Menu

Mode Gelap
Ferdinand Gansalangi Resmi Dilantik Menteri Diktisaintek sebagai Direktur Polnustar Periode 2026–2030 BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan

Sulut · 12 Agu 2024 15:13 WITA ·

Kurama : AMAN Sulut Boyong 2 Univeprsitas ke Konferensi Internasional Masyarakat Adat


Kurama : AMAN Sulut Boyong 2 Univeprsitas ke Konferensi Internasional Masyarakat Adat Perbesar

Jakarta, Sulutnews.com -Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) menggelar Konferensi Internasional Masyarakat Adat di Hotel Le Meridien Jakarta, Jumat, 9/8/2024. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Internasional Masyarakat Adat Sedunia (HIMAS) tahun 2024.

Adapun perayaan HIMAS Tahun 2024 ini mengusung tema: Masyarakat Adat: Pengetahuan, Praktik dan Inovasi.”

Ketua Pengurus Wilayah AMAN Sulut, Kharisma Kurama mengungkapkan, ada yang berbeda dari pelaksanaan HIMAS kali ini. Dimana, selain melibatkan jejaring gerakan, AMAN juga mengundang beberapa Perguruan Tinggi yang tersebar di beberapa provinsi.

“Ada dua Perguruan Tinggi yang dilibatkan dari Sulut. Ada IAKN Manado dan Fisip Unsrat,” katanya.

Ia menjelaskan, pentingnya pelibatan Universitas pada kegiatan ini salah satunya berkaca dari banyak kasus yang menjadikan Masyarakat Adat sebagai objek penelitian. Sehingga sangat banyak kasus setelah penelitian dan kepentingan para peneliti sudah terpenuhi, maka Masyarakat Adat akan ditinggalkan.

“Paling parah, ada juga riset-riset yang sama sekali tidak melibatkan Masyarakat Adat, sehingga hasil riset tersebut justru digunakan untuk menggusur keberadaan Masyarakat Adat,” jelasnya.

Untuk itu, pihaknya berharap lewat pertemuan kali ini akan membuka mata semua pihak termasuk kampus untuk mendorong eksistensi Masyarakat Adat di Bumi Nyiur Melambai.

“Sehingga lewat hasil riset bersama yang menempatkan Masyarakat Adat sebagai subjek akan sangat penting untuk eksistensi Masyarakat Adat di Sulawesi Utara agar bisa mendapatkan perlindungan dan pengakuan hak,” katanya.

Dijelaskan, dalam Konferensi Internasional Masyarakat Adat ini, AMAN juga bekerjasama dengan Universitas-universitas dari luar negeri dan jejaring dari gerakan Masyarakat Adat dari Kenya, Thailand, Amerika Serikat, Filipina, Nepal dan Bangladesh.

 

“Salah satunya ada dari Universitas Michigan Amerika Serikat. Kami saling bertukar informasi dan belajar bersama. Intinya kami berharap kampus jadi bagian dari perjuangan Masyarakat Adat, pungkasnya.

 

Hadir dalam kegiatan ini, Universitas Bengkulu, Universitas Mulawarman Kaltim,Universitas Patimura,Brawijaya, Universitas Kristen  Toraja, IAKN Manado,Universitas Cendrawasih Papua,Universitas Hasanudin, Universitas Muhamadiyah Malang, Universitas Sam Ratu Langi Sulut, Universitas Pahlawan Tuan Ku Tambusai, Andalas, Tadulako Sulteng, Tanjung Pura Kalbar, STHI Jentera, STI Keling Kumang Kalbar.

 

Selain itu juga AMAN mengundang Kedutaan Ingris, Denmark, Norwegia, terkhusus Kedutaan Amerika Serikat dan juga Kementrian Lembaga RI. (***)

Artikel ini telah dibaca 1,029 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Lima Fraksi DPRD Sulut Setujui Perubahan KUA PPAS APBD 2026

26 Agustus 2026 - 10:35 WITA

Gubernur Beberkan Rincian Pendapatan Daerah di Perubahan KUA-PPAS 2026, Naik Rp 3,2 Triliun

26 Agustus 2026 - 10:25 WITA

Pemprov Sulut Salurkan Bantuan Rp.750 Juta Untuk Bencana NTT

25 Agustus 2026 - 10:19 WITA

Gelar Lomba Rakyat, DPC Partai Demokrat Minahasa Bangun Kebersamaan Bersama Rakyat

25 Agustus 2026 - 10:04 WITA

Gelar Lomba Rakyat, Partai Demokrat Nyatakan lebih Dekat Dengan Rakyat.

23 Agustus 2026 - 22:12 WITA

Kembangkan Literasi Bagi Anak Pesisir, Alumni Frasus 86 Manado Gelar Lomba Mewarnai dan Games di Mangruve Park Wori

23 Agustus 2026 - 12:11 WITA

Trending di Manado