Menu

Mode Gelap
Ferdinand Gansalangi Resmi Dilantik Menteri Diktisaintek sebagai Direktur Polnustar Periode 2026–2030 BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan

Manado · 17 Mar 2025 15:20 WITA ·

Nasib 34 Warga Sulut di Vietnam Terancam, Keluarga Korban Mengadu ke DPRD Sulut


Oplus_131072 Perbesar

Oplus_131072

MANADO,Sulutnews.com – Merasa kuatir akan keberadaan keluarga mereka yang nasibnya terancam karena dituduh menjadi tenaga kerja ilegal di Vietnam, orang tua dan istri dari pekerja mendatangi Kantor DPRD. Mereka meminta Anggota Legislatif dapat mendengar aspirasi mereka agar Anggota DPRD Sulut dapat memfasilitasi pemulangan keluarga mereka yang saat ini, keberadaan mereka terancam. Saat pertemuan bersama Ketua Fraksi Gerindra DPRD Sulut Louis Carl Schramm juru bicara warga Chirstie Saerang menceritakan keberadaan warga Sulut sangat menghawatirkan karena mereka mendapatkan perlakuan yang tidak seharusnya.

Ketua Fraksi Gerindra Louis Chramm didampingi Sekwan saat menerima Keluarga Korban

” Saat dikonfirmasi, mereka (pekerja asal Sulut) tidak berada di dalam KBRI tetapi diluar dan terkesan pihak KBRI lepas tanggungjawab, sehingga kami mohon DPRD Provinsi dapat melakukan upaya agar mereka bisa dipulangkan,” ungkap Christie yang juga sebagai relawan kemanusiaan di Kamboja.

Keluarga korban 

Juga Christie menjelaskan, yang juga menjadi persoalan saat ini dari total 34 pekerja mereka sangat kesulitan karena alat komunikasi mereka semua tidak bisa dihubungi, juga sampai menunggu proses pemulangan mereka juga menghadapi masalah pembayaran over day sementara mereka tidak lagi memiliki penghasilan karena ditahan.” Pihak KBRI di Vietnam justru seperti tidak peduli dengan nasib mereka karena status WNI adalah pekerja ilegal, ini perlu ada upaya untuk memulangkan mereka karena keluarga di Indonesia sangat berharap mereka dapat kembali dalam keadaan selamat,” tutur Christie saat berada di kantor DPRD Sulut. Senin (17/3/2025)Sementara itu Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Sulut yang langsung menerima keluarga pekerja mengatakan keprihatinannya dengan nasib pekerja asal Sulut yang kena tipu, dan menjanjikan akan melakukan upaya agar warga Sulut ini bisa dipulangkan dengan selamat.” Apa yang sudah disampaikan akan kami teruskan ke Kemenlu dan juga Kementrian BP2MI untuk mendesak agar warga kita dapat segera dipulangkan,” kata Louis sambil memberi pesan dengan pengalaman ini agar jangan muda tergiur bekerja ke luar negri degan iming iming gaji besar, namun tanpa ada surat jelas, karena ternyata setelah berada di Vietnam atau kamboja justru ditipu. (Josh tinungki)

Artikel ini telah dibaca 1,116 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Walikota Andrei Angouw Lantik 25 Pejabat Eselon III Dan IV Di Lingkungan Pemkot Manado

23 Juli 2026 - 13:36 WITA

Pertamina Regional Sulawesi Perluas Penyaluran Biosolar B50, Kini Tersedia di 590 SPBU di Enam Provinsi

22 Juli 2026 - 18:06 WITA

Akademisi Unsrat : Prof Grace Debbie Kandou Telah Memenuhi Seluruh Syarat Administrasi Pemilihan Rektor 2026–2030

22 Juli 2026 - 17:46 WITA

Tingkatkan Kesadaran Hukum Kodam XIII/Merdeka Gelar Penyuluhan “Prajurit TNI Prima Taat Hukum”

22 Juli 2026 - 17:37 WITA

Vionita Kuerah : Perlindungan Perempuan dan Anak Merupakan Upaya Penegakan Hak Asasi Manusia

22 Juli 2026 - 12:59 WITA

Belum Terpenuhi Kuota, Sejumlah SMA dan SMK di Sulawesi Utara Kembali Buka Pendaftaran SPMB Hingga Akhir Agustus 2026

22 Juli 2026 - 10:13 WITA

Trending di Manado