Menu

Mode Gelap
Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe Pangdam XIII/Merdeka Gelar Coffee Morning Bersama Insan Media Sulut, Sampaikan Konsep Pentahelix

NTT · 6 Agu 2025 12:04 WITA ·

Dugaan Permainan Proyek di Rote Ndao: Desakan Tanggapan Serius dari Bupati


Dugaan Permainan Proyek di Rote Ndao: Desakan Tanggapan Serius dari Bupati Perbesar

Rote Ndao, Sulutnews.com —- Sebuah postingan di akun Facebook Ana Batutua telah menyoroti dugaan praktik permainan proyek yang melibatkan oknum Aparat Penegak Hukum (APH) di Kabupaten Rote Ndao. Postingan tersebut menuai perhatian publik dan mendesak Bupati Rote Ndao untuk segera menanggapi serius isu ini.

Ana Batutua, dalam postingannya, mengungkapkan adanya dugaan kuat keterlibatan sebuah tim yang bekerja di balik layar untuk meraup keuntungan dari proyek-proyek pemerintah. Tim ini diduga bersekongkol dengan oknum APH tertentu untuk mendapatkan bagian dari fee proyek.

“Sedikit saran kepada Bu PH, dugaan kuat Beta, ada tim yang bermain di belakang layar soal proyek-proyek yang ada dengan oknum APH tertentu untuk meraup fee proyek,” tulis Ana Batutua. Ia memperingatkan bahwa jika praktik ini dibiarkan, kualitas proyek ke depan akan terganggu dan bermasalah karena kemungkinan adanya praktik jual beli proyek yang tidak sehat. “Bu bicara tentang kualitas kerja proyek tidak bisa dicapai bilamana tim-tim ini dengan bebasnya kompromi bersama oknum APH untuk meraup keuntungan, maka tentu masyarakat yang akan dirugikan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Ana Batutua menyarankan agar Bu PH (yang diduga merupakan pejabat terkait) untuk lebih cermat dan hati-hati dalam menangani persoalan ini. Ia bahkan menganjurkan agar Bu PH membangun komunikasi dengan pihak berwenang di tingkat yang lebih tinggi, seperti pemerintah provinsi atau bahkan pusat, jika dugaan tersebut terbukti benar. Tujuannya adalah untuk menindak tegas oknum APH yang terlibat agar ada efek jera.

“Jangan karena Bu PH tidak mau berurusan dengan fee proyek lalu oknum-oknum ini mengambil kesempatan untuk memperkaya diri sementara masyarakat yang dirugikan. Dan menurut Beta ini kejahatan yang serius,” tulis Ana Batutua mengakhiri postingannya.

Postingan ini telah menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat Rote Ndao. Dugaan keterlibatan oknum APH dalam praktik korupsi ini menjadi perhatian serius karena dapat menghambat pembangunan dan merugikan masyarakat. Oleh karena itu, desakan kepada Bupati Rote Ndao untuk segera merespon dan menindaklanjuti laporan ini menjadi sangat penting.

Transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan proyek pemerintah harus dijaga untuk memastikan pembangunan yang berkelanjutan dan berkeadilan bagi seluruh masyarakat Rote Ndao.

Ketidakpedulian terhadap laporan ini dapat berdampak serius pada kepercayaan publik terhadap pemerintahan daerah.

Reporter:Dance Henukh

Artikel ini telah dibaca 1,333 kali

Baca Lainnya

Resmi Dua Juni Pengumuman Kelulusan: Momen Berharga bagi Siswa UPTD SMP Negeri 2 Lobalain

28 Mei 2026 - 19:10 WITA

Di Rumah Jabatan Bupati Rote Ndao Segera Diadakan Festival Keluarga Malole: Wujudkan Pengasuhan Penuh Kasih dan Disiplin Positif

22 Mei 2026 - 17:25 WITA

Anggaran Rp927 Juta untuk Tenaga Outsourcing Rumah Jabatan

21 Mei 2026 - 00:15 WITA

Melayani Profesional Terpercaya Azis Barawasi Berikan Kepastian Hukum Hak Tanah Masyarakat

20 Mei 2026 - 17:19 WITA

Proses Penerbitan Sertipikat Tanah di Kantor Pertanahan Rote Ndao

20 Mei 2026 - 16:41 WITA

Merasa Kebal Hukum Tarik Motor yang Hampir Lunas, Konsumen Diarahkan Kredit Baru Pakai Nama Orang Lain

20 Mei 2026 - 16:04 WITA

Trending di Internasional