Menu

Mode Gelap
DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe Pangdam XIII/Merdeka Gelar Coffee Morning Bersama Insan Media Sulut, Sampaikan Konsep Pentahelix Akhirnya, Bupati Sangihe Lakukan Ground Breaking Jalan Lenganeng–Bawongkulu Dihadiri 500 Lebih Ekonom, Pleno ISEI Ke-XXIV Serukan Penguatan Peran Negara Hadapi Tantangan Ekonomi Global

NTT · 6 Agu 2025 12:04 WITA ·

Dugaan Permainan Proyek di Rote Ndao: Desakan Tanggapan Serius dari Bupati


Dugaan Permainan Proyek di Rote Ndao: Desakan Tanggapan Serius dari Bupati Perbesar

Rote Ndao, Sulutnews.com —- Sebuah postingan di akun Facebook Ana Batutua telah menyoroti dugaan praktik permainan proyek yang melibatkan oknum Aparat Penegak Hukum (APH) di Kabupaten Rote Ndao. Postingan tersebut menuai perhatian publik dan mendesak Bupati Rote Ndao untuk segera menanggapi serius isu ini.

Ana Batutua, dalam postingannya, mengungkapkan adanya dugaan kuat keterlibatan sebuah tim yang bekerja di balik layar untuk meraup keuntungan dari proyek-proyek pemerintah. Tim ini diduga bersekongkol dengan oknum APH tertentu untuk mendapatkan bagian dari fee proyek.

“Sedikit saran kepada Bu PH, dugaan kuat Beta, ada tim yang bermain di belakang layar soal proyek-proyek yang ada dengan oknum APH tertentu untuk meraup fee proyek,” tulis Ana Batutua. Ia memperingatkan bahwa jika praktik ini dibiarkan, kualitas proyek ke depan akan terganggu dan bermasalah karena kemungkinan adanya praktik jual beli proyek yang tidak sehat. “Bu bicara tentang kualitas kerja proyek tidak bisa dicapai bilamana tim-tim ini dengan bebasnya kompromi bersama oknum APH untuk meraup keuntungan, maka tentu masyarakat yang akan dirugikan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Ana Batutua menyarankan agar Bu PH (yang diduga merupakan pejabat terkait) untuk lebih cermat dan hati-hati dalam menangani persoalan ini. Ia bahkan menganjurkan agar Bu PH membangun komunikasi dengan pihak berwenang di tingkat yang lebih tinggi, seperti pemerintah provinsi atau bahkan pusat, jika dugaan tersebut terbukti benar. Tujuannya adalah untuk menindak tegas oknum APH yang terlibat agar ada efek jera.

“Jangan karena Bu PH tidak mau berurusan dengan fee proyek lalu oknum-oknum ini mengambil kesempatan untuk memperkaya diri sementara masyarakat yang dirugikan. Dan menurut Beta ini kejahatan yang serius,” tulis Ana Batutua mengakhiri postingannya.

Postingan ini telah menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat Rote Ndao. Dugaan keterlibatan oknum APH dalam praktik korupsi ini menjadi perhatian serius karena dapat menghambat pembangunan dan merugikan masyarakat. Oleh karena itu, desakan kepada Bupati Rote Ndao untuk segera merespon dan menindaklanjuti laporan ini menjadi sangat penting.

Transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan proyek pemerintah harus dijaga untuk memastikan pembangunan yang berkelanjutan dan berkeadilan bagi seluruh masyarakat Rote Ndao.

Ketidakpedulian terhadap laporan ini dapat berdampak serius pada kepercayaan publik terhadap pemerintahan daerah.

Reporter:Dance Henukh

Artikel ini telah dibaca 1,333 kali

Baca Lainnya

Bertemu Kapolda NTT, Memacu Bripka Sumantri Untuk Terus Bekerja Maksimal

14 April 2026 - 11:15 WITA

Debat Pandangan Ammy Amelia Plt Bupati Cilacap: Haruskah KPK Memberi Peringatan Sebelum Melakukan OTT?

4 April 2026 - 08:18 WITA

Bupati Paulus Henuk Bersama Dirjen KKP Dan Perwakilan PLN Pertamina Patra Niaga Energi, Garam, dan Harapan dari Timur

2 April 2026 - 07:59 WITA

Usman Husin Dorong Perhutanan Sosial NTT Sebagai Motor Perekonomian Masyarakat

1 April 2026 - 17:49 WITA

Di Balik Jubah Pdt. David Selan Di duga ada perbuatan melawan hukum Dengan Salah satu Pengerja

31 Maret 2026 - 12:07 WITA

DIDUGA WM STAF PUSKESMAS OELE HINA TETANGGA, DILAPORKAN KE POLSEK ROTE SELATAN

30 Maret 2026 - 19:48 WITA

Trending di Hukrim