Menu

Mode Gelap
Ferdinand Gansalangi Resmi Dilantik Menteri Diktisaintek sebagai Direktur Polnustar Periode 2026–2030 BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan

Manado · 25 Jun 2025 22:44 WITA ·

Louis Schramm : Pekerjaan Skimmer di Kamboja Berbahaya. Warga Sulut Dihimbau Tidak Tergiur


Louis Schramm : Pekerjaan Skimmer di Kamboja Berbahaya. Warga Sulut Dihimbau Tidak Tergiur Perbesar

Foto : Louis Carlk Schramm, Ketua Fraksi Gerindra DPRD Sulut

MANADO,Sulutnews.com – Ketua Fraksi Gerindra DPRD Sulut Louis Carl Schramm. SH, MH menghimbau kepada warga Sulut agar tidak tergiur bekerja sebagai Scemer di Negara Kamboja karena pekerjaan tersebut sangat berbahaya, hal ini dikatakan Louis usai bertemu dengan Dirjen Perlindungan Pekerja Migran Kementrian BP2MI Rinardi, S.E., M.Sc. beberapa waktu lalu. Menurutnya dalam mengungkap jaringan sindikat yang merekrut pekerja Indonesia dengan iming-iming gaji tinggi, kini telah dilakukan upaya mitigasi agar tidak ada lagi korban berikutnya dimana sudah banyak bukti kasus yang menyebabkan pekerja migran di Kamboja asal Sulut disiksa hingga meninggal dunia.

“Harus ada langkah-langkah mitigasi antara Pemerintah Pusat dan Daerah agar ada edukasi kepada masyarakat, jika pekerjaan skimmer itu tidak benar dan sangat membahayakan,” ungkap Louis Rabu (25/6/2025).

Juga dikatakan politisi yang sangat peduli dengan kepentingan masyarakat ini mengatakan, bukti jika pekerjaan skimmer itu sangat membahayakan telah ada banyak korban yang saat pergi bekerja tetapi setelah kembali sudah berada didalam peti mati.” Dengan banyaknya bukti yang sudah terjadi, bagaimana kita orang Sulut tidak bisa melihat jika pekerjaan itu tidak benar,”kata Louis

Terkait mitigasi bagi pekerja migran, pihaknya telah melakukan pertemuan bersama Dirjen Perlindungan dimana ada kesepakatan Kolaborasi antara Kementrian BP2MI dengan Pemerintah Daerah dalam menangani persoalan perlindungan pekerja migran, juga pengembangan sistim informasi untuk membantu mengelola data pekerja migran.” Upaya menangkap jaringan pelaku yang merekrut pekerja juga wajib dilakukan agar tidak ada lagi korban berikutnya,” tegas Louis sambil berharap agar masyarakat tidak lagi tergiur apa bila ada yang menawarkan pekerjaan sebagai skimmer di Kamboja karena itu sangat berbahaya.(josh tinungki)

Artikel ini telah dibaca 1,440 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Pertamina Regional Sulawesi Perluas Penyaluran Biosolar B50, Kini Tersedia di 590 SPBU di Enam Provinsi

22 Juli 2026 - 18:06 WITA

Akademisi Unsrat : Prof Grace Debbie Kandou Telah Memenuhi Seluruh Syarat Administrasi Pemilihan Rektor 2026–2030

22 Juli 2026 - 17:46 WITA

Tingkatkan Kesadaran Hukum Kodam XIII/Merdeka Gelar Penyuluhan “Prajurit TNI Prima Taat Hukum”

22 Juli 2026 - 17:37 WITA

Vionita Kuerah : Perlindungan Perempuan dan Anak Merupakan Upaya Penegakan Hak Asasi Manusia

22 Juli 2026 - 12:59 WITA

Belum Terpenuhi Kuota, Sejumlah SMA dan SMK di Sulawesi Utara Kembali Buka Pendaftaran SPMB Hingga Akhir Agustus 2026

22 Juli 2026 - 10:13 WITA

Profesor Febian Manoppo: Makanan Yang Aman Melindungi Kita Dari Berbagai Penyakit

21 Juli 2026 - 23:53 WITA

Trending di Health