Menu

Mode Gelap
Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe Pangdam XIII/Merdeka Gelar Coffee Morning Bersama Insan Media Sulut, Sampaikan Konsep Pentahelix Akhirnya, Bupati Sangihe Lakukan Ground Breaking Jalan Lenganeng–Bawongkulu

NTT · 20 Agu 2025 20:59 WITA ·

Komisi I DPRD Rote Ndao Mendesak Bupati Nonaktifkan 42 Kepala Desa Terkait Penyelewengan Dana


Komisi I DPRD Rote Ndao Mendesak Bupati Nonaktifkan 42 Kepala Desa Terkait Penyelewengan Dana Perbesar

Rote Ndao, Sulutnews.com – Komisi I DPRD Kabupaten Rote Ndao mendesak Bupati Rote Ndao untuk segera menonaktifkan 42 kepala desa yang terindikasi melakukan penyelewengan anggaran desa. Permintaan ini disampaikan oleh Ketua Komisi I DPRD Rote Ndao, Mesak Lona, saat diwawancarai di ruang kerjanya.

Mesak Lona menjelaskan bahwa Komisi I telah melakukan investigasi lapangan dan menemukan bukti penyelewengan dana desa yang dilakukan oleh 42 kepala desa di Kabupaten Rote Ndao. “Kami di Komisi I turun langsung ke lapangan dan menemukan bahwa 42 kepala desa di Kabupaten Rote Ndao terbukti menyalahgunakan dana desa. Oleh karena itu, kami meminta Bupati Rote Ndao segera menonaktifkan mereka,” tegas Mesak.

Menurut Mesak, penonaktifan ini bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada para kepala desa tersebut untuk mengembalikan kerugian negara. “Tujuan kami meminta Bupati Rote Ndao menonaktifkan jabatan mereka adalah untuk memberi ruang kepada mereka agar mengembalikan kerugian negara. Jika mereka telah mengembalikan kerugian negara, maka mereka dapat diangkat kembali,” jelasnya. Ia menambahkan, jika para kepala desa yang dinonaktifkan tidak mengembalikan kerugian negara, maka Komisi I DPRD Kabupaten Rote Ndao meminta agar mereka ditindak secara hukum sebagai contoh bagi generasi selanjutnya.

Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Rote Ndao, Mikael Manu, turut membenarkan adanya penyelewengan dana desa yang dilakukan oleh 42 kepala desa tersebut. “42 desa tersebut sudah diaudit total oleh pihak inspektorat dan ditemukan penyelewengan anggaran desa. Karena itu, kami meminta Bupati Rote Ndao segera menonaktifkan mereka dan memberi ruang untuk melunasi kerugian negara yang disebabkan oleh perilaku ketidakbertanggungjawaban mereka,” tutur Mikael.

Reporter : Alden Mesah

Artikel ini telah dibaca 2,769 kali

Baca Lainnya

Profisiat Buat Bapak Paulus Henuk: Kerja Keras Berbuah Anggaran 89 Miliar untuk Pembangunan Jalan

5 Mei 2026 - 14:17 WITA

Puji Tuhan, Kabupaten Rote Ndao Mendapatkan Tambahan Revitalisasi Sekolah Baik SD Maupun SMP

5 Mei 2026 - 04:56 WITA

Tidak Bisa Kompromi Kejahatan, Jaksa yang Disegani: Viral Dituding “Nakal”, Bobi Bintang Diancam

4 Mei 2026 - 23:37 WITA

Murah Luar Biasa BRILink: Sekali Akses, Bisa Hingga 50 Kali dalam Sehari di Toko Qinara Seluler Rote

4 Mei 2026 - 11:34 WITA

Sudah Terbukti Korupsi, Malah Mencantumkan Nama Noven Verderikus Bulan Terseret Tuduhan dalam Pleidoi

4 Mei 2026 - 10:40 WITA

Sipora Enjelika Feoh: Penuh Pesona dan Percaya Diri, Busana Budaya Kas Rote Ndao yang Kekinian dan Mempersatukan

4 Mei 2026 - 08:05 WITA

Trending di Internasional