Menu

Mode Gelap
Ferdinand Gansalangi Resmi Dilantik Menteri Diktisaintek sebagai Direktur Polnustar Periode 2026–2030 BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan

Manado · 6 Feb 2025 17:18 WITA ·

Pertanyakan Anti Virus ASF, Angelia Regina Wenas Ingatkan Dinas Pertanian dan Peternakan Soal Ancaman Virus PMK


Pertanyakan Anti Virus ASF, Angelia Regina Wenas Ingatkan Dinas Pertanian dan Peternakan Soal Ancaman Virus PMK Perbesar

MANADO,Sulutnews.com – Anggota DPRD Sulut Angelia Regina Wenas menanyakan upaya pemerintah Provinsi Sulut melalui Dinas Pertanian dan Peternakan terkait penanganan African Swine Fever Virus (ASF) yang terjadi pada 2023 silam sehingga menyebabkan ratusan peternakan Babi di Sulut merugi bahkan harus gulung tikar. Menurutnya peternakan Babi sangat menjanjikan mengingat harga daging saat ini sangat tinggi, namun peternak masih hati – hati untuk kembali berinvestasi, karena ancaman Virus ASF.

” Apa vaksin untuk Virus ASF sudah ada? Karena sekarang ini bukan hanya virus ASF yang masih ditakuti tetapi ada virus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang sudah menyerang ternak Sapi,” kata Angelia Wenas saat RDP bersama Dinas Pertanian dan Peternakan Senin (3/2)2025)

Politisi partai Demokrat yang saat ini masuk tim Komisi II DPRD Sulut ini juga mengatakan, untuk Program dan Kegiatan Tahun Anggaran 2025 Dinas Pertanian dan Peternakan Daerah Provinsi Sulut perlu mengalokasikan anggaran, sebagai antisipasi adanya serangan virus yang akan menyerang peternak. ” Pengalaman tahun 2023 lalu jangan sampai terulang lagi maka perlu ada program kerja dalam kaitan mitigasi serangan virus ataupun penyakit yang menyerang ternak,” kata Angelia Wenas.

Terkait vaksin Anti virus ASF Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Sulut Wilhelmina Pangemanan mengatakan belum ada vaksinnya. “Semenjak Sulut dilanda virus ASF, memang sangat di rasakan sekali kerugiannya, namun upaya pencegahan dan penanggulan telah kami lakukan, mengingat sampai saat ini tidak ada vaksin untuk virus ASF ini, namun kami terus lewat sosialisasi dengan melakukan bioscurity yang ketat kepada peternak. Mengingat sampai saat ini belum ada vaksin untuk Virus ASF,” ungkap Pangemanan.

Juga kata dia, saat ini peternak sudah bangkit lagi, dan memang belum seperti sebelumnya.“Dalam melakukan beosecurity yang ketat, telah disosialisasikan kepada peternak dan saat ini mulai berhasil,” kata Pangemanan sambil menambahkan untuk Virus PMK sudah ada vaksin, dan telah diberikan kepada peternak karena Virus PMK ini tidak hanya menyerang sapi, tetapi juga menyerang ternak Babi dan Kambing.(Josh tinungki)

Artikel ini telah dibaca 1,167 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Walikota Andrei Angouw Lantik 25 Pejabat Eselon III Dan IV Di Lingkungan Pemkot Manado

23 Juli 2026 - 13:36 WITA

Pertamina Regional Sulawesi Perluas Penyaluran Biosolar B50, Kini Tersedia di 590 SPBU di Enam Provinsi

22 Juli 2026 - 18:06 WITA

Akademisi Unsrat : Prof Grace Debbie Kandou Telah Memenuhi Seluruh Syarat Administrasi Pemilihan Rektor 2026–2030

22 Juli 2026 - 17:46 WITA

Tingkatkan Kesadaran Hukum Kodam XIII/Merdeka Gelar Penyuluhan “Prajurit TNI Prima Taat Hukum”

22 Juli 2026 - 17:37 WITA

Vionita Kuerah : Perlindungan Perempuan dan Anak Merupakan Upaya Penegakan Hak Asasi Manusia

22 Juli 2026 - 12:59 WITA

Belum Terpenuhi Kuota, Sejumlah SMA dan SMK di Sulawesi Utara Kembali Buka Pendaftaran SPMB Hingga Akhir Agustus 2026

22 Juli 2026 - 10:13 WITA

Trending di Manado