Bitung, Sulutnews.com – Fenomena alam yang terjadi di Lorong 8, Lingkungan I, Kelurahan Madidir Ure, Kecamatan Maesa, Kota Bitung, sempat meresahkan warga setempat.
Kepala Balai Geologi di bawah Kementerian Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (KESDM BG-PVMBG), Debby Rumambi memastikan fenomena tersebut bukan aktivitas geologi.
Ia menjelaskan, sejak awal kejadian pihaknya telah melakukan penelitian berdasarkan laporan warga adanya suara bergemuruh di dalam tanah.
” Pada tanggal 9 April kami dari Badan Geologi telah melakukan penelitian karena adanya laporan yang terus menerus dari warga.
Namun, hasil penelitian saat itu belum mencukupi data,” ungkap Debby, Selasa (21/04/2026).
Pihaknya kemudian berkolaborasi dengan ESDM Sulut menindaklanjuti laporan Wakil Ketua DPRD Bitung, Ronald Kansil, dan Kalaksa BPBD Bitung, Vivy Kadeke, terkait keresahan warga.
Selain itu, dilakukan rapat bersama Pemerintah Kota Bitung dan PDAM Duasudara untuk pengecekan langsung instalasi pipa di lokasi.
“Setelah dilakukan pengujian hari ini, bunyi tersebut disebabkan oleh aliran atau tekanan air yang cukup besar sehingga menimbulkan getaran dan suara seperti itu,” jelasnya.
Ia memastikan fenomena tanah bergemuruh tersebut tidak berkaitan dengan aktivitas geologi melainkan tekanan air di pipa PDAM yang cukup besar,
Dan, data dari hasil penelitian saat ini akan disampaikan kepada Pemerintah Kota Bitung.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Ketua DPRD Bitung, Ronald Kansil, mengimbau masyarakat agar tidak resah.
“Tidak terjadi apa-apa. Diharapkan masyarakat tetap berpikir positif dan tenang dengan hasil yang ada,” ujarnya.
(Tzr)







