Menu

Mode Gelap
Ferdinand Gansalangi Resmi Dilantik Menteri Diktisaintek sebagai Direktur Polnustar Periode 2026–2030 BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan

Bengkulu · 13 Mar 2024 23:25 WITA ·

Rakor Pengendalian Inflasi Daerah Ungkap Kenaikan Harga Pangan pada Awal Maret


Rakor Pengendalian Inflasi Daerah Ungkap Kenaikan Harga Pangan pada Awal Maret Perbesar

Sulutnews.com, Kaur – Rapat koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah telah diadakan, menyoroti tren kenaikan harga pada beberapa komoditas pangan di minggu pertama Maret 2024. Rapat ini, yang berlangsung secara virtual melalui platform Zoom, diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan dihadiri oleh para pejabat terkait termasuk Kadis Sosial, Kepala Dinas Pertanian, Kepala BPS Kabupaten Kaur, dan Kabid BPKAD, Rabu (13/03/2024).

Rakor ini dibuka oleh Irjen Kemendagri Tomsi Tohir, dalam rapat tersebut menghadirkan data kondisi inflasi dari seluruh provinsi dan kabupaten/kota di Indonesia, dengan Minahasa Selatan tercatat memiliki inflasi tertinggi sebesar 6,06. Plt. Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, menyampaikan inflasi pada bulan Februari yang menunjukkan makanan, minuman, dan tembakau sebagai kelompok yang mengalami inflasi tertinggi, memberikan kontribusi signifikan terhadap inflasi nasional.

“Beras, cabai merah, telur ayam ras, daging ayam ras, dan minyak goreng menjadi komoditas utama penyumbang inflasi di bulan Februari, dengan inflasi beras mencapai 5,32% baik secara month-to-month (m-to-m) maupun year-on-year (y-on-y). Meski demikian, Amalia menyampaikan bahwa situasi harga beras mulai terkendali berkat masuknya masa panen di beberapa sentra produksi, ujarnya.

Tanggapan datang dari Kadiv POPP Epi Sulandari mengatakan, upaya Perum Bulog dalam menjaga stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) cukup dan tersebar merata di seluruh Indonesia, termasuk melalui program Gerakan Pangan Murah (GPM) dan pembangunan kios-kios pantau di pasar tradisional untuk menjaga stabilitas harga.

“Rapat ini menjadi cerminan dari kerjasama lintas sektor yang intensif dalam mengendalikan inflasi, khususnya pada komoditas pangan. Dengan upaya dari berbagai pihak, diharapkan stabilitas harga pangan dapat terjaga, menghindari lonjakan inflasi yang dapat mempengaruhi daya beli masyarakat luas,” ungkap Epi Sulandari.

Tambahny, Strategi yang diterapkan meliputi pengawasan distribusi beras, pemantauan harga pasar secara real-time, dan intervensi pasar bila diperlukan, menunjukkan komitmen pemerintah daerah dan pusat dalam mengendalikan inflasi dan menjaga kesejahteraan masyarakat, tutup Epi Sulandari. (ADV/Metra)

Artikel ini telah dibaca 1,003 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

PKK dan DWP Bengkulu Salurkan Bantuan Korban Kebakaran di Lima Lokasi

20 Agustus 2026 - 23:45 WITA

Pemprov Bengkulu Dorong PWI Perkuat Profesionalisme dan Soliditas Wartawan

18 Juli 2026 - 21:52 WITA

Jangan Biarkan Hak Orang Tua Terkekang dalam Pengadaan Seragam

16 Juli 2026 - 20:38 WITA

Lewat Pesan WA, Oknum Guru SMA 4 Kaur Utara Minta Orang Tua Setor Uang Seragam Langkah

13 Juli 2026 - 23:32 WITA

Anggota DPRD Kaur Sudah Kembalikan Kelebihan Biaya Perjalanan Dinas 2023–2024

25 Juni 2026 - 19:41 WITA

AMJ Kawal Kasus Intimidasi 8 Wartawan yang Dikurung 30 Menit oleh Oknum Pejabat di Kepahiang

1 Mei 2026 - 02:00 WITA

Trending di Bengkulu