Menu

Mode Gelap
Ferdinand Gansalangi Resmi Dilantik Menteri Diktisaintek sebagai Direktur Polnustar Periode 2026–2030 BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan

Manado · 3 Agu 2025 17:54 WITA ·

Harga Daging Babi Turun, Wurangian Kritisi Pemerintah Harus Ambil Langkah


Harga Daging Babi Turun, Wurangian Kritisi Pemerintah Harus Ambil Langkah Perbesar

Foto : Priskilla Cindy Wurangian

MANADO,Sulutnews,com– Anggota Pansus RPJMD Sulut tahun 2025-2029, Priscilla Cindy Wurangian, MBA mengritik Dispertanak yang dianggap tidak mampu memberi perhatian bagi nasib peternak babi lokal, pasalnya harga daging Babi ditingkat petani mulai turun

” Perdagangan mengalami fluktuasi harga dimana saat ini harga daging babi ditingkat peternak mengalami penurunan diangka Rp 40.000. Pemerintah harus hadir,” tegas Ketua Fraksi Partai Golkar ini,Jumat (01/8/2025) siang

Dia juga mengatakan kondisi terkini, dengan dibukanya perdagangan antar Propinsi juga, pasti memberi dampak bagi peternak lokal dimana peternak lebih mengalami penurunan harga daging

” Dinas harus memberi perhatian khusus, agar harga daging babi benar benar memberi keuntungan bagi peternak lokal bukan para pedagang atau tengkulak yang mencari keuntungan,” ujarnya

Legislator dapil Minut- Bitung ini mengingatkan agar dinas selalu mengantisipasi serangan ASF, juga virus yang lain dengan terus melakukan edukasi reta  penyuluhan tentang cara penanggulan virus agar  kejadian serangan virus tidak terjadi lagi.

Menanggapi hal ini, kepala Dispertanak Sulut, Nova Pangemanan menyatakan, itulah resiko dinas, harga naik diserang harga turun pun diserang. namun sebagian besar peternak lokal skala rumah tangga kini sudah bangkit lebih kuat dan mampu mengatasi virus, melalui bio security.

”Masalah harga tergantung suplai dan diman kita akan melakukan intervensi agar harga daging babi dapat lebih menguntungkan peternak,” ungkap Kadis Pangemanan sambil menambah saat ini populasi ternak babi terus bertambah dan sudah berada dikisaran 100 ribu ekor.(josh tinungki)

Artikel ini telah dibaca 1,582 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Pertamina Regional Sulawesi Perluas Penyaluran Biosolar B50, Kini Tersedia di 590 SPBU di Enam Provinsi

22 Juli 2026 - 18:06 WITA

Akademisi Unsrat : Prof Grace Debbie Kandou Telah Memenuhi Seluruh Syarat Administrasi Pemilihan Rektor 2026–2030

22 Juli 2026 - 17:46 WITA

Tingkatkan Kesadaran Hukum Kodam XIII/Merdeka Gelar Penyuluhan “Prajurit TNI Prima Taat Hukum”

22 Juli 2026 - 17:37 WITA

Vionita Kuerah : Perlindungan Perempuan dan Anak Merupakan Upaya Penegakan Hak Asasi Manusia

22 Juli 2026 - 12:59 WITA

Belum Terpenuhi Kuota, Sejumlah SMA dan SMK di Sulawesi Utara Kembali Buka Pendaftaran SPMB Hingga Akhir Agustus 2026

22 Juli 2026 - 10:13 WITA

Profesor Febian Manoppo: Makanan Yang Aman Melindungi Kita Dari Berbagai Penyakit

21 Juli 2026 - 23:53 WITA

Trending di Health