Rote Ndao,Sulutnews.com – Pada Hari Jumat tanggal 21 April 2023 didapatkan Informasi dari Konsulat RI-Darwin bahwa telah melaksanakan pertemuan terhadap 11 (sebelas) ABK/Nelayan Indonesia di Darwin yang terdampar di Pulau Bedwel pada tanggal 17 April 2023.
Sehubungan dengan tersebut diatas, Adapun yang dapat dilaporkan Pada Hari Kamis, 20 April 2023, PF Protokol dan Konsuler telah memperoleh akses kekonsuleran dan melakukan pertemuan dengan 11 (sebelas) ABK/nelayan Indonesia di Northern Alternative Placeof Detention (NAPOD) di Hotel Frontier Hotel Darwin., kunjungan dilakukan setelah seluruh ABK/Nelayan menjalani pemeriksaan Kesehatan dan wawancara yang dilakukan oleh Staf Australia Border Force (ABF) serta seluruh ABK/Nelayan dinyatakan sehat dan memperoleh perlakuan yang sangat baik dari Otoritas setempat serta Petugas yang menjaga NAPOD bahkan membantu para nelayan untuk menghubungi keluarga masing-masing di Indonesia.
Wilhelmus Bora’a yang merupakan juragan PM. Dioskuri 01 mengatakan bahwa kapalnya berawak 10 ABK, yaitu :
Wilhelmus Bora’a (Juragan).
Ferianus Semuel Daan
Yanuance Rifael Bella
Ibrahim Pau
Yandri Rano
Sepri Rotte
Sahbudin Mala
Nikson Tomson
Julianus Rissi
Rahman lrwan Ndun
Gad Doma
Mereka berangkat dari Papela dengan tujuan mencari ikan hiu di perairan Indonesia, tiba- tiba cuaca ekstrim atau dikenal sebagai Siklon Tropis Ilsa yang melalui jalur kapalnya menghantam dan membawa kapal ke perairan Australia dan terdampar di sebuah Pulau pasir tidak berpenghuni atau Pulau Bedwell.
Setelah 3 (tiga) hari di Pulau tersebut, seorang awak PM.Putri Jaya a.n. Sdr. Badco Said Jalating mencapai Pulau Bedwell. dari pengakuannya, ybs berenang tanpa tahu arah tujuan dan berhasil mencapai Pulau Bedwell setelah berenang selama 2 hari dan 2 malam., menurutnya, kedelapan temannya hilang setelah kapal terbalik yang disebabkan karena jangkar keluar dari kapal.
Menurut Sdr. W Bora’a, PM. Putri Jaya berangkat 1 (satu) hari setelah PM Dioskuri 01 meninggalkan Papela. dan tidak bersamaan. PM Putri Jaya terdiri dari 9 (Sembilan) ABK/Nelayan,satu orang diantaranya selamat dan yang Iain belum diketahui kondisinya.
Piak ABF yang menemui kami di NAPOD mengatakan bahwa dalam seminggu kedepan ke sebelas ABK/Nelayan akan direpatriasi ke Indonesia, namun belum dapat diputuskan apakah menggunakan pesawat charter atau dengan pesawat komersial. Apabila menggunakan pesawat sewa, maka seluruh ABK/Nelayan akan direpatriasi melalui bandara Soekarno Hatta sedangkan apabila menggunakan pesawat komersial, maka akan direpatriasi via Denpasar dan hanya 2 (dua) orang per penerbangan., terkait jadwal repatriasi, ABF akan segera menginformasikan kepada Konsulat RI-Darwin.
Untuk mengantisipasi kepulangan 11 (sebelas ABK/Nelayan yang terdampar tersebut, Konsulat RI Darwin telah menerbitkan SPLP dan akan segera disampaikan kepada ABF pada kesempatan pertama.
Dokumentasi Kunjungan terlampir.
Demikian Informasi perkembangan terus kami komunikasikan dengan Konsulat RI-Darwin apabila ada perkembangan, Perkesempatan pertama kami laporkan.(*/Dance)





