Menu

Mode Gelap
BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe

NTT · 24 Jun 2025 22:43 WITA ·

Misteri Grup WhatsApp “KOORDINASI KEPALA DESA” Rote Ndao: Transparansi atau Celah Kekuasaan?


Foto : Apremoy Dudelusy Dethan, Wakil Bupati Rote Ndao Perbesar

Foto : Apremoy Dudelusy Dethan, Wakil Bupati Rote Ndao

Rote Ndao,Sulutnews.com – Pembentukan grup WhatsApp “KOORDINASI KEPALA DESA” oleh ajudan Wakil Bupati Rote Ndao, Hildegardis Damian, telah menimbulkan kontroversi dan pertanyaan serius mengenai transparansi pemerintahan di Rote Ndao. Grup yang beranggotakan seluruh Kepala Desa dan Camat di Rote Ndao ini dinilai janggal dan memicu spekulasi di kalangan pejabat daerah dan publik.

Meskipun penjelasan resmi menyebutkan grup ini dibentuk atas permintaan Wakil Bupati untuk meningkatkan komunikasi dan koordinasi, penjelasan tersebut belum cukup untuk meredakan kekhawatiran. Seorang Camat yang enggan disebutkan namanya, dalam wawancara pada Selasa, 24 Juni 2025, mengungkapkan kebingungannya: “Ada apa dengan Wakil Bupati Rote Ndao diam-diam membuat grup sendiri dengan semua Kepala Desa dan Camat se-Rote Ndao?” Pernyataan ini menyoroti kekhawatiran akan potensi adanya komunikasi dan pengambilan keputusan yang tidak melibatkan Bupati Rote Ndao secara langsung, menimbulkan pertanyaan tentang mekanisme pemerintahan yang seharusnya transparan dan akuntabel.

Keberadaan grup ini memicu spekulasi mengenai kemungkinan adanya agenda atau kebijakan yang dijalankan secara terpisah dari jalur resmi pemerintahan. Ketidakjelasan mengenai tujuan dan mekanisme kerja grup “KOORDINASI KEPALA DESA” semakin memperkuat kekhawatiran publik akan kurangnya transparansi. Hingga saat ini, belum ada klarifikasi resmi dari Wakil Bupati Rote Ndao, meskipun telah dikonfirmasi pada Selasa, 24 Juni 2025.

Ketiadaan penjelasan resmi ini semakin memperkuat misteri di balik pembentukan grup tersebut. Apakah ini upaya untuk meningkatkan efisiensi komunikasi, atau justru indikasi adanya jalur komunikasi alternatif yang kurang transparan dan berpotensi menimbulkan celah kekuasaan? Pertanyaan ini tetap menjadi tanda tanya besar yang membutuhkan jawaban. Transparansi dan akuntabilitas pemerintahan merupakan kunci untuk menjaga kepercayaan publik, dan kejelasan mengenai grup WhatsApp ini sangat penting untuk memastikan hal tersebut.

Reporter: Dance Henukh

Artikel ini telah dibaca 1,398 kali

Baca Lainnya

Resmi Dua Juni Pengumuman Kelulusan: Momen Berharga bagi Siswa UPTD SMP Negeri 2 Lobalain

28 Mei 2026 - 19:10 WITA

Di Rumah Jabatan Bupati Rote Ndao Segera Diadakan Festival Keluarga Malole: Wujudkan Pengasuhan Penuh Kasih dan Disiplin Positif

22 Mei 2026 - 17:25 WITA

Anggaran Rp927 Juta untuk Tenaga Outsourcing Rumah Jabatan

21 Mei 2026 - 00:15 WITA

Melayani Profesional Terpercaya Azis Barawasi Berikan Kepastian Hukum Hak Tanah Masyarakat

20 Mei 2026 - 17:19 WITA

Proses Penerbitan Sertipikat Tanah di Kantor Pertanahan Rote Ndao

20 Mei 2026 - 16:41 WITA

Merasa Kebal Hukum Tarik Motor yang Hampir Lunas, Konsumen Diarahkan Kredit Baru Pakai Nama Orang Lain

20 Mei 2026 - 16:04 WITA

Trending di Internasional