Menu

Mode Gelap
BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe

Bitung · 8 Jun 2026 14:17 WITA ·

Dari Sampah Jadi Berkah, Ellen Honandar Sondakh Edukasi Warga Bitung Produksi Kompos Bernilai


Dari Sampah Jadi Berkah, Ellen Honandar Sondakh Edukasi Warga Bitung Produksi Kompos Bernilai Perbesar

Bitung, Sulutnews.com. Ketua TP PKK Kota Bitung, Ellen Honandar Sondakh, S.E Turun Langsung, Warga Bitung Barat Dua dan Bitung Barat Satu Antusias Belajar Ubah Sampah Jadi Kompos Bernilai

Upaya mewujudkan lingkungan bersih sekaligus mengurangi volume sampah rumah tangga terus digencarkan Pemerintah Kota Bitung.

Kali ini, Tim Penggerak PKK Kota Bitung bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bitung menggelar pelatihan pembuatan kompos bagi masyarakat di Kelurahan Bitung Barat Dua dan Kelurahan Bitung Barat Satu, Senin (8/6/2026) pagi.

Kegiatan tersebut dihadiri langsung Ketua Tim Penggerak PKK Kota Bitung, Ny. Ellen Honandar Sondakh, SE, yang menunjukkan komitmennya dalam mendorong peran aktif keluarga dan masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan melalui pengelolaan sampah yang bernilai manfaat.

Tak sekadar hadir membuka kegiatan, Ny. Ellen Honandar Sondakh turun langsung mempraktikkan proses pembuatan kompos.

Dengan menggunakan sekop, ia ikut mencampur bahan-bahan organik yang akan diolah menjadi pupuk kompos, menarik perhatian dan antusiasme peserta yang mengikuti pelatihan.

Aksi tersebut mendapat sambutan positif dari warga yang hadir. Mereka tampak bersemangat mengikuti setiap tahapan pelatihan, mulai dari proses pemilahan sampah organik hingga teknik pengolahan menjadi kompos yang bernilai guna bagi tanaman dan lingkungan.

Dalam pelatihan tersebut, peserta diajarkan cara mengelola sampah rumah tangga menjadi pupuk kompos melalui beberapa tahapan, mulai dari pemilahan sampah organik dan anorganik, pencacahan bahan, proses fermentasi hingga menghasilkan kompos padat dan cair yang siap digunakan.

Ny. Ellen Honandar Sondakh mengatakan bahwa pengelolaan sampah berbasis rumah tangga merupakan salah satu langkah sederhana namun memiliki dampak besar bagi lingkungan. Menurutnya, kesadaran masyarakat dalam memilah dan mengolah sampah harus terus ditingkatkan agar volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan dapat berkurang.

“Melalui pelatihan ini, kami ingin memberikan edukasi bahwa sampah organik yang selama ini dianggap tidak berguna ternyata dapat diolah menjadi kompos yang bermanfaat. Selain menjaga kebersihan lingkungan, hasilnya juga bisa dimanfaatkan untuk tanaman dan pekarangan rumah,” ujarnya.

Ia berharap ilmu yang diperoleh peserta tidak berhenti pada pelatihan semata, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan ditularkan kepada masyarakat lainnya.

Ketua TP PKK Kota Bitung, Ny. Ellen Honandar Sondakh, berharap pelatihan tersebut dapat menjadi langkah nyata dalam membangun kesadaran masyarakat untuk mengelola sampah dari sumbernya, sekaligus menjadikan sampah organik sebagai produk yang bernilai ekonomis dan ramah lingkungan.

“Jika dikelola dengan baik, sampah organik dapat menjadi pupuk yang berguna bagi tanaman sekaligus membantu menjaga kebersihan lingkungan,” ujarnya.

Turut hadir Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bitung, Merianty Dumbela, Kabid PSLB3 Liberty Rimbing, Ketua Pokja III TP PKK Kota Bitung Ny. Tenti Suak Sakul, Anggota Pokja III Ny. Mareyne Wongkar Sigarlaki, jajaran TP PKK Kelurahan Bitung Barat Dua dan Bitung Barat Satu, serta masyarakat setempat yang antusias mengikuti pelatihan.

Pelatihan dimulai dengan proses pengumpulan dan pemilahan sampah, di mana sampah organik seperti sisa makanan, daun-daunan, dan ranting dipisahkan dari sampah anorganik. Setelah itu, sampah organik menjalani proses pencacahan agar teksturnya lebih halus dan mudah terurai.

Tahapan berikutnya adalah proses pembusukan, yakni mendiamkan sampah yang telah dicacah agar mengalami penguraian secara alami. Untuk mempercepat proses tersebut, peserta diperkenalkan penggunaan larutan EM4 yang dapat membantu mempercepat fermentasi.

Setelah itu, sampah organik dimasukkan ke dalam wadah yang tertutup rapat dan kedap udara agar proses pengomposan berlangsung optimal. Selama masa fermentasi, sampah harus diaduk setiap tiga hari sekali.

Dalam waktu sekitar dua minggu, hasil pengolahan tersebut akan menghasilkan pupuk kompos padat dan pupuk kompos cair yang siap dimanfaatkan untuk menyuburkan tanaman.

Untuk itu, melalui pelatihan ini diharapkan masyarakat semakin terbiasa mengelola sampah dari rumah tangga, sehingga mampu mengurangi timbunan sampah, menjaga kebersihan lingkungan, serta menciptakan nilai manfaat yang berkelanjutan bagi keluarga dan masyarakat Kota Bitung.

(Tzr)

Artikel ini telah dibaca 4 kali

Baca Lainnya

Dukung Program Hijau Nasional, Nurul Azhar Tekankan Pentingnya Ekosistem Laut

7 Juni 2026 - 14:56 WITA

Libur Sekolah, Diskon Tarif Tiket Kapal Laut Hingga 30 Persen

5 Juni 2026 - 16:42 WITA

KKP Gagalkan Upaya Penyelundupan 1,2 Ton Ikan Napoleon ke Hong Kong

3 Juni 2026 - 15:20 WITA

Optimalkan PAD Bapenda Bitung Uji Petik Rumah Makan dan Restoran 

3 Juni 2026 - 14:54 WITA

Pertamina Melalui Integrated Terminal Bitung Dorong Kemandirian Kelompok Binaan Lewat Pelatihan Kreasi Dekorasi Acara

2 Juni 2026 - 13:27 WITA

Hari Lahir Pancasila 2026, Ellen Honandar Sondakh Ajak Warga Bitung Perkuat Persatuan dari Keluarga

1 Juni 2026 - 11:30 WITA

Trending di Bitung