Menu

Mode Gelap
BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe

NTT · 31 Mei 2025 18:41 WITA ·

Eksploitasi Anak di Balik Derap Kuda Rote Ndao: Sebuah Ironi


Caption : (LPAI) Seto Mulyadi atau karib disapa Kak Seto Perbesar

Caption : (LPAI) Seto Mulyadi atau karib disapa Kak Seto

Rote Ndao,Sulutnews.com — Sorak sorai penonton membahana, derap kaki kuda menggetarkan tanah kering Rote Ndao. Pacuan kuda, tradisi yang selama ini menjadi kebanggaan daerah, menyimpan luka mendalam: eksploitasi anak di bawah umur. Di balik euforia perlombaan, tersimpan realita pahit pelanggaran hak asasi manusia yang memprihatinkan.

Bayangan anak-anak kurus, dengan pakaian lusuh dan wajah polos, beradu cepat di atas punggung kuda, bukanlah sekadar pemandangan. Itu adalah gambaran nyata penderitaan anak-anak yang dipaksa menjadi joki cilik. Beberapa bahkan belum genap sepuluh tahun. Tubuh mungil mereka menanggung beban yang jauh melebihi kemampuan fisik dan usia mereka.

Konfirmasi dari Ketua Umum Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI), Kak Seto Mulyadi, pada Sabtu, 31 Mei 2025, semakin menguatkan keprihatinan ini. Beliau menegaskan bahwa eksploitasi dan kekerasan terhadap anak di Rote Ndao harus segera dihentikan karena bertentangan dengan UU Perlindungan Anak dan Konvensi Hak Anak.

“Perlu adanya tindakan nyata dan komprehensif untuk menghentikan eksploitasi anak dalam pacuan kuda di Rote Ndao. Hal ini membutuhkan kerjasama dari berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, aparat penegak hukum, lembaga perlindungan anak, masyarakat, dan juga para pelaku pacuan kuda itu sendiri. Pendidikan dan kesadaran masyarakat tentang bahaya eksploitasi anak juga sangat penting. Anak-anak Rote Ndao berhak mendapatkan perlindungan dan kesempatan untuk tumbuh dan berkembang secara optimal, bukan dipaksa menanggung beban berat di atas punggung kuda.

Reporter: Dance Henukh

Artikel ini telah dibaca 1,157 kali

Baca Lainnya

Resmi Dua Juni Pengumuman Kelulusan: Momen Berharga bagi Siswa UPTD SMP Negeri 2 Lobalain

28 Mei 2026 - 19:10 WITA

Di Rumah Jabatan Bupati Rote Ndao Segera Diadakan Festival Keluarga Malole: Wujudkan Pengasuhan Penuh Kasih dan Disiplin Positif

22 Mei 2026 - 17:25 WITA

Anggaran Rp927 Juta untuk Tenaga Outsourcing Rumah Jabatan

21 Mei 2026 - 00:15 WITA

Melayani Profesional Terpercaya Azis Barawasi Berikan Kepastian Hukum Hak Tanah Masyarakat

20 Mei 2026 - 17:19 WITA

Proses Penerbitan Sertipikat Tanah di Kantor Pertanahan Rote Ndao

20 Mei 2026 - 16:41 WITA

Merasa Kebal Hukum Tarik Motor yang Hampir Lunas, Konsumen Diarahkan Kredit Baru Pakai Nama Orang Lain

20 Mei 2026 - 16:04 WITA

Trending di Internasional