Makassar,Sulutnews.com – PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi secara bertahap memperluas penyaluran Biosolar B50 ke seluruh wilayah Sulawesi, sebagai bentuk dukungan nyata terhadap kebijakan pemerintah dalam memperkuat ketahanan energi nasional serta mempercepat pemanfaatan Energi Baru Terbarukan (EBT).
Hingga saat ini, penyaluran Biosolar B50 telah berjalan di empat provinsi, yaitu Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Utara, dan Sulawesi Tengah. Perluasan ke wilayah lainnya akan dilakukan secara bertahap menyesuaikan kesiapan infrastruktur logistik serta ketersediaan pasokan di masing-masing daerah.
Dalam mendukung implementasi ini, seluruh Terminal Utama (Main Terminal) Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi yang berlokasi di Makassar, Bitung, Baubau, dan Donggala telah mulai menyalurkan Biosolar B50. Sementara itu, penyaluran di Terminal Akhir (End Terminal) dilakukan berjenjang mengikuti jadwal kedatangan kapal suplai. Fuel Terminal Kendari telah resmi menyalurkan Biosolar B50, sedangkan terminal lainnya akan menyusul segera setelah pasokan diterima.
Secara keseluruhan, Biosolar B50 kini telah tersedia di 590 SPBU yang tersebar di wilayah Sulawesi, dengan rincian:
- 280 SPBU di Sulawesi Selatan
- 102 SPBU di Sulawesi Tenggara
- 76 SPBU di Sulawesi Tengah
- 71 SPBU di Sulawesi Utara
- 35 SPBU di Sulawesi Barat
- 26 SPBU di Gorontalo
Jumlah titik penyaluran akan terus bertambah seiring selesainya tahapan persiapan di terminal-terminal penyalur lainnya.
Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi memastikan seluruh proses transisi menuju penggunaan Biosolar B50 dilaksanakan dengan ketat mengutamakan kualitas produk, keandalan distribusi, serta kesiapan sarana dan prasarana di setiap titik. Seluruh tahapan berjalan sesuai standar operasional yang berlaku, sehingga pasokan energi bagi masyarakat tetap terjaga lancar selama masa transisi.
Area Manager Communication, Relation, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, menyampaikan bahwa langkah ini merupakan wujud komitmen perusahaan dalam mendorong penggunaan energi yang lebih ramah lingkungan sekaligus menjaga stabilitas pasokan energi di wilayah Sulawesi.
“Kami terus memastikan seluruh aspek operasional siap mendukung implementasi Biosolar B50. Penyaluran dilakukan secara bertahap dengan tetap mengutamakan kualitas produk, keandalan distribusi, serta ketersediaan stok agar kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi dengan baik di setiap wilayah,” ujar Lilik.
Ia menambahkan, Pertamina juga terus memperkuat koordinasi dengan pihak regulator, pemerintah daerah, serta seluruh mitra operasional agar implementasi berjalan sesuai ketentuan dan target yang telah ditetapkan.
“Kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci keberhasilan langkah ini. Pertamina akan terus menjamin distribusi yang lancar, kualitas produk yang terjaga, serta pelayanan optimal kepada masyarakat selama proses berlangsung,” tegasnya.
Melalui perluasan Biosolar B50, Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi berkomitmen mendukung agenda transisi energi nasional, sekaligus menjaga keandalan pasokan BBM bagi kebutuhan rumah tangga, sektor transportasi, industri, dan pelaku usaha di seluruh wilayah Sulawesi.
Masyarakat yang membutuhkan informasi lebih lanjut mengenai produk dan layanan Pertamina dapat menghubungi Pertamina Contact Center (PCC) di nomor 135 atau mengakses kanal resmi Pertamina.(*/Merson)





