay Forah saat membuka Rakor.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa upaya pencegahan dan penurunan stunting merupakan tanggung jawab seluruh unsur pelaksana pelayanan di masyarakat. Berdasarkan data pengukuran bulan Oktober 2025, tercatat angka stunting sebesar 15,7 persen atau 1671 balita. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan intervensi spesifik dan sensitif yang sesuai dengan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) masing-masing Perangkat Daerah.

“Peningkatan kerja sama dengan LSM/NGO juga menjadi kunci dalam perpaduan program,” tambahnya. Dengan dukungan inovasi aksi perubahan birokrasi, Mai Fali diharapkan menjadi simbol dari gerakan reformasi data yang partisipatif, sistematis, dan berkelanjutan lintas sektor.

Reporter: Dance Henukh

Artikel ini telah dibaca 1,352 kali

Baca Lainnya

Resmi Dua Juni Pengumuman Kelulusan: Momen Berharga bagi Siswa UPTD SMP Negeri 2 Lobalain

28 Mei 2026 - 19:10 WITA

Di Rumah Jabatan Bupati Rote Ndao Segera Diadakan Festival Keluarga Malole: Wujudkan Pengasuhan Penuh Kasih dan Disiplin Positif

22 Mei 2026 - 17:25 WITA

Anggaran Rp927 Juta untuk Tenaga Outsourcing Rumah Jabatan

21 Mei 2026 - 00:15 WITA

Melayani Profesional Terpercaya Azis Barawasi Berikan Kepastian Hukum Hak Tanah Masyarakat

20 Mei 2026 - 17:19 WITA

Proses Penerbitan Sertipikat Tanah di Kantor Pertanahan Rote Ndao

20 Mei 2026 - 16:41 WITA

Merasa Kebal Hukum Tarik Motor yang Hampir Lunas, Konsumen Diarahkan Kredit Baru Pakai Nama Orang Lain

20 Mei 2026 - 16:04 WITA

Trending di Internasional